Harta ALLOH yang Melimpah ditangan Manusia Untuk Apa?

Segala puji hanya bagi ALLOH, Dialah Tuhan Semesta Alam, Tuhan yang Maha Agung, Tuhan Yang Maha Tinggi, Tuhan Yang Maha Mulia, Tuhan Langit Dan Bumi, Tuhan yang Kekal Abadi, Tiada Sekutu bagi-Nya, Tuhan Yang Maha Kaya dan Maha Perkasa, Bertasbih kepada-Nya seluruh Makhluq-makhluq-Nya.

Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikut beliau yang senantiasa mengikuti jalan petunjukNya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya.

ALLOH SWT telah menerangkan dengan tegas dalam firman-Nya kepada umat manusia, agar umat manusia menggunakan apa yang dipinjamkan oleh ALLOH kepada umat manusia agar digunakan untuk jalan kemuliaan, jalan kesucian, jalan untuk bertasbih mengagungkan ALLOH SWT, sebagaimana firman-Nya

 

قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, (QS. 6:162)

 

لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُ وَتُسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلاً

supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)Nya, membesarkan-Nya. Dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang. (QS. 48:9)

 

Segala puji bagi ALLOH, sesungguhnya sudah begitu nyata bahwa apa saja pinjaman dari ALLOH SWT, berupa waktu hidup, jiwa dan raga, dan segala nikmat yang dilimpahkan ALLOH SWT kepada manusia adalah untuk jalan-jalan kemuliaan. Jalan mengagungkan ALLOH dan jalan bertasbih kepada-Nya, Jalan kebenaran, jalan Keadilan, jalan Kesucian, jalan Kemuliaan, jalan Meninggi menuju surga ALLOH yang kekal abadi di sisi ALLOH SWT.

Bahkan ALLOH SWT telah pula memberi aqal kepada manusia, dan ALLOH pula yang telah mengilhamkan kepada aqal manusia itu ilmu dan keahlian. Banyak ilmu ALLOH yang ALLOH ilhamkan kepada umat manusia untuk digunakan dalam meningkatkan kemudahan hidup di muka bumi. Namun tujuan hakikinya adalah agar digunakan untuk menempuh jalan-jalan kemuliaan dan ketinggian.

 

وَعَلَّمْنَاهُ صَنْعَةَ لَبُوسٍ لَّكُمْ لِتُحْصِنَكُم مِّن بَأْسِكُمْ فَهَلْ أَنتُمْ شَاكِرُونَ

Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperangan; Maka hendaklah kamu bersyukur(kepada Allah). (QS. 21:80)

 

لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ وَأَنزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَن يَنصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ

Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (QS. 57:25)

 

Berbagai macam teknologi yang dianggab sulit-sulit oleh orang awam, haruslah dipelajari dan dimiliki oleh orang-orang yang ingin menempuh jalan-jalan kemuliaan dan ketinggian. Karena dia adalah sarana untuk menuju kemuliaan dan juga untuk membela diri saat kejahatan dan angkara murka merajalela dan menghalang-halangi terciptanya Keadilan, Kesucian, Kebenaran, dan Kemuliaan.

Dan bukan sebaliknya, banyak manusia awam yang masih menggunakan ilmu dan teknologi untuk mengotori diri, untuk mencelakakan diri dan untuk merusak kemuliaan diri. Ilmu yang begitu sulit hanya digunakan untuk berbondong-bondong menuju api neraka dan siksa yang kekal.

Segala puji bagi ALLOH. Bila manusia mau merenung sejenak ketika ALLOH berkehendak menciptakan Alam raya, ketika masih berupa asap (kabut materi), dan kemudian telah ALLOH satukan kembali dan berubah menjadi langit, bumi dan segala macam ciptaan-Nya. Begitu banyak jenis-jenis mineral yang terbentuk dengan berbagai macam kegunaan. Dan demikian pula semua tercipta dengan sangat rapi dan menakjubkan, semuanya adalah atas kehendak ALLOH SWT.

 

ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاء وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلْأَرْضِ اِئْتِيَا طَوْعاً أَوْ كَرْهاً قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِينَ

Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati” (QS. 41:11)

 

Segala puji bagi ALLOH, sungguh manusia telah dicicipkan nikmat-nikmat yang menakjubkan ketika hidup di bumi. Sebuah keadaan yang sangat sulit dipikirkan dengan aqal. Sebuah tempat yang spesifik, unik dan aman dihuni manusia untuk sampai pada suatu waktu, yaitu hingga hadirnya hari qiyamat, di tengah belantara alam raya yang luas tak bertepi.

Sebagai bangsa yang memiliki kesadaran Agama yang tinggi, sungguh perlu merenung dengan perenungan yang mendalam. Betapa ALLOH telah memberikan limpahan karunia yang demikian melimpah di perut bumi, dan bila digali semuanya bisa digunakan untuk kesejahteraan umat manusia yang banyak.

