Semangat Persatuan

persatuan-indonesia

Pengalaman menunjukkan masa kampanye adalah masa yang rawan terjadinya gesekan atau friksi antara anggota dan simpatisan partai yang berada di akar rumput. Tim sukses dan juru kampanye dengan berbagai teknik dan trik-triknya berusaha menggaet akar rumput ke partai mereka.

Sementara itu para loyalis partai akan berusaha mempertahankan anggota dan simpatisan mereka. Sayangnya diantara mereka itu sebagian besar adalah ummat Islam yang seharusnya merupakan ummat yang satu, namun sudah terlanjur terpecah belah dalam banyak partai.

Padahal Allah sudah menyeru kepada mereka:”Berpegang teguhlah kalian semuanya kepada tali agama Allah dan janganlah bercerai berai“. [QS Ali Imran : 103] Artinya menjaga persatuan adalah wajib, sedang berpecah belah dalam banyak golongan, yang masing-masing bangga dengan apa yang ada pada golongannya adalah haram.

Orang-orang yang terpecah belah dalam banyak golongan dan masing-masing bangga dengan golongannya dimasukkan Allah ke dalam kelompok orang-orang musyrik. [QS Ar Rum : 31-32]

مُنِيبِينَ إِلَيْهِ وَاتَّقُوهُ وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَلا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ (٣١)مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

Dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu Termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka[1169] dan mereka menjadi beberapa golongan. tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.

 [1169] Maksudnya: meninggalkan agama tauhid dan menganut pelbagai kepercayaan menurut hawa nafsu mereka.

Allah mengancam orang-orang yang berpecah belah ke dalam banyak golongan seperti itu dengan menimpakan adzab berupa keganasan golongan satu terhadap golongan yang lain.[QS Al An’am : 65]

قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَى أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَيُذِيقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍ انْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الآيَاتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ

Katakanlah: ” Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu[482] atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian kamu keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti[483] agar mereka memahami(nya)”.

 [482] Azab yang datang dari atas seperti hujan batu, petir dan lain lain. yang datang dari bawah seperti gempa bumi, banjir dan sebagainya. [483] Maksudnya: Allah s.w.t. mendatangkan tanda-tanda kebesaranNya dalam berbagai rupa dengan cara yang berganti-ganti. Adapula Para mufassirin yang mengartikan ayat di sini dengan ayat-ayat Al-Quran yang berarti bahwa ayat Al-Quran itu diturunkan ada yang berupa berita gembira, ada yang berupa peringatan, cerita-cerita, hukum-hukum dan lain-lain.

Para pendiri negeri ini dengan arifnya telah meletakkan “Persatuan Indonesia” sebagai sila yang ke tiga dari dasar negara Pancasila. Para tokoh muda dari berbagai elemen masyarakat dengan cerdasnya tahun 1928 telah mendahului kemerdekaan Indonesia dengan ikrar Sumpah Pemuda, dengan semangat satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa Indonesia.

Semangat itu kemudian dilestarikan dalam semboyan yang dipegang erat oleh burung Garuda Indonesia “Bhinneka Tunggal Ika“. Sebagai generasi penerus, kita bertugas untuk menjaga persatuan bangsa dan mengisi kemerdekaan ini dengan karya nyata. Bukan malah melakukan provokasi melalui kampanye yang kurang sehat, yang mengakibatkan terjadinya gesekan hati antar sesama anak bangsa, yang berpotensi menimbulkan perpecahan.

Saudaraku, sebagai ummat Islam kita yaqin bahwa bangsa ini tidak akan berjaya kecuali moral mereka dibangun terlebih dahulu. Sedangkan pembangunan moral bangsa akan menjadi berakhlaq mulia hanya bisa dilakukan melalui jalan da’wah yang mengajak bangsa ini kembali kepada Al-Qur’an (firman Allah) dan As-Sunnah (peri kehidupan Rasulullah SAW).

Untuk itu kajian-kajian Al-Qur’an dan As-Sunnah perlu dihidupkan dimana-mana, perlu didukung oleh seluruh komponen ummat Islam, bahkan oleh pemerintah. Da’wah akan terhambat apabila pemerintah tidak mampu menegakkan keadilan dan menjaga keamanan, apalagi bila ummat terpecah belah dalam banyak golongan yang saling mencurigai, saling mendengki, saling membenci dan saling bermusuhan.

Untuk itu menjadi kewajiban bagi kita semua untuk menghindari kebijakan, pemikiran, tulisan, ucapan, tindakan dan gerakan apapun yang kontra produktif, yang menyebabkan terjadinya konflik sosial di tengah masyarakat. Event pemilihan umum yang terjadi hanya dalam waktu lima tahun sekali hendaknya dijaga, jangan sampai merusak hasil pembangunan moral yang telah dilakukan selama ini.

Membangun moral bangsa tidak semudah membalik telapak tangan, perlu proses panjang, maka jangan sampai hancur kembali karena kepentingan politik sesaat. Demi suksesnya pembangunan moral bangsa, dengan semangat Persatuan Indonesia, mari kita lalui masa kampanye ini dengan hati dingin dan tetap menjaga persaudaraan dan kebersamaan. Semoga Allah membimbing bangsa ini ke jalan keselamatan, aamiin.

Al-Ustadz Drs. Ahmad Sukina
Pimpinan Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA)

~oO[@]Oo~


Dimuat di Harian Umum Suara Merdeka, Jumat 28/03/2014


2 Responses to “Semangat Persatuan”

  1. 2
    sohari Says:

    mta menyadarkan umat dengan alqur’an dan hadist, tapi orang xx memaksa orang untuk mengikutinya dengan cara memaksa, menyerbu mendaatangkan banser

  2. 1
    Hanafi Says:

    Semoga dengan semangat persatuan menciptakan suasana yang tentram, aman, dan damai karena semua orang akan menunjukan sikap setia kawan, toleransi, dan solidaritas dalam bingkai NKRI.

Leave a Reply