MENJADI PEMIMPIN SUKSES & DITOLONG ALLOH SWT.

logo-mta1Segala puji hanya bagi Alloh, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya, yang selalu mengikuti jalan petunjuk-NYa, salam untuk Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya.

Segala puji bagi Alloh, Ki Hajar Dewantara telah menuliskan prinsip kepemimpinan yang amat dalam cakupan-nya, yaitu Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo mbangun Karso, Tut Wuri Andayani. Dalam bahasa Indonesia mengandung maksud, bila berposisi di depan selalu memberi keteladanan yang baik dan mulia, bila berposisi di tengah selalu mengambil peran menumbuhkan kehendak dan tindakan baik dan mulia, dan bila berposisi di belakang memberikan daya, dorongan dan kekuatan agar semua berjalan dalam kebaikan dan kemuliaan. Sebuah folosofi kepemimpinan yang penuh dengan kearifan tinggi.

Dalam zaman sulit dan fasilitas yang terbatas merupakan zaman yang sangat ideal tumbuhnya manusia-manusia yang arif dan bijaksana. Kesulitan di suatu zaman membawa manusia untuk banyak melakukan “laku prihatin” untuk memohon pertolongan kepada Alloh Tuhan Semesta Alam. Laku prihatin merupakan perbuatan menahan diri dari segala kemewahan dan perbuatan sia-sia bujukan hawa nafsu, dan kemudian aktifitas disibukkan untuk banyak beribadah kepada Alloh, sehingga petunjuk Alloh akan masuk kedalam diri seseorang.

Dalam sejarah bangun dan jatuhnya kerajaan-kerajaan besar di dunia maupun di tanah nusantara, tidak lepas proses pertumbuhan maupun kehancuran diawali dengan kesigapan atau kelengahan para kelompok elite manusia dalam memegang teguh perbuatan keutamaan dan amal perbuatan yang mulia.

Kerajaan dikepalai oleh raja dan dibantu pembesar kerajaan, dan di elemen paling bawah kerajaan adalah rakyat jelata. Raja adalah figur sentral, bila raja bijaksana, maka akan mendidik rakyatnya untuk bijaksana. Bila Raja tidak bijaksana, maka tinggal tunggu waktu saja akan datangnya kehancuran-nya.

Bangsa Indonesia sedang melewati titik kritis MORAL, Saat ini Bangsa Indonesia membutuhkan seorang Raja dan Punggawa Raja sebagaimana apa yang disampaikan oleh Ki Hajar Dewantara. Tidak hanya sang Raja saja, tetapi juga seluruh punggawa raja harus memiliki sifat yang demikian. Dan kemudian membangun rakyatnya untuk bersama-sama maju dan kuat di dalam kebaikan dan keamanan, kedamaian serta kesejahteraan.

Tidak mudah hidup di dalam Zaman Gemerlap Harta Benda dan Kemewahan Dunia seperti saat ini untuk bisa menangkap kearifan dan kebijaksanaan dari Alloh, kecuali bila para pemimpin dan para pembantu pemimpin mampu menelusur kembali kebangkitan Raja-Raja Besar dan Kerajaan Besar di Dunia, atau harus pula mengetahui dengan pasti hakekat sebab-musabab kehancuran dan hancurnya sebuah kerajaan bersama rakyatnya. Baik di zaman lampau maupun di saat ini.

Ambilah sebuah contoh yang mungkin dirasa ekstrim oleh masyarakan di zaman ini, namun itu adalah sebuah sebab yang pasti dan pasti akan mampu mengubah keadaan dari keadaan jatuh menjadi keadaan bangun dan bangkit dari keterpurukan MORAL. Alloh SWT telah mencontohkan Raja Besar yang telah sukses dalam mengemban amanah kerajaan sebagaimana firman-Nya

 

اصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ وَاذْكُرْ عَبْدَنَا دَاوُودَ ذَا الْأَيْدِ إِنَّهُ أَوَّابٌ ﴿١٧﴾ إِنَّا سَخَّرْنَا الْجِبَالَ مَعَهُ يُسَبِّحْنَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِشْرَاقِ ﴿١٨﴾ وَالطَّيْرَ مَحْشُورَةً كُلٌّ لَّهُ أَوَّابٌ ﴿١٩﴾ وَشَدَدْنَا مُلْكَهُ وَآتَيْنَاهُ الْحِكْمَةَ وَفَصْلَ الْخِطَابِ ﴿٢٠﴾

Bersabarlah atas segala apa yang mereka katakan; dan ingatlah hamba Kami Daud yang mempunyai kekuatan; sesungguhnya dia amat taat (kepada Allah). (QS. 38:17)

Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia(Daud) di waktu petang dan pagi, (QS. 38:18)

dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul.Masing-masingnya amat ta’at kepada Allah. (QS. 38:19)

Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan kepadanya hikmah dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan. (QS. 38:20)

 

فَغَفَرْنَا لَهُ ذَلِكَ وَإِنَّ لَهُ عِندَنَا لَزُلْفَى وَحُسْنَ مَآبٍ ﴿٢٥﴾

Maka kami ampuni baginya kesalahannya itu. Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik. (QS. 38:25)

 

يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُم بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ ﴿٢٦﴾

Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan. (QS. 38:26)

 

Nabi Daud, Nabi Sulaiman telah dijadikan contoh oleh Allah sebagai manusia-manusia yang sukses menjadi raja baik di dunia dan di akherat. Dalam zaman yang penuh dengan kelimpahan dan kemakmuran. Alloh telah menjadikan beliau sebagai contoh sesuatu yang pasti, dan bila diikuti maka Alloh akan memberi pula keberhasilan yang pasti.

 

Rasululloh Muhammad telah memberikan tentang kisah keseharian dari Nabi Daud sebagaimana dalam hadist

 

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأَبِي مُوسَى لَوْ رَأَيْتَنِي وَأَنَا أَسْتَمِعُ لِقِرَاءَتِكَ الْبَارِحَةَ لَقَدْ أُوتِيتَ مِزْمَارًا مِنْ مَزَامِيرِ آلِ دَاوُدَ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Abu Musa: “Seandainya saja semalam kamu mengetahuiku sedang mendengarkan bacaanmu. Sungguh engkau telah diberi suara yang bagus sebagaimana yang telah diberikan kepada keluarga Daud.” (H Muslim 1322)

 

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خُفِّفَ عَلَى دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَام الْقُرْآنُ فَكَانَ يَأْمُرُ بِدَوَابِّهِ فَتُسْرَجُ فَيَقْرَأُ الْقُرْآنَ قَبْلَ أَنْ تُسْرَجَ دَوَابُّهُ وَلَا يَأْكُلُ إِلَّا مِنْ عَمَلِ يَدِهِ

dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Telah dimudahkan bagi Nabi Daud ‘alaihi salam membaca Kitab Zabur. Dia pernah memerintahkan agar pelana hewan-hewan tunggangannya disiapkan, maka dia selesai membaca Kitab sebelum pelana hewan tunggangannya selesai disiapkan, dan dia tidak memakan sesuatu kecuali dari hasil usaha tangannya sendiri”. (H. Bukhari 3164)

 

قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحَبُّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى صِيَامُ دَاوُدَ وَأَحَبُّ الصَّلَاةِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى صَلَاةُ دَاوُدَ كَانَ يَنَامُ نِصْفَهُ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ وَكَانَ يُفْطِرُ يَوْمًا وَيَصُومُ يَوْمًا

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadaku: “Puasa yang paling Allah ta’ala senangi adalah puasa Daud, dan shalat yang Allah ta’ala senangi adalah shalat Daud, ia tidur setengahnya dan melakukan shalat sepertiganya, dan tidur seperenamnya, dan beliau berbuka satu hari dan berpuasa satu hari.”(HR. Abu Daud .2092)

 

Bila para Raja, Para punggawa Raja, para Pemimpin dan para Pembantu Pemimpin, mau mengikuti jejak keutamaan Nabi Daud, maka siapapun yang mengikuti jejak beliau akan mendapatkan keridhoan Alloh dan pertolongan dari Alloh SWT.

