Musibah2 Yang Membawa Manusia Semakin BERTAQWA

Segala puji hanya bagi ALLOH, Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikut jalan petunjuk beliau. Salam untuk seluruh Nabi dan Rasul-Rasul-Nya.

Maha Benar ALLOH dengan segala firman-Nya, tiada sesuatu yang ALLOH  sabdakan di dalam Al-Qur’an dan apa yang disabdakan Rasulullah Muhammad SAW adalah benar adanya.

ALLOH SWT telah memberitahu kepada umat manusia bahwa hidup di dunia adalah hidup dalam rangka ujian, ujian tentang keimanan kepada ALLOH SWT. Bila manusia mau beriman kepada ALLOH SWT, dan mengikuti petunjuk ALLOH SWT, maka saat-saat ujian akan dirasakan saat-saat yang penuh ketenangan dan kemantapan, bahwa apa yang disampaikan ALLOH SWT adalah nyata-nyata buktinya.

Apalagi negri Indonesia yang saat ini dikatakan sebagai negri yang rawan bencana, menjadikan prinsip-prinsip hidup yang ALLOH sampaikan dalam Al-Qur’an menjadi semakin nampak sesuatu yang patut semakin dalam untuk ditekuni dan dihayati serta diajarkan dan diwariskan dari generasi ke generasi untuk dapat hidup dalam kebahagiaan yang haqiqi walaupun hidup di tengah-tengah lingkungan alam yang penuh bencana dan marabahaya.

 

1. Hidup di Dunia adalah Tempat Ujian

 

إِنَّا خَلَقْنَا الْإِنسَانَ مِن نُّطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَّبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعاً بَصِيراً ﴿٢﴾

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. (QS. 76:2)

 

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوفْ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ ﴿١٥٥﴾ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُواْ إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ ﴿١٥٦﴾ أُولَـئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَـئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ ﴿١٥٧﴾

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (QS. 2:155)

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan:”Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. (QS. 2:156)

Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. 2:157)

 

Bila manusia mau bertekun belajar Al-Qur’an dan As-Sunnah dan mengahayati serta berusaha mengamalkan, maka cara menjalani hidup yang benar adalah hidup untuk menemukan sang pencipta semesta Alam, yaitu ALLOH SWT, dan setiap nikmat dan karunia ataupun setiap kegelisahan dan kesusahan, segalanya harus di keluhkan kepada ALLOH SWT.

Dan sudah semestinya orang yang ingin mengeluh kepada ALLOH adalah orang-orang yang beriman kepada ALLOH, dan orang yang mengikuti jalan-jalan petunjuk ALLOH sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah Muhammad SAW, dan ternyata ALLOH itu Tuhan Yang Maha Mendengar segala keluhan hamba-Nya dan siap untuk mengeluarkan seluruh hambanya yang mengeluh dari segala kesusahan dan kegelisahan kepada keberkahan,keamanan, ketentraman dan kebahagiaan.

Ternyata orang-orang yang beriman dan bertaqwa setiap derita dan kesusahan semua dalam tanggungan ALLOH SWT,  dan ALLOH SWT mampu memberikan nikmat-nikmat lahir dan nikmat batin dibalik segala hal yang menyebabkan kegelisahan, kegundahan dan kesedihan jiwa terhadap orang-orang beriman. Dan bahkan ALLOH menyiapkan pahala yang sangat luar biasa besarnya bagi mereka yang berserah diri kepada ALLOH SWT.

Bahkan dalam musibah yang paling besarpun ALLOH tetap saja mengirimkan malaikat-malaikat-Nya untuk memberikan rasa tenang, tentram dan bahagia kepada hamba-hambanya yang sedang tertimpa musibah. Sebagaimana firman-Nya

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ ﴿٣٠﴾ نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ ﴿٣١﴾

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan:”Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan):”Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu” (QS. 41:30)

Kamilah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. (QS. 41:31)

 

Bahkan dibalik musibah yang paling extrim-pun ALLOH SWT memberikan jaminan kebahagian yang penuh dan pasti diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang selalu berbakti kepada-Nya sebagaimana firman-Nya.

