Jangan Keras Kepala Dengan Menentang ALLOH SWT

logo-mta1Segala puji bagi Alloh, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh para pengikutnya yang selalu mengikuti jalan petunjuk-Nya. Salam untuk seluruh Nabi-nabi dan Seluruh Rasul-Rasul-Nya.

Manusia perlu mengedepankan pikiran dan rasa, untuk merenungi lebih mendalam tentang kehidupan. Janganlah manusia hanya sibuk membaca dan merenungi buku-buku yang ditulis dan dikarang manusia. Atau merasa cukup dengan mendengar ceramah-ceramah yang dikemukakan oleh manusia. Namun seharusnya manusia merenung dan kemudian mencari sendiri KEBENARAN HAQIQI yang ada di dalam KITAB SUCI AL-QUR’AN firman Alloh SWT.

Segala puji bagi Alloh, bila manusia bersungguh-sungguh ingin mencari KEBENARAN DARI SANG MAHA PENCIPTA SEMESTA ALAM, maka manusia haruslah segera berani untuk membaca dan menyelami ke dalam KITAB SUCI AL-QUR’AN.

Begitu beraninya manusia membaca kitab-kitab terkenal karangan manusia, mengapa ketika mereka dipersilahkan untuk segera membaca dan merenungi Al-QUR’AN mereka segera anti pati. Segala puji bagi Alloh, demikianlah tanda-tanda awal bila di dalam hati manusia telah bercokol syaitan laknatulloh.

Latar belakang tingkah laku manusia dengan kebiasaan-kebiasaan perbuatan benar dan baik, dan do’a do’a tulus yang baik yang mengenai seseorang, telah mampu membuka hati seseorang untuk segera berani membaca dan merenungi AL-QUR’AN, sebaliknya latar belakang manusia dengan kebiasaan-kebiasaan perbuatan buruk, atau kutukan-kutukan kepada seseorang, telah menjadi sebab manusia untuk sangat membenci dan anti pati untuk membaca dan merenungi AL-QUR’AN.

Berbahagialah kita-kita manusia yang memiliki nenek moyang yang sholeh, yang senantiasa hidupnya dipadati dengan perbuatan-perbuatan baik dan do’a-do’a yang dilantunkan dengan tulus ikhlas kepada Alloh SWT untuk anak cucunya, sehingga kita menjadi anak turun yang mendapat barokah dari do’a-do’a nenek moyang kita, sehingga kita dimudahkan untuk selalu mencintai baik untuk membaca, menghayati dan mengamalkan segala perintah Alloh SWT dalam AL-QUR’AN dan seharusnya kebaikan ini diteruskan untuk kebaikan anak turun kita, dan semoga akan berkumpul di surga Alloh di akherat kelak sebagaimana firman-Nya

 

وَالَّذِينَ صَبَرُواْ ابْتِغَاء وَجْهِ رَبِّهِمْ وَأَقَامُواْ الصَّلاَةَ وَأَنفَقُواْ مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرّاً وَعَلاَنِيَةً وَيَدْرَؤُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ أُوْلَئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِ ﴿٢٢﴾ جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ وَالمَلاَئِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِم مِّن كُلِّ بَابٍ ﴿٢٣﴾ سَلاَمٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ ﴿٢٤﴾

 

Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rejeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), (QS. 13:22)

(yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk kedalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (QS. 13:23)

(sambil mengucapkan):”Salamun ‘alaikum bima shabartum”.Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. (QS. 13:24)

 

 

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَنَعِيمٍ ﴿١٧﴾ فَاكِهِينَ بِمَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ وَوَقَاهُمْ رَبُّهُمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ ﴿١٨﴾ كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئاً بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ ﴿١٩﴾ مُتَّكِئِينَ عَلَى سُرُرٍ مَّصْفُوفَةٍ وَزَوَّجْنَاهُم بِحُورٍ عِينٍ ﴿٢٠﴾ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُم مِّنْ عَمَلِهِم مِّن شَيْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ ﴿٢١﴾ وَأَمْدَدْنَاهُم بِفَاكِهَةٍ وَلَحْمٍ مِّمَّا يَشْتَهُونَ ﴿٢٢﴾ يَتَنَازَعُونَ فِيهَا كَأْساً لَّا لَغْوٌ فِيهَا وَلَا تَأْثِيمٌ ﴿٢٣﴾ وَيَطُوفُ عَلَيْهِمْ غِلْمَانٌ لَّهُمْ كَأَنَّهُمْ لُؤْلُؤٌ مَّكْنُونٌ ﴿٢٤﴾ وَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ يَتَسَاءلُونَ ﴿٢٥﴾ قَالُوا إِنَّا كُنَّا قَبْلُ فِي أَهْلِنَا مُشْفِقِينَ ﴿٢٦﴾ فَمَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا وَوَقَانَا عَذَابَ السَّمُومِ ﴿٢٧﴾ إِنَّا كُنَّا مِن قَبْلُ نَدْعُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْبَرُّ الرَّحِيمُ ﴿٢٨﴾

