Karunia Derajad Kemuliaan Yang Sering Diabaikan Manusia

logo-mta1Segala puji bagi Alloh, Seluruh pujian hanya layak untuk Alloh saja, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan kepada seluruh pengikut beliau yang selalu mengikuti jalan petunjuk-Nya, dan salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya.

Allah SWT telah memberikan derajad mulia kepada umat manusia seluruhnya. Dengan derajad yang mulia itu pasti manusia tidak akan pernah saling bersombong dan mendengki atau pula bertikai.

Bila manusia menjaga kemuliaan derajad yang telah Alloh berikan, pasti manusia tidak akan mudah terkena penyakit sombong, iri dan dengki. Alloh menggambarkan kejadian proses pemuliaan manusia sebagaimana dalam firman-Nya

 

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلآئِكَةِ اسْجُدُواْ لآدَمَ فَسَجَدُواْ إَلاَّ إِبْلِيسَ قَالَ أَأَسْجُدُ لِمَنْ خَلَقْتَ طِيناً ﴿٦١﴾ قَالَ أَرَأَيْتَكَ هَـذَا الَّذِي كَرَّمْتَ عَلَيَّ لَئِنْ أَخَّرْتَنِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ لأَحْتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهُ إَلاَّ قَلِيلاً ﴿٦٢﴾ قَالَ اذْهَبْ فَمَن تَبِعَكَ مِنْهُمْ فَإِنَّ جَهَنَّمَ جَزَآؤُكُمْ جَزَاء مَّوْفُوراً ﴿٦٣﴾ وَاسْتَفْزِزْ مَنِ اسْتَطَعْتَ مِنْهُمْ بِصَوْتِكَ وَأَجْلِبْ عَلَيْهِم بِخَيْلِكَ وَرَجِلِكَ وَشَارِكْهُمْ فِي الأَمْوَالِ وَالأَوْلادِ وَعِدْهُمْ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلاَّ غُرُوراً ﴿٦٤﴾ إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ وَكَفَى بِرَبِّكَ وَكِيلاً ﴿٦٥﴾

Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada malaikat:”Sujudlah kamu semua kepada Adam”, lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata:”Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah” (QS. 17:61)

Dia (iblis) berkata:”Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil”. (QS. 17:62)

Tuhan berfirman:”Pergilah, barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup. (QS. 17:63)

Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka. (QS. 17:64)

Sesungguhnya hamba-hambaku, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhanmu sebagai Penjaga”. (QS. 17:65)

 

Alloh SWT telah memberikan penjelasan kepada umat manusia bahwa Alloh telah memperlakukan Nabi Adam dan anak turunnya dan diangkatnya manusia kepada derajad yang mulia, Dan Alloh berjanji akan senantiasa menjaga kemuliaan anak adam selama anak adam itu menghindari tipu daya syaiton. Bila diri manusia sudah mengikuti bujukan syaiton, maka hati manusia akan diwarnai dengan bisikan syaiton dan sifat buruk syaiton, dan diantaranya adalah bisikan yang kental dengan kesombongan, kedengkian dan pertikaian.

Umat manusia perlu mencermati, jalan-jalan mana yang mengakibatkan syaiton dapat masuk ke dalam diri hati manusia. Alloh telah menunjukkan keinginan besar syaiton untuk selalu berusaha menjatuhkan kemuliaan manusia. Sebagaimana firman-Nya

 

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَراً مِّن صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ ﴿٢٨﴾ فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُ سَاجِدِينَ ﴿٢٩﴾ فَسَجَدَ الْمَلآئِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ ﴿٣٠﴾ إِلاَّ إِبْلِيسَ أَبَى أَن يَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ ﴿٣١﴾ قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا لَكَ أَلاَّ تَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ ﴿٣٢﴾ قَالَ لَمْ أَكُن لِّأَسْجُدَ لِبَشَرٍ خَلَقْتَهُ مِن صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ ﴿٣٣﴾ قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ ﴿٣٤﴾ وَإِنَّ عَلَيْكَ اللَّعْنَةَ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ ﴿٣٥﴾ قَالَ رَبِّ فَأَنظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ ﴿٣٦﴾ قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنظَرِينَ ﴿٣٧﴾ إِلَى يَومِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ ﴿٣٨﴾ قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الأَرْضِ وَلأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ ﴿٣٩﴾ إِلاَّ عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ ﴿٤٠﴾ قَالَ هَذَا صِرَاطٌ عَلَيَّ مُسْتَقِيمٌ ﴿٤١﴾ إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ إِلاَّ مَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْغَاوِينَ ﴿٤٢﴾ وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ أَجْمَعِينَ ﴿٤٣﴾ لَهَا سَبْعَةُ أَبْوَابٍ لِّكُلِّ بَابٍ مِّنْهُمْ جُزْءٌ مَّقْسُومٌ ﴿٤٤﴾

 

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat:”Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. (QS. 15:28)

Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadianya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduk kamu kepadanya dengan bersujud. (QS. 15:29)

Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama, (QS. 15:30)

kecuali iblis.Ia enggan ikut bersama-sama (malaikat) yang sujud itu. (QS. 15:31)

Allah berfirman:”Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu” (QS. 15:32)

Berkata iblis:”Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk””. (QS. 15:33)

Allah berfirman:”Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk, (QS. 15:34)

dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat”. (QS. 15:35)

Berkata iblis:”Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan”. (QS. 15:36)