 

وَلاَ تَقُولُواْ لِمَنْ يُقْتَلُ فِي سَبيلِ اللّهِ أَمْوَاتٌ بَلْ أَحْيَاء وَلَكِن لاَّ تَشْعُرُونَ ﴿١٥٤﴾

Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya. (QS. 2:154)

 

وَلاَ تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ أَمْوَاتاً بَلْ أَحْيَاء عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ ﴿١٦٩﴾ فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللّهُ مِن فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُواْ بِهِم مِّنْ خَلْفِهِمْ أَلاَّ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ ﴿١٧٠﴾ يَسْتَبْشِرُونَ بِنِعْمَةٍ مِّنَ اللّهِ وَفَضْلٍ وَأَنَّ اللّهَ لاَ يُضِيعُ أَجْرَ الْمُؤْمِنِينَ ﴿١٧١﴾

Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rizki. (QS. 3:169)

Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka. dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka. Bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. 3:170)

Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman. (QS. 3:171)

 

Demikian nyata keimanan dihati seorang mukmin, keyakinan yang mendarah daging dalam diri seorang beriman tidak lain karena ALLOH SWT terus menerus mengirimkan malaikat-malaikat kedalam hati orang-orang yang rajin beribadah kepadanya,  untuk membisikkan kebahagiaan dan jalan keluar dari segala penderitaan dan kesusahan.

Dan bahkan ketika Ruh orang beriman  berpisah dengan raganya ALLOH memberikan kenikmatan yang melimpah-limpah. Ampunan, Rahmat, Perlindungan dan segala kenikmatan-kenikmatan yang membahagiaan.

 

2. Hidup Adalah Sementara Dan tidak bisa dirancang dengan Pasti.

Segala puji bagi ALLOH, Sungguh segala apa yang terjadi sejak terciptanya Alam hingga hari qiyamat, semuanya sudah diketahui oleh ALLOH dengan Tepat dan Pasti. Karena memang ALLOH dialah yang merancang segala kejadian dalam segenap aktifitas kehidupan sejak diciptakan hingga hari qiyamat.

Namun bagi manusia yang sangat lemah dan sangat lemah, maka kejadian demi kejadian tidak bisa dirancang dengan pasti, bahkan ALLOH telah menjelaskan lewat ayat-Nya sebagai berikut

 

إِنَّ اللَّهَ عِندَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَداً وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ ﴿٣٤﴾

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. 31:34)

 

Ketidak pastian bagi manusia dalam hidup adalah menunjukkan kelemahan manusia dan sekaligus menunjukkan tanda-tanda Kasih Sayang ALLOH kepada manusia, ada sebagian hal yang dapat dirancang oleh manusia dan manusia diperintah untuk merancangnya, namun ada banyak hal-hal lain yang sering menyebabkan rancangan manusia menjadi gagal.

Yang pasti dan pasti pasti, dalam kejadian kehidupan manusia  adalah kematian, dan ALLOH telah membekali pengertian kepada manusia untuk menghadapai sesuatu yang pasti itu, yaitu  dengan bekal iman dan amal sholih (taqwa). Kematian, surga dan neraka adalah sesuatu yang pasti sebagaimana firman-Nya.

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ ﴿١٨﴾ وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنسَاهُمْ أَنفُسَهُمْ أُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ ﴿١٩﴾ لَا يَسْتَوِي أَصْحَابُ النَّارِ وَأَصْحَابُ الْجَنَّةِ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمُ الْفَائِزُونَ ﴿٢٠﴾

Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. 59:18)

Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri.Mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS. 59:19)

Tiada sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga; penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung. (QS. 59:20)

 

Manusia diperintah oleh ALLOH untuk menyiapkan sesuatu yang pasti dalam hidup keseharian yang serba tidak pasti. Banyak rancangan manusia yang gagal karena terjadinya berbagai hal yang tidak di duga-duga sehingga menjadi rencana yang sudah nampak pasti menjadi serba tidak pasti.

Mati itu pasti terjadi, seberapa lama hidup kita yang tidak pasti ini, diperintah oleh ALLOH untuk selalu dalam jalan iman dan amal sholih untuk menyambut sesuatu kepastian yang bakal terjadi.

