Kearifan Manusia Industri Untuk Menghambat Global Warming

Segala puji hanya bagi ALLOH, Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikut jalan petunjuk beliau. Salam untuk seluruh Nabi dan Rasul-Rasul-Nya.

Dalam sebuah firman-Nya ALLOH berfirman

 

وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ بَلْ أَتَيْنَاهُم بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَن ذِكْرِهِم مُّعْرِضُونَ ﴿٧١﴾

Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu. (QS. 23:71)

 

Segala puji bagi ALLOH, Maha Benar ALLOH dengan segala firman-Nya. Global warming dapat dipahami bahwa disalah satu lapisan atmosfer telah bertimbun-timbun melekul-molekul tertentu, diantaranya adalah molekul hasil pembakaran  minyak bumi yang energinya di pakai dalam menghasilkan energi yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Namun akibat begitu besarnya pembakaran tersebut, maka lapisan molekul-molekul tersebut makin tebal. Dan berakibat panas yang dihasilkan oleh aktifitas di muka bumi atau panas yang datang dari radiasi sinar matahari yang terpantul keangkasa terhambat oleh molekul-molekul tersebut.

Akibat dari terjebaknya panas oleh molekul-molekul tersebut, maka panas tidak lepas ke angkasa, namun terhalang dan tersebar ke bagian atmosfir di bawahnya.

Fenomena-fenomena besar telah diprediksi akibat dari effek Global Warming diantaranya adalah, atmosfer bumi yang semakin panas. Akibat panas tersebut maka secara nyata dan urut, maka terjadi hal-hal yang merugikan bagi keseimbangan kehidupan ekosistem bumi.

Para ahli menduga hal-hal yang kasat mata, misalnya menyusutnya salju-salju di puncak-puncak pegunungan yang bersalju, termasuk mencairnya es di kutub-kutub dunia.

Terjadinya perbedaan tekanan udara yang besar yang memungkinkan puting beliung. Karena disalah satu bagian bumi telah terkumpul panas yang besar akibat aktifitas manusia, sebaliknya akibat panas penguapan air ke udara semakin besar, timbullah daerah-daerah awan dengan  awan yang lebih tebal daerah tersebut semakin dingin, maka perbedaan tekanan yang besar mengakibatkan puting beliung atau topan siklun.

Ketika es di belahan kutub-kutup mencair, diprediksi akan meninggikan ketinggian air laut, sehingga terjadilah pantai yang semakin masuk ke daratan. Dan mungkin juga beban air terhadap lempeng-lempeng dunia semakin besar, maka lempeng semakin goyah, dan dapat meningkatkan kegempaan dan meningkatnya aktifitas gunung-gunung berapi. Dan masih banyak lagi kerugian-kerugian besar yang dialami.

Dari berbagai kemungkinan kerugian-kerugian bisa terjadi akibat hal-hal tersebut, meliputi dunia industri peternakan dan pertanian, karena suhu yang tidak stabil serta iklim yang tidak stabil memungkinkan terjadinya banyak penyakit atau juga terjadi musibah banjir.

 

1. Peran Dunia Industri Dalam Global warming

Global warming dapat dipastikan diantaranya karena jumlah manusia yang semakin banyak dan juga mereka telah memiliki pola baru dalam mengkonsumsi energi yang semakin besar.

Kemajuan Ilmu dan teknologi yang diterapkan dalam dunia secara global telah membawa bumi menuju global warming. Semua orang telah menggunakan peralatan mekanis yang semuanya membutuhkan energi.

Ada satu hal yang perlu dipikirkan oleh manusia, dahulu sebelum zaman komputer, dunia industri menggunakan pola perancangan segala peralatan hidup dengan angka keamanan yang sangat tinggi. Disebabkan manusia masih sulit dalam memproduksi, maka segala peralatan mekanis dibuat dengan kwalitas sangat bagus dan sangat awet. Sehingga energi yang digunakan untuk industri tidak menggelembung melampaui ambang  batas.

Dengan  ditemukan alat komputer, maka terjadilah revolusi mega raksasa, dunia industri telah terpicu untuk meninggalkan cara lama menuju cara baru. Yaitu industri tidak lagi memperhitungkan tingkat kesulitan. Namun telah  berubah kepada memacu besar-besaran kepada tingkat keuntungan ekonomi.

Banyak industri yang dibuat dengan kwalitas yang buruk dan menarik, namun memberi keuntungan yang besar pada dunia industri.  Atau membuat benda-benda sekedar untuk memenuhi tabiat boros manusia. Dengan cara tersebut barang-barang terus menerus diproduksi dan penggunaan energi menjadi menggelembung.

Banyak berbagai jenis barang dengan kegunaan yang sama namun memiliki kwalitas yang buruk dan mudah rusak, sehingga kebutuhan energi baik di dunia industri maupun pada pengguna sehari-hari semakin besar dan semakin membengkak.

