Paket Pemimpin Pilihan

paket-pemimpin-pilihanDemokrasi dengan setiap orang memiliki hak satu suara yang sama memang bukan pilihan yang terbaik bagi ummat Islam. Bobot seorang ustadz, kyai, tokoh masyarakat, pembela dan penegak kebenaran tentu saja tidak adil bila dinilai sama dengan perusak masyarakat, pengedar narkoba, provokator ataupun koruptor.

Apalagi di tengah bangsa yang sedang mengalami sakit mental ini, jumlah orang yang jahat lebih banyak dari pada orang yang baik. Akan tetapi bila ummat Islam dengan dukungan orang-orang yang baik bersatu memanfaatkan demokrasi secara maksimal, maka bukan tidak mungkin ummat Islam yang sejak proklamasi kemerdekaan selalu dipinggirkan, suatu saat akan memperoleh kemenangan.

Bagi ummat Islam sendiri kemenangan meraih kepemimpinan bukanlah tujuan, tetapi hanya merupakan sarana untuk menghambakan diri kepada Allah dengan melaksanakan kepemimpinan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Islam sendiri melarang ummatnya berambisi menjadi pemimpin.

Allah menempatkan pemimpin maupun ummat pada posisi yang sama di hadapan-Nya, siapasaja diantara mereka yang paling bertaqwalah yang posisinya paling mulia.

Namun bila seseorang dikehendaki ummat untuk menjadi pemimpin, sedang tidak ada lagi yang lebih baik darinya, maka tidak pantas baginya untuk menolak. Calon pemimpin yang berambisi dapat dilihat dari sepak terjangnya dalam meraih kepemimpinan, tidak peduli dengan siapa dia berteman dan meraih dukungan.

Yang diperlukan ummat Islam saat ini adalah menentukan pilihan yang tepat kepada calon pemimpin yang memiliki komitmen yang solid kepada Islam, keadilan, kejujuran, dan mampu memimpin bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju, mandiri, bertaqwa dan berwibawa di mata dunia.

Di tengah bangsa yang prural ini memang tidak mudah untuk menemukan karakter pemimpin yang shiddiq, tabligh, amanah, dan fathanah dan bisa diterima oleh mayoritas bangsa Indonesia.

Oleh karena itu sistem pemilihan dengan paket pasangan calon presiden dan calon wakil presiden membuka spektrum pilihan yang lebih lebar bagi ummat Islam untuk mencalonkan dan memilih calon pasangan yang tepat sesuai dengan kriteria di atas.

Artinya bila calon presidennya memiliki kekurangan dalam bidang agama, calon wakil presidennya harus memiliki kelebihan di bidang itu. Pendek kata pasangan pemimpin tersebut harus saling melengkapi.

Bila yang satu memiliki watak tegas, maka yang lainnya harus memiliki watak yang lembut. Bila yang satu memiliki background militer, maka yang lain hendaknya memiliki background sipil. Bila yang satu terkenal sebagai sosok nasionalis, maka yang lain harus sudah teruji sebagai sosok yang agamis.

Dengan keseimbangan seperti yang disebutkan di atas, maka paket kepemimpinan yang ditawarkan mampu mengakomodasi lebih banyak kepentingan masyarakat.

Saudaraku, paket kepemimpinan yang realistis untuk bangsa Indonesia saat ini adalah pasangan antara pemimpin nasionalis yang memiliki komitmen kuat untuk memimpin bangsa ini menjadi bangsa yang makmur, maju, mandiri dan berwibawa di mata dunia dan pemimpin agamis yang memiliki komitmen kuat untuk memimpin bangsa ini menjadi bangsa yang jujur, adil, beriman, bertaqwa dan berakhlaq mulia.

Perpaduan dua jenis kepemimpinan seperti itulah yang akan mengundang barakah Allah dari langit dan bumi. [QS Al-A’raaf : 96]

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُون

Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

Dalam waktu yang tidak berapa lama lagi bangsa Indonesia mau tidak mau harus menentukan pilihan paket pemimpin untuk lima tahun ke depan. Namun harus dipahami kepemimpinan lima tahun ke depan sangat berpengaruh terhadap kepemimpinan lima tahun berikutnya.

Untuk itu ummat Islam jangan salah dalam menentukan pilihan dan jangan mudah diprovokasi untuk menjadi golput. Semoga Allah berikan kepada bangsa ini paket pemimpin yang terbaik, aamiin.

~oO[ @ ]Oo~

Al-Ustadz Drs. Ahmad Sukina
Pimpinan Pusat Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA)

Solopos, Jumat 23 Mei 2014

 


3 Responses to “Paket Pemimpin Pilihan”

  1. 3
    yono Says:

    Siapa PRESIDEN yang akan terpilih, ALLAH sudah Maha Tahu, Dia yang telah menciptakan rancangan alam raya 50 000 tahun SEBELUM ALAM DICIPTAKAN, bila manusia selalu bersyukur, Rahmat ALLAH pasti akan dicurahkan kepada manusia,namun bila kebanyakan manusia kufur, maka azab ALLAH sudah siap MENGGEROJOG ke muka bumi tempat hunian manusia… siapapun …. manusia siapapun , apapun kedudukannya baik rakyat jelata atau pemimpin, kalo tidak lagi peduli dengan kemuliaan moral pasti GEROJOGAN azab siap mengalir, MARI KITA SEMUA BERTOBAT….dan jadi orang-orang baik.. agar RAHMAT ALLAH segera MENGGEROJOG ke dalam lingkungan kehidupan KITA……betul sekali nasehat USTADZ untuk kita…..sebab musabab yang PASTI lebih nyata dari pada sebab-musabab yang hanya KHAYALAN… jika kebaikan dimana-mana..maka RAHMAT ALLAH menggerojog ke MANA MANA… dan sebaliknya….tahun sendiri jawabannya…

  2. 2
    zafian Says:

    janganlah condong terhadap orang dzolim,
    orang dzolim itu diantaranya tidak berhukum kepada Allah dan Rasul, berkeputusan dari hukum Allah sangatlah penting bagi pemimpin negeri ini untuk indonesia kedepannya,
    semoga segera indonesia ini berhukum kepada Allah dan Rasul saja.

  3. 1
    F_W Says:

    DIcermati & patut difahami… “Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” Semoga kita diberi petunjuk untuk menentukan pilihan yg BIJAK.
    #saveINDONESIA
    ~oO[ @ ]Oo~

Leave a Reply