 

وَعَدَ اللّهُ الَّذِينَ آمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ ﴿٩﴾

Allah telah menjanjikan kepada orang yang beriman dan beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS. 5:9)

 

الَّذِينَ آمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ طُوبَى لَهُمْ وَحُسْنُ مَآبٍ ﴿٢٩﴾

Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik. (QS. 13:29)

 

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجْرَ مَنْ أَحْسَنَ عَمَلاً ﴿٣٠﴾

Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan(nya) dengan baik. (QS. 18:30)

 

وَأَمَّا مَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحاً فَلَهُ جَزَاء الْحُسْنَى وَسَنَقُولُ لَهُ مِنْ أَمْرِنَا يُسْراً ﴿٨٨﴾

Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan Kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah Kami”. (QS. 18:88)

 

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلاً ﴿١٠٧﴾

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal. (QS. 18:107)

 

الْمُلْكُ يَوْمَئِذٍ لِّلَّهِ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ ﴿٥٦﴾

Kekuasaan di hari itu ada pada Allah, Dia memberi keputusan di antara mereka. Maka orang-orang yang beriman dan beramal saleh adalah di dalam surga yang penuh kenikmatan. (QS. 22:56)

 

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَنُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَحْسَنَ الَّذِي كَانُوا يَعْمَلُونَ ﴿٧﴾

Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan. (QS. 29:7)

 

3. Memastikan Diri dalam Jalan Iman Dan Amal Sholih

ALLOH SWT, Tuhan yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana, Maha Adil, Maha Mulia, Maha Pengasih dan Penyayang, telah menciptakan beraneka ragam ciptaan yang tidak terhitung jumlahnya. Manusia yang serba lemah dan sangat lemah ini perlu segera menyadari bahwa dirinya adalah sangat-sangat lemah.

ALLOH memberikan segala kelebihan yang ada di dalam diri manusia, bila manusia memahami kehendak ALLOH SWT, tentu manusia akan mengisi kehidupan ini dengan sesuatu yang menguntungkan, keuntungan yang pasti, yaitu keuntungan di dunia dan di akherat.

Segala Kekuatan, Kecerdasan, Kehebatan, Kekayaan, dan segala kelebihan-kelebihan yang dititipkan oleh ALLOH adalah supaya digunakan untuk jalan iman dan amal sholih, untuk jalan kesyukuran dan untuk jalan ibadah, taat dan tunduk patuh kepada ALLOH SWT.

Dan manusia harus segera menyadari bahwa keuntungan sementara di dunia adalah untuk membeli keuntungan yang kekal di akherat. Segala apa yang dititipkan dan diberikan ALLOH di dunia adalah untuk selalu tekun beribadah kepadanya dan untuk meningkatkan iman dan amal sholihnya.

Manusia perlu menjaga hubungan vertical dengan ALLOH SWT dengan selalu taat dan tunduk patuh kepada-Nya dan hubungan horizontal adalah dilakukan dengan memberikan kebaikan kebaikan yang diberikan kepada sesama, sebagaimana firman-Nya

 

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلاَئِفَ الأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ ﴿١٦٥﴾

Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa dibumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikanNya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 6:165)

 

أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَةَ رَبِّكَ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُم مَّعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُم بَعْضاً سُخْرِيّاً وَرَحْمَتُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ ﴿٣٢﴾

Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain beberapa derajat, agar sebahagian mereka dapat mempergunakan sebahagian yang lain.Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. (QS. 43:32)

 

Nikmat Kehebatan, Kekuatan, Kebesaran, Kekayaan bukan digunakan untuk saling bersaing dan saling bersombong untuk saling mengalahkan, namun seharusnya digunakan untuk saling diberikan satu dengan yang lain, baik dalam bentuk hadiah atau sedekah yang semuanya diwarnai dalam berlomba-lomba untuk mendapatkan peningkatan iman dan amal sholih.

 

4. Kesimpulan ringkas

Sungguh ALLOH itu  menciptakan manusia untuk menyembah-Nya, untuk tunduk patuh pada-Nya bila manusia meninggalkan tugas utama tersebut maka manusia akan kehilangan kendali dirinya dan akan lupa akan kebutuhan haqiqi bagi dirinya dan kemudian akan jatuh kedalam jurang kesesatan, kesengsaraan dan jurang yang sangat jauh yang sangat mengerikan.

Bila manusia sudah lupa kepada ALLOH SWT sang pemberi kehidupan, manusia dipastikan akan lupa kepada jalan hidup iman dan amal sholih dan kemudian manusia akan menumpuk-numpuk dosa dan kemudian akan saling merugikan dan mencelakai dan layak bagi ALLOH untuk menurunkan peringatan agar manusia kembali ke jalan yang benar jalan yang pasti yaitu jalan iman dan amal sholih.