Tinjaun dari sisi psikis, tinjauan menurut jiwa manusia, semakin sibuk manusia memproduksi barang-barang,  maka waktu-waktu ibadahnya kepada ALLOH semakin terbengkelai. Belum lagi ketika manusia teracuni dengan budaya memperturutkan hawa nafsu.

Dan bahkan secara terang-terangan dunia iklan telah memberikan iklan-iklan yang semakin menyeret manusia untuk berperilaku konsumtif, dan bahkan cenderung merusak keimanan.

Tiadanya keimanan dalam hati manusia, semakin memicu milyaran manusia di muka untuk hidup mengejar fatamorgana kenikmatan materi.

Walhasil milyaran manusia telah lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas. Dan kemudian beramai-ramai dan habis-habisan dan berlomba-lomba mengekplorasi bumi.

 

2. Kearifan Menuju Kestabilan Psikis dan Phisik,  Keluar dari bencana Global warming

Orang-orang cerdas dan yang beriman perlu memberikan contoh nyata dalam mengatasi proses Global warming yang merugikan.

Orang-orang beriman seharusnya berpijak pada asas manfaat universal, yaitu segala aktifitasnya yang dilakukan untuk mendapatkan balasan kebaikan dari ALLOH sebanyak-banyaknya di dunia dan di akherat. Bukan sekedar mengejar keuntungan materi yang sangat palsu. Dan melakukan aktifitas se effisien mungkin untuk mendapatkan segala kebahagiaan yang sebenarnya.

Seharusnya kelestarian alam merupakan sesuatu yang dikedepankan, karena dia adalah habitat tunggal bagi kehidupan di dunia. Bila habitat tersebut rusak maka kehidupan akan menjadi semakin sulit.

Orang-orang cerdas harus memulai kembali memperhitungan teknologi industri dengan tingkat kwalitas yang tinggi. Bila barang-barang memiliki kwalitas yang bagus dan awet maka manusia tidak akan terforsir untuk selalu memproduksi dan menggunakan energi secara semena-mena yang dapat merusak alam kehidupan.

Manusia cerdas sangat membutuhkan untuk memiliki pribadi diri yang beriman dan beramal sholih atau taqwa, sehingga segala aktifitasnya adalah diarahkan untuk kepada jalan-jalan kebaikan, jalan-jalan selamat, jalan-jalan penuh bijaksana dan kearifan. Sehingga tidak lagi mengejar kenikmatan materi tetapi juga sangat bahagia dengan kenikmatan batin.

Manusia sering mengejar besarnya tabungan uang di bank-bank, dan dengan itu pula manusia kemudian terforsir hidupnya untuk mengekplorasi alam secara habis-habisan. Pohon-pohon dan hutan-hutang ditebang dijual untuk mendapatkan peningkatan uang di bank-bank. Namun apa yang kemudian terjadi, ternyata semakin giat bekerja dalam jalan yang salah, inflasi semakin meninggi dan kesejahteraan semakin membutuhkan kerja keras tanpa kenal waktu istirahat.

Dan ternyata di akhir akhir ini manusia dihadapkan pada kenyataan ketika manusia telah mengekplorasi alam habis-habisan, ternyata alampun merespon dengan kekuatan yang sangat dahsyat pula, yaitu musibah dan bencana.

Semoga manusia semakin menyadari, kenapa dia ada ada di dunia, dan untuk apa ada di dunia ini, dan akan kemana setelah mati nanti, semoga kita termasuk orang-orang yang dipelihara oleh ALLOH dalam rahmat, ridho dan ampunan-Nya.     Wallahu a’lam.

 


3 Responses to “Kearifan Manusia Industri Untuk Menghambat Global Warming”

  1. 3
    NeverBoy Says:

    assalamualaikum wr, WB

    -dulu waktu kuliah dosen saya pernah bilang, solusinya dengan -act local think global-

    -lakukan mulai pada diri sendiri, mulai sekarang, dan mulai pada tindakan-tindakan kecil disekitar kita NAMUN DIDASARI DENGAN ORIENTASI TUJUAN YANG GLOBAL….

  2. 2
    aditya Says:

    bagaimana bila masalah ini diangkat dan diberikan solusi seperti pembangkit tenaga listrik menggunakan sampah yang menumpuk…dan hal hal yang menyangkut go green on earth diliput dalam telivisi mta yang disiarkan berskesinambungan…sehingga seluruh kalangan mulai anak-anak, rumah tangga sampai kalangan industri besar bisa memahami dan sadar, semoga mta selalu berkembang pesat

  3. 1
    imam Says:

    Tak ada yg sempurna didunia ini.

Leave a Reply