Badai Pasti BERLALU

Hajatan besar pemilihan umum untuk menentukan anggota legisatif baik tingkat pusat maupun daerah baru saja selesai. Sebagian calon anggota legislatif (caleg) sudah merasa bahagia karena berhasil mengumpulkan dukungan suara melebihi batas bawah yang dibutuhkan.

Namun lebih banyak lagi caleg yang merasa malang nasibnya, karena sudah mengeluarkan banyak uang, akan tetapi tidak memperoleh cukup suara untuk mendukungnya mejadi anggota legilatif. Mereka yang beruntung hatinya merasa bahagia berbunga-bunga. Sedangkan mereka yang bernasib malang, merasa seolah Tuhan telah berbuat tidak adil kepadanya.

Allah yang memberi kekuasaan kepada hamba-Nya. Allah juga yang mengambil kekuasaan itu darinya. Allah yang memuliakan hamba-Nya. Allah juga yang menghinakannya. [QS Ali Imran : 26]

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Katakanlah: “Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Manusia hanya mampu berusaha, sedangkan Allahlah yang menentukan segalanya. Manusia tidak mampu memaksakan kehendaknya kepada Allah. Kegagalan menjadi anggota legislatif bukan merupakan aib, bukan merupakan kehinaan.

Dunia juga tidak akan kiamat dengan kegagalan seseorang menjadi anggota legislatif. Tidak perlu ada yang putus asa, stress, hilang akal, sakit jiwa bahkan gila. Semua uang yang telah dikeluarkan itu bukan milik kita, tetapi milik Allah. Dengan sukarela atau terpaksa uang itu pasti diambil kembali oleh Allah. Hanya soal waktu saja, mungkin lebih cepat dari kematian atau lebih lambat dari kematian.

Maka beruntunglah kita yang masih diberi kesempatan hidup. Masih memiliki kesempatan untuk berkarya, menjadi kaya dan berjaya kembali. Bahkan boleh jadi dengan kegagalan itu Allah akan memberikan pelajaran kepada kita untuk menjadi sosok yang mulia.

Mulia dalam arti yang sebenar-benarnya. Mulia dalam pandangan Allah. Kemuliaan ukhrawi yang dimulai dengan introspeksi lalu dilanjutkan dengan usaha yang sungguh-sungguh membangun diri. Tidak ada gunanya merenungi nasib yang malang. Yang sudah berlalu biarkalah berlalu. Allah swt berfirman: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal dia baik bagimu. Boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal dia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui. [QS Al Baqarah : 216]

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ

Kita bisa belajar dari berita, betapa banyak anggota legislatif, eksekutif dan yudikatif yang dijebloskan ke dalam penjara. Barangkali kalau kita terpilih menjadi anggota legislatif akan bernasib sama. Menjadi narapidana, diborgol tangannya, dijebloskan ke dalam penjara, makan tak enak, tidurpun tak nyenyak. Anak, istri, orang tua, kerabat dan sahabat ikut menanggung malu karena perbuatan kita.

Saudaraku, pepatah mengatakan “badai pasti berlalu”. Hanya mereka yang sabar saja yang selamat dari ganasnya badai yang menerpa. Untuk itu tidak ada pilihan lain kecuali bersabar dalam menyikapi mushibah yang terjadi. Allah bersama dengan orang-orang yang sabar. [QS Al Baqarah : 153]

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

Kesabaran itulah yang akan turut membangun kepribadian yang tangguh pada diri kita sendiri. Bahkan Allah berjanji untuk memberi pahala yang tanpa batas kepada orang-orang yang sabar. [QS Az Zumar : 10]

قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu”. orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.

Pilihan ada di tangan kita, untuk berlarut-larut menyesali diri yang justru akan menghancurkan masa depan atau bangkit kembali dari kekalahan, membangun kepribadian untuk menyongsong kemenangan yang akan datang.

Kita harus sadar bahwa kemenangan ada di antara dua kekalahan, sedangkan kekalahan ada di antara dua kemenangan. Allah mempergilirkan kemenangan itu. Semoga Allah membimbing kita untuk mengambil pilihan yang tepat, aamiin.

 

Al Ustadz Drs. Ahmad Sukina
Pimpinan Pusat Majlis Tafsir Al Qur’an (MTA)

 

Dimuat di SOLOPOS, Hikmah Jumat 25-04-2014

 


One Response to “Badai Pasti BERLALU”

  1. 1
    f w Says:

    Kuncinya “sabar” klo hal yg demikian sdh ia lakukan dlm keadaan beriman. Allah akan akan membalas dgn balasan pahalA tanpa batAs. 

Leave a Reply