 

Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada dalam surga dan kenikmatan, (QS. 52:17)

mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka; dan Tuhan mereka memelihara mereka dari azab neraka. (QS. 52:18)

Dikatakan kepada mereka):”Makan dan minumlah dengan enak sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan”, (QS. 52:19)

mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli. (QS. 52:20)

Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka.Tiap-tiap manusia terikat dengan apayang dikerjakannya. (QS. 52:21)

Dan Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini. (QS. 52:22)

Di dalam surga mereka saling memperebutkan piala (gelas) yang isinya tidak (menimbulkan) kata-kata yang tidak berfaedah dan tiada pula perbuatan dosa. (QS. 52:23)

Dan berkeliling di sekitar mereka anak-anak muda untuk (melayani) mereka, seakan-akan mereka itu seperti mutiara yang tersimpan. (QS. 52:24)

Dan sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain saling tanya-menanya. (QS. 52:25)

Mereka berkata:”Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab)”. (QS. 52:26)

Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka. (QS. 52:27)

Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya.Sesungguhnya Dia-lah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang. (QS. 52:28)

 

Jadilah kita menjadi manusia-manusia yang selalu menekuni kebaikan, sebagai Nabi Ibrahim telah menekuni kebaikan sehingga Alloh telah memberikan do’a ijabah kepadanya dan telah memperkenankan doa yang dilantunkan untuk anak cucunya sebagaimana firman-Nya

 

رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ ﴿١٢٨﴾

Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak-cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS. 2:128)

 

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَـذَا الْبَلَدَ آمِناً وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعْبُدَ الأَصْنَامَ ﴿٣٥﴾

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata:”Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala. (QS. 14:35)

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاَةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاء ﴿٤٠﴾

Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankan do’aku. (QS. 14:40)

 

Dengan selalu istiqomah di jalan kebaikan, manusia mendapat kesempatan untuk mendapatkan doa mustajab untuk mendoakan agar anak cucu selalu dalam jalan Alloh SWT. Kita berdoa pula kepada Alloh agar diri kita dan anak-anak turun kita bukan manusia-manusia yang keras kepala menentang Alloh SWT.

Dan pasti sikap-sikap keras kepala yang dimiliki oleh seseorang dapat menjadi bomerang yang menjadikan diri dan anak turunnya mejadi manusia-manusia yang terkutuk dan dihinakan oleh Alloh SWT sebagaimana dalam kisah umat Nabi NUH , sebagaimana dalam firman-Nya

 

1. Kisah Dakwah Nabi NUH

 

a. Nabi Nuh mengajak umatnya Untuk bertaqwa kepada Alloh saja

 

إِنَّا أَرْسَلْنَا نُوحاً إِلَى قَوْمِهِ أَنْ أَنذِرْ قَوْمَكَ مِن قَبْلِ أَن يَأْتِيَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ ﴿١﴾ قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي لَكُمْ نَذِيرٌ مُّبِينٌ ﴿٢﴾ أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاتَّقُوهُ وَأَطِيعُونِ ﴿٣﴾ يَغْفِرْ لَكُم مِّن ذُنُوبِكُمْ وَيُؤَخِّرْكُمْ إِلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى إِنَّ أَجَلَ اللَّهِ إِذَا جَاء لَا يُؤَخَّرُ لَوْ كُنتُمْ تَعْلَمُونَ ﴿٤﴾

Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan memerintahkan):”Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih”. (QS. 71:1)

Nuh berkata:”Hai kaumku, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan kepadamu, (QS. 71:2)

(yaitu) sembahlah olehmu Allah, bertaqwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku, (QS. 71:3)

niscaya Allah akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu sampai kepada waktu yang ditentukan. Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu mengetahui”. (QS. 71:4)

 

Para nabi dan para dai diperintah oleh Alloh untuk selalu menyadari diri bahwa dirinya itu adalah makhluq ciptaan Alloh SWT. Manusia bukan makhluq hebat yang ada dengan sendirinya, manusia perlu menyadari asal usul dirinya dan untuk apa dia dihidupkan.