Nabi Daud terkenal dengan suaranya yang merdu yang digunakan untuk membaca Kitab Zabur di setiap malam, untuk selalu memuji, memuliakan dan mengagungkan serta bersyukur kepada Alloh SWT.

Nabi Daud terkenal dengan memakan makanan dari hasil usaha sendiri, tidak menggantungkan kepada orang lain.

Nabi Daud rajin untuk mendekat kepada Alloh dengan rajin Puasa dan Sholat Malam, sehingga Alloh mencintainya dan meninggikan kedudukannya di dunia dan di akherat.

Banyak perbuatan-perbuatan para Nabi dan Rasul Alloh, bila dilaksanakan oleh manusia biasa akan memperbaiki penghambaannya kepada Alloh SWT, sekaligus melipat gandakan kecerdasan Hati dan kecerdasan Aqalnya.

Demikianlah seharusnya setiap Raja dan pembantu Raja atau pula setiap Pemimpin atau pembantu Pemimpin, bila ingin supaya kerajaannya kuat dan ditolong oleh Alloh SWT, maka seharusnya segala perbuatan yang diridhoi oleh Alloh dilakukan dengan disiplin oleh para Pemimpin dan para Pembantu Pemimpin, agar mereka semua dicintai oleh Alloh SWT dan kemudian perbuatan mulia tersebut dididikkan pula kepada rakyatnya agar menjadi amal-amal utama rakyatnya.

Gerakan Perbaikan Moral akan bisa menjadi gerakan rakyat yang bersifat Nasional atau bahkan Global bila para pemimpin dan para pembantu pemimpin sudah bisa merasakan sendiri bagaimana dirinya merevolusi diri untuk merubah dirinya dari baik menuju lebih baik dan lebih baik lagi. Apalagi mengingat posisi di titik kritis MORAL, bila tidak dilakukan gerakan perbaikan, pasti akan berlanjut pada keterpurukan dan kehancuran.

Semoga NEGRI kita INDONESIA segera mendapatkan pemimpin dan pembantu pemimpin yang dicintai oleh Alloh dan dicintai pula oleh Rakyatnya, dan semuanya bersatu padu hidup dalam jalan iman dan taqwa, jalan beribadah dan tunduk patuh kepada Alloh SWT, Tuhan Semesta Alam. Maka janji Alloh pasti akan dicurahkan

 

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ …….﴿٩٦﴾

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi……… (QS. 7:96)

Semoga semua kita memahami apa yang Alloh kehendaki untuk apa kita dihidupkan ke dunia ini, Karena Dia Alloh adalah Tuhan yang telah menciptakan, memelihara dan menguasai semesta Alam Raya. Wallohu a’lam


2 Responses to “MENJADI PEMIMPIN SUKSES & DITOLONG ALLOH SWT.”

  1. 2
    SUDARDI Says:

    Semoga  Pemilihan Presiden  RI Tahun 2014   9  Juli   melahirkan Pemimpin yang tahun tugas dan kewajibannya, Amanah dan  melayani umat Bijaknana , Adil  senantiasa  takut kepada sang Pencipta Alloh SWT. sehingga Negeri ini  diberkahi Alloh SWT.  Pemimpinnya + rakyatnya beriman dan takwa ,  punya kemaun  untuk memperbaiki keadaan ..aamiin

  2. 1
    hartini Says:

    siapapunpara pemimpin dinegeri kita tugas amat berat untuk menyiapkan generasi penerus yang tidak terkontaminasi globalisme keimanan kearah liberalisme yang menghancurkan sendi-sendi keimanan terutama generasi muda , hanya dengan kebali pada konsep dari Qur’an dan sunnah nabi-Nya akan menjadi baik

Leave a Reply