Allah berfirman:”(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang yang diberi tangguh, (QS. 15:37)

sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan”. (QS. 15:38)

Iblis berkata:”Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, (QS. 15:39)

keculi hamba-hamba Engkau yang mukhlis diantara mereka”. (QS. 15:40)

Allah berfirman:”Ini adalah jalan yang lurus; kewajiban Aku-lah (menjaganya). (QS. 15:41)

Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikuti kamu, yaitu orang-orang yang sesat. (QS. 15:42)

Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya. (QS. 15:43)

Jahannam itu mempunyai tujuh pintu.Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka. (QS. 15:44)

 

Manusia perlu melengkapi diri dengan kesadaran bahwa dirinya adalah makhluq mulia, diciptakan untuk hidup di muka bumi agar berbuat segala sesuatu yang mulia. Bila manusia lupa akan kedudukan dirinya yang mulia, dan tidak menjaga diri pada posisi yang mulia, manusia rentan terjatuh pada kedudukan yang rendah.

Alloh telah memberi petunjuk kepada manusia, dan memerintah kepada manusia untuk memegang teguh petunjuk Alloh (Al-Qur’an dan As-Sunnah) itu sekuat kuatnya, agar manusia tetap dapat dalam derajad yang mulia, karena bila manusia lengah maka syaitan akan terus berusaha merusak kemuliaan manusia dengan berbagai cara, terutama dengan apa yang ada dalam diri manusia sendiri, yaitu hawa nafsu, sebagaimana firman Alloh

 

وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَـكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِن تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَث ذَّلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ ﴿١٧٦﴾

Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir. (QS. 7:176)

 

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ فَأَعْرَضَ عَنْهَا وَنَسِيَ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ إِنَّا جَعَلْنَا عَلَى قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَن يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ وَقْراً وَإِن تَدْعُهُمْ إِلَى الْهُدَى فَلَن يَهْتَدُوا إِذاً أَبَداً ﴿٥٧﴾

 Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat dari Tuhannya lalu dia berpaling daripadanya dan melupakan apa yang dikerjakan oleh kedua tangannya Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka; dan kendatipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya. (QS. 18:57)

 

Ayat-ayat Alloh tersebut memberi tahu manusia, bahwa manusia itu berderajad mulia, namun bila manusia telah memperturutkan hawa nafsunya yang rendah, maka manusia akan jatuh kepada derajad yang rendah, dan itulah cara syaitan melampiaskan kedengkiannya kepada umat manusia. Bujukan-bujukan yang menyenangkan untuk memuaskan hawa nafsu yang rendah, dan bujukan untuk suka menempuh jalan-jalan yang penuh dengan kenikmatan yang penuh dengan perilaku berdosa.

Bila manusia mengikuti bujukan syaitan, maka kemuliaan manusia akan terjerembab, dan kemudian manusia akan menjadi makhluq yang beku hatinya, hati yang tertutup dengan noda-noda dosa dan kesesatan, menuju kerendahan, dan hati manusia akan muncul sifat-sifat syaitan, yaitu sifat pendengki, sombong dan suka bertikai.

Sesungguhnya setiap manusia memiliki kedudukan yang mulia disisi Alloh, selama mereka menggunakan nikmat hidup itu untuk selalu beribadah kepada-Nya. Menjalankan perintahnya dan menjauhi larangan-Nya karena Taqwanya kepada-Nya.

Namun bila manusia telah keluar dari jalan hidup ibadah, dan kemudian bersenang-senang dengan bisikan syaiton berupa kesenangan-kesenangan hawa nafsu yang dibisikkan oleh syaiton, maka manusia akan terjerembab kedalam kerendahan, berasyik masyuk dengan syaiton dalam derajad yang rendah dalam keadaan dimurkai oleh Alloh.

 

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ ﴿٤﴾ ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ ﴿٥﴾ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ ﴿٦﴾

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (QS. 95:4)

Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya, (QS. 95:5)

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya. (QS. 95:6)

 

Sadarlah wahai kita manusia, bahwa kita telah terlahir kedunia ini dengan bekal kemuliaan yang Alloh limpahkan kepada kita. Janganlah kita sia-siakan nikmat kemuliaan yang sudah Alloh limpahkan itu.

Dan untuk menjaga kemuliaan umat manusia hanya bisa dilakukan dengan tekun memperhatikan firman-firman Alloh dan kemudian menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya dan itulah cara menjaga kemuliaan diri manusia agar tetap tersemat di dunia dan di akherat.

 

لَقَدْ أَنزَلْنَا إِلَيْكُمْ كِتَاباً فِيهِ ذِكْرُكُمْ أَفَلَا تَعْقِلُونَ ﴿١٠﴾

Sesungguhnya telah kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya (QS. 21:10)

 

Kemuliaan, kebahagiaan serta kenikmatan hidup umat manusia bukan ada di dalam Kehebatan Tahta, Harta, atau Fasilitas Mewah kehidupan dunia, namun dia ada di dalam ketundukan dan kepatuhan kepada Alloh SWT Tuhan semesta Alam.    Wallohu a’lam


One Response to “Karunia Derajad Kemuliaan Yang Sering Diabaikan Manusia”

  1. 1
    SUDARDI Says:

    Sdr-2 ku mari kita perhatikan Taushiyah Al Ustadz tentang Derajat Kemulyaan  _ semoga mengantarkan kita pada  mencapai derajat yang mulya dengan  cara mengamalkan nilai-2w kemulyaan dalam kedidupan  ini… aamiin.

Leave a Reply