 

b. Sikap umat Nabi Huh yang terkungkung dalam budaya salah tidak hirau dengan peringatan Nabi Nuh

 

قَالَ رَبِّ إِنِّي دَعَوْتُ قَوْمِي لَيْلاً وَنَهَاراً ﴿٥﴾ فَلَمْ يَزِدْهُمْ دُعَائِي إِلَّا فِرَاراً ﴿٦﴾ وَإِنِّي كُلَّمَا دَعَوْتُهُمْ لِتَغْفِرَ لَهُمْ جَعَلُوا أَصَابِعَهُمْ فِي آذَانِهِمْ وَاسْتَغْشَوْا ثِيَابَهُمْ وَأَصَرُّوا وَاسْتَكْبَرُوا اسْتِكْبَاراً ﴿٧﴾

Nuh berkata:”Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang, (QS. 71:5)

maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran). (QS. 71:6)

Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mangampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (ke mukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat. (QS. 71:7)

 

Sikap umat Nabi Nuh yang telah terbelenggu dengan perbuatan jahat dan budaya-budaya jahat, pikiran-pikiran jahat, memburu nikmat dunia dengan cara jahat, malah semakin berani unjuk gigi menentang dakwah nabi NUH

 

c.Nabi Nuh tidak putus asa dan terus memberi peringatan dan kabar gembira dan menunjukkan tanda-tanda Keagungan Alloh SWT

 

ثُمَّ إِنِّي دَعَوْتُهُمْ جِهَاراً ﴿٨﴾ ثُمَّ إِنِّي أَعْلَنتُ لَهُمْ وَأَسْرَرْتُ لَهُمْ إِسْرَاراً ﴿٩﴾ فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّاراً ﴿١٠﴾ يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَاراً ﴿١١﴾ وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَاراً ﴿١٢﴾ مَّا لَكُمْ لَا تَرْجُونَ لِلَّهِ وَقَاراً ﴿١٣﴾ وَقَدْ خَلَقَكُمْ أَطْوَاراً ﴿١٤﴾ أَلَمْ تَرَوْا كَيْفَ خَلَقَ اللَّهُ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقاً ﴿١٥﴾ وَجَعَلَ الْقَمَرَ فِيهِنَّ نُوراً وَجَعَلَ الشَّمْسَ سِرَاجاً ﴿١٦﴾ وَاللَّهُ أَنبَتَكُم مِّنَ الْأَرْضِ نَبَاتاً ﴿١٧﴾ ثُمَّ يُعِيدُكُمْ فِيهَا وَيُخْرِجُكُمْ إِخْرَاجاً ﴿١٨﴾ وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ بِسَاطاً ﴿١٩﴾ لِتَسْلُكُوا مِنْهَا سُبُلاً فِجَاجاً ﴿٢٠﴾

Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan, (QS. 71:8)

Kemudian sesungguhnya aku (menyeru) mereka (lagi) dengan terang-terangan dan dengan diam-diam, (QS. 71:9)

maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun” (QS. 71:10)

niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, (QS. 71:11)

dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. (QS. 71:12)

Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah (QS. 71:13)

Padahal Dia sesungguhnya telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan kejadian. (QS. 71:14)

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat (QS. 71:15)

Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita (QS. 71:16)

Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya, (QS. 71:17)

kemudian Dia mengembalikan kamu ke dalam tanah dan mengeluarkan kamu (daripadanya pada hari kiamat) dengan sebenar-benarnya. (QS. 71:18)

Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan, (QS. 71:19)

supaya kamu menjalani jalan-jalan yang luas di bumi itu”. (QS. 71:20)

 

Nabi Nuh diperintah untuk memberikan penjelasan sejelas-jelasnya tentang jalan-jalan kebenaran, jalan-jalan iman dan amal sholih, jalan-jalan Taqwa, jalan-jalan bersyukur kepada Alloh, jalan-jalan ibadah kepada Alloh. Nabi Nuh diperintah untuk menjelaskan agar umat mengenal Alloh dan beribadah kepada Alloh.

 

d. Ternyata umat Nabi Nuh banyak yang tetap saja membangkang dan Keras kepala tetap dalam budaya yang salah.