 

وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ مِن فَوْقِهَا وَبَارَكَ فِيهَا وَقَدَّرَ فِيهَا أَقْوَاتَهَا فِي أَرْبَعَةِ أَيَّامٍ سَوَاء لِّلسَّائِلِينَ

Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuninya) dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya. (QS. 41:10)

 

Segala puji bagi ALLOH, sungguh sangat sulit untuk dijelaskan satu persatu tentang kehendak ALLOH menciptakan segenap makhluq di seluruh alam raya, betapa banyak ilmu yang tersirat di dalamnya. Termasuk ALLOH telah melimpahkan banyak tambang-tambang berbagai macam gas, cairan dan logam-logam yang ternyata sangat berguna bagi manusia. Sungguh sangat menakjubkan. Sehingga apa yang bisa terucap dalam diri seorang yang beriman adalah sebuah ungkapan sebagaimana yang ALLOH beritakan dalam firman-Nya

 

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لِّأُوْلِي الألْبَابِ ﴿١٩٠﴾ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللّهَ قِيَاماً وَقُعُوداً وَعَلَىَ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ﴿١٩١﴾ رَبَّنَا إِنَّكَ مَن تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ ﴿١٩٢﴾ رَّبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِياً يُنَادِي لِلإِيمَانِ أَنْ آمِنُواْ بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الأبْرَارِ ﴿١٩٣﴾ رَبَّنَا وَآتِنَا مَا وَعَدتَّنَا عَلَى رُسُلِكَ وَلاَ تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّكَ لاَ تُخْلِفُ الْمِيعَادَ ﴿١٩٤﴾

Sesungguhnya dalam penciptaan langit langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (QS. 3:190)

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata):”Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. 3:191)

Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. (QS. 3:192)

Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu):”Berimanlah kamu kepada Tuhanmu”; maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti. (QS. 3:193)

Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji”. (QS. 3:194)

 

Al-Qur’an telah ALLOH berikan kapada manusia pada Abad ke 7 M, sedangkan ilmu pengetahuan modern mulai tumbuh sedikit demi sedikit sejak abah 17 M, Bila manusia mau merenungi dengan perenungan yang mendalam tentu manusia akan menemukan jawaban dari berbagai keajaiban kehidupan yang mereka temukan dalam kehidupan sehari-hari.

Dan hingga kini manusia masih juga belum mampu memahami untuk apa sebenarnya harta yang melimpah ruah yang telah ALLOH tebarkan di muka bumi pada saat ini. Banyak umat manusia, ketika mendapatkan nikmat kelimpahan dunia namun malah semakin jauh jalan hidupnya dari jalan yang ALLOH ridhoi. Alloh telah berfirman dalam Al-Qur’an.

 

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِن كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ ﴿٧٧﴾

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS. 28:77)

 

Ternyata kelimpahan nikmat-nikmat di dunia seharusnya digunakan untuk memperoleh kelimpahan nikmat-nikmat di akherat, nikmat di dunia tidak hanya digunakan untuk bersenang-senang dan memuaskan hawa nafsu di dunia.

Sampai waktunya nikmat dunia akan berakhir, dan ALLOH kemudian mengganti kehidupan dunia ini dengan kehidupan yang baru, yaitu kehidupan akherat. Dan ALLOH telah menjelaskan, bahwa kelimpahan nikmat dunia seharusnya digunakan untuk mendapatkan kelimpahan nikmat di akherat, bila manusia salah menggunakan maka nikmat dunia bisa membawa kepada petaka besar berupa siksa di dunia dan di akherat. ALLOH telah memberi isyarat kepada Nabi Ibrahim sebagaimana firman-Nya

 

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَـَذَا بَلَداً آمِناً وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُم بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ قَالَ وَمَن كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلاً ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَى عَذَابِ النَّارِ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ ﴿١٢٦﴾

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdo’a: “Ya Tuhan-ku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”. (QS. 2:126)

 

Nikmat kelimpahan harta benda dunia bukan untuk merusak diri dan mencelakakan diri, atau bahkan untuk berbuat durhaka kepada ALLOH, berma’siyat kepada ALLOH.

Karena hal tersebut hanya membuat manusia menempuh jalan membinasakan diri sendiri di dalam siksa neraka yang kekal selama-lamanya, semoga ALLOH menunjuki kita umat manusia untuk tekun menempuh jalan menuju Surga-Nya yang tinggi, mulia dan kekal abadi di akherat, aamiien. Wallohu a’lam


One Response to “Harta ALLOH yang Melimpah ditangan Manusia Untuk Apa?”

  1. 1
    gilang pratama Says:

    subhanallah semoga menjadikan pelajaran bagi kita umat manusia amin.

Leave a Reply