 

وَضَرَبَ اللّهُ مَثَلاً قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُّطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَداً مِّن كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللّهِ فَأَذَاقَهَا اللّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُواْ يَصْنَعُونَ ﴿١١٢﴾

Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat. (QS. 16:112)

 

Semoga dengan terjadinya musibah musibah disekitar kita, kita diberi oleh ALLOH peningkatan kesadaran kepastian untuk kembali hidup PASTI di jalan iman dan amal sholih.   Wallohu a’lam


5 Responses to “Musibah2 Yang Membawa Manusia Semakin BERTAQWA”

  1. 5
    Purnomo Mbah Pur Says:

    Hanya orang2 yg beriman dan taqwa saja yg menerima musibah ini sebagai sarana meningkatkan keimanan dan ketaqwaannya. bago orang2 kafir, musibah dan bencana dianggap angin yg berlalu saja …

  2. 4
    yono Says:

    Indonesia memang aneh!!!!!, membuat barang-barang saja ada SNI nya , lha kok Anggota MPR, DPR, PRESIDEN dan PEJABAT PEJABAT NEGARA…. QUALIFIKASINYA nya tidak di terapkan dengan serius…seharusnya kwalitas KECERDASAN, MORAL DAN KEPEDULIAN dan standarisasi penyaringan CALEG… harus benar-benar ada dasarnya dan berkwalitas…. kalo tidak ya DAGELAN sepanjang ZAMAN…..kalao urusan tidak dipegang ahlinya…. ya tunggu kehancurannya…. alias INDONESIA bisa menjadi NEGARA GAGAL…. kenapa hal yang sangat penting begitu diabaikan oleh kita bersama… asal terkenal dipilih…. AHLI NYANYI dipilih jadi CALEG… ya besok semua diajak NYANYI !!!!, apalagi yang ahli joget dipilih, ya semua diajak JOGETAAN…. ngurus negara jadi seperti DAGELAN… siap-siaplah kecewa bila INDONESIA dikatakan sebagai negara GAGAL !!!, karena dikelola oleh orang-orang yang kurang BERKWALITAS dan tidak PROFESIONAL !!!

  3. 3
    ISYARAT-GUNUNG KELUD MELETUS Says:

    wahai manusia pilihlah PEMIMPIN dan Wakil-wakil rakyat yang mengedepankan jalan iman dan amal sholih, dari partai apaun ASAL MEREKA indifidu-indifidu yang mengedepankan iman dan amal sholih, karena keberhasilan pembangunan yang seperti apapun, sekalipun ditumpu dengan HUTANG yang sebesar apapun, kalau tidak mengedepankan iman dan amal sholih, kesenangan yang di dapat hanya kesenangan yang membawa kepada senang sesaat di DUNIA dan kemudian akan diakhiriri dengan kesusahan KEKAL di akherat, itu menurut ku diantara petunjuk gunung KELUD meletus menjelang akan adanya PEMILU, jadi rakyat jangan salah pilih, kalau rakyat salah pilih terus, maka ya akan dapat kesenangan yang semu tapi kemudian akan menemui kesusahan yang kekal di akherat, begitu analisa ku,mumpung pemilu baru akan tergelar, sekian

  4. 2
    Joko mulyono Says:

    Banyak manusia yg lupa kepada Allah,&mereka hanya di perbudak dalam mengejar harta bendanya untuk memenuhi nafsu duniawinya…

    Semoga kita selalu dalam lindungannya & selalu tunduk patuh terhadap perintah & larangannya.trimakasih MTA semoga semakin MAJU.

  5. 1
    yono Says:

    Isyarat apa lagi yang akan Allah tampakkan ke hadapan umat manusia Indonesia, semoga manusia Indonesia segera memahami, kalau manusia Indonesia tidak segera faham, ya isyarat itu akan ditambah lagi, isyarat yang lebih mengena dan membekas di hati manusia Indonesia, semoga kita segera faham dan kembali ke jalan iman dan amal sholih

    http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/14/02/16/n130v6-letusan-kelud-dikaitkan-dengan-kandungan-alquran

Leave a Reply