 

قَالَ نُوحٌ رَّبِّ إِنَّهُمْ عَصَوْنِي وَاتَّبَعُوا مَن لَّمْ يَزِدْهُ مَالُهُ وَوَلَدُهُ إِلَّا خَسَاراً ﴿٢١﴾ وَمَكَرُوا مَكْراً كُبَّاراً ﴿٢٢﴾ وَقَالُوا لَا تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدّاً وَلَا سُوَاعاً وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْراً ﴿٢٣﴾

Nuh berkata:”Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka telah mendurhakaiku, dan telah mengikuti orang-orang yang harta dan anak-anaknya tidak menambah kepadanya melainkan kerugian belaka, (QS. 71:21)

Dan melakukan tipu-daya yang amat besar”. (QS. 71:22)

Dan mereka berkata:”Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) ilah-ilah kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwaa’, yaghuts, ya’uq dan nasr”, (QS. 71:23)

 

Setelah sekian lama Nabi Nuh berdakwah, ternyata respon umat nabi Nuh terhadap dakwah nabi Nuh sangat-sangat tidak hirau. Mereka orang-orang awam lebih suka untuk mengikuti dan mendukung orang-orang kaya diantara mereka, bahkan mereka terus menerus merasa bangga dengan kesalahan yang didukung dengan kehebatan dan kekayaan yang mereka miliki.

 

e. Umat Nabi Nuh mendapat balasan dari Alloh berupa KEBINASAAN dan kesengsaraan di dunia dan dia Akherat

 

وَقَدْ أَضَلُّوا كَثِيراً وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا ضَلَالاً ﴿٢٤﴾ مِمَّا خَطِيئَاتِهِمْ أُغْرِقُوا فَأُدْخِلُوا نَاراً فَلَمْ يَجِدُوا لَهُم مِّن دُونِ اللَّهِ أَنصَاراً ﴿٢٥﴾ وَقَالَ نُوحٌ رَّبِّ لَا تَذَرْ عَلَى الْأَرْضِ مِنَ الْكَافِرِينَ دَيَّاراً ﴿٢٦﴾ إِنَّكَ إِن تَذَرْهُمْ يُضِلُّوا عِبَادَكَ وَلَا يَلِدُوا إِلَّا فَاجِراً كَفَّاراً ﴿٢٧﴾ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِناً وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا تَبَاراً ﴿٢٨﴾

 

Dan sesudahnya mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia); dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kesesatan. (QS. 71:24)

Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan lalu dimasukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Allah. (QS. 71:25)

Nuh berkata:”Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. (QS. 71:26)

Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat ma’siat lagi sangat kafir. (QS. 71:27)

Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan”. (QS. 71:28)

 

Nabi Nuh yang telah berdakwah sekian panjang (950 th) telah diabaikan umatnya, bahkan umatnya tidak mau mengikuti petunjuknya, bahkan menunjukkan pembangkangan dan sikap keras kepala yang luar biasa, sehingga kemudian Alloh berkenan menurunkan AZAB dan KEBINASAAN kepada umat Nabi NUH.

 

2. Balasan Akhir untuk manusia-manusia yang Membangkang kepada Alloh SWT

 

Segala puji bagi Alloh, manusia haruslah menyadari bahwa dirinya adalah makhluq yang amat lemah yang telah diciptakan dan diadakan di muka bumi untuk beribadah kepada Alloh SWT, untuk taat dan tunduk patuh kepada-Nya, dan bukan untuk merasa hebat diri dan menyeombongkan diri serta hidup diisi dengan bersenang-senang dalam kehebatan kejahatan.

Bila manusia terus menerus dalam kesombongan dan merasa hebat, serta membangkang kepada Alloh, maka azab dan siksa Alloh pasti tidak bisa dielakkan oleh manusia. Bila Alloh sudah memurkai manusia maka kebinasaanlah yang akan didapatkan, baik di dunia dan di akherat.

هَذَانِ خَصْمَانِ اخْتَصَمُوا فِي رَبِّهِمْ فَالَّذِينَ كَفَرُوا قُطِّعَتْ لَهُمْ ثِيَابٌ مِّن نَّارٍ يُصَبُّ مِن فَوْقِ رُؤُوسِهِمُ الْحَمِيمُ ﴿١٩﴾

Inilah dua golongan (golongan mu’min dan golongan kafir) yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. (QS. 22:19)

 

Alloh benar-benar murka kepada hamba-hambanya yang telah diperintah untuk menyembah dan beribadah kepada-Nya namum membangkang dan keras kepala tetap menyembah selain Alloh, maka Alloh akan melemparkan manusia-manusia pembangkang itu kepada siksa api neraka.

 

وَنُفِخَ فِي الصُّورِ ذَلِكَ يَوْمُ الْوَعِيدِ ﴿٢٠﴾ وَجَاءتْ كُلُّ نَفْسٍ مَّعَهَا سَائِقٌ وَشَهِيدٌ ﴿٢١﴾ لَقَدْ كُنتَ فِي غَفْلَةٍ مِّنْ هَذَا فَكَشَفْنَا عَنكَ غِطَاءكَ فَبَصَرُكَ الْيَوْمَ حَدِيدٌ ﴿٢٢﴾ وَقَالَ قَرِينُهُ هَذَا مَا لَدَيَّ عَتِيدٌ ﴿٢٣﴾ أَلْقِيَا فِي جَهَنَّمَ كُلَّ كَفَّارٍ عَنِيدٍ ﴿٢٤﴾ مَّنَّاعٍ لِّلْخَيْرِ مُعْتَدٍ مُّرِيبٍ ﴿٢٥﴾ الَّذِي جَعَلَ مَعَ اللَّهِ إِلَهاً آخَرَ فَأَلْقِيَاهُ فِي الْعَذَابِ الشَّدِيدِ ﴿٢٦﴾ قَالَ قَرِينُهُ رَبَّنَا مَا أَطْغَيْتُهُ وَلَكِن كَانَ فِي ضَلَالٍ بَعِيدٍ ﴿٢٧﴾ قَالَ لَا تَخْتَصِمُوا لَدَيَّ وَقَدْ قَدَّمْتُ إِلَيْكُم بِالْوَعِيدِ ﴿٢٨﴾ مَا يُبَدَّلُ الْقَوْلُ لَدَيَّ وَمَا أَنَا بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيدِ ﴿٢٩﴾ يَوْمَ نَقُولُ لِجَهَنَّمَ هَلِ امْتَلَأْتِ وَتَقُولُ هَلْ مِن مَّزِيدٍ ﴿٣٠﴾

Dan ditiuplah sangkakala.Itulah hari terlaksananya ancaman. (QS. 50:20)

Dan datanglah tiap-tiap diri, bersama dengan dia seorang malaikat, penggiring dan seorang malaikat penyaksi. (QS. 50:21)

Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan daripadamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu sangat tajam. (QS. 50:22)

Dan yang menyertai dia berkata:”Inilah (catatan amalnya) yang tersedia pada sisiku”. (QS. 50:23)

Allah berfirman:”Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala, (QS. 50:24)

yang sangat enggan melakukan kebajikan, melanggar batas lagi ragu-ragu, (QS. 50:25)

yang menyebah sembahan yang lain beserta Allah maka lemparkanlah dia ke dalam siksaan yang sangat”. (QS. 50:26)

Yang menyertai dia berkata (pula):”Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh”. (QS. 50:27)

Allah berfirman:”Janganlah Kamu bertengkar di hadapan-Ku, padahal sesungguhnya Aku dahulu telah memberikan ancaman kepadamu”. (QS. 50:28)

Keputusan di sisi-Ku tidak dapat diubah dan Aku sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Ku. (QS. 50:29)

(Dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada jahannam:”Apakah kamu sudah penuh” Dia menjawab:”Masih adakah tambahan” (QS. 50:30)

 

Kapan manusia akan tersadar bahwa keadaan diri manusia memiliki dua kemungkinan, bila mereka menjadi hamba-hamba yang menempuh jalan-jalan yang dicintai Alloh, maka mereka akan berakhir di tempat yang menyenangkan dan bahagia (Jannah, Surga).

Sebaliknya bila mereka terjerumus dalam lingkungan kejahatan dan selalu berbuat jahat dan keras kepala kepada Alloh Tuhan Semesta Alam, maka mereka akan dikumpulkan di suatu tempat yang disitu selalu dipenuhi dengan gejolak api dan siksa serta kesengsaraan (Naar, Neraka).

Janganlah kita biarkan diri kita membaca buku-buku sekedar karangan manusia yang akan membawa kita kepada keyakinan yang salah. Kesalahan kita dalam meyakini arti kehidupan akan membawa jalan hidup yang salah dan akhir hidup yang celaka. Dengan kerajinan kita membaca Al-Qur’an dan mengikuti petunjuk-Nya semoga Alloh SWT meneguhkan kita dalan jalan keselamatan, kebahagiaan, jalan ampunan dan rahmat-Nya.   Wallohu a’lam


Leave a Reply