Galeri Apel Satgas dan Kajian Akbar MTA

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah Swt. Kegiatan apel Satgas MTA 2014 dan kajian akbar terlaksana dengan baik. Seperti yang terlihat, Majelis Tafsir Al Quran (MTA) Solo menyiagakan 8.000-an anggota satuan tugas (Satgas) untuk ikut mengamankan pemilihan umum (Pemilu), baik pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden.

Seluruh anggota Satgas MTA se Indonesia, Ahad (9/2/14) pagi mengikuti apel siaga dan pengajian akbar di Alun-alun Utara Keraton Surakarta yang dihadiri Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah, Inspektur Jenderal (Irjen) Pol. Dwi Priyatno, mewakili Kapolri Jenderal Sutarman.

Di depan peserta apel yang memadati Alun-alun Keraton Surakarta, Kapolda Jateng mengungkapkan rasa haru dan penghargaan atas kepedulian MTA membantu tugas Polri. Beliau mengimbau, satgas-satgas pengamanan pemilu dari berbagai kelompok ormas, seperti halnya Satgas MTA) bersama KPU setempat, harus ikut serta menyukseskan Pemilu.

“Kita terharu dengan adanya Satgas MTA yang mendeklarasikan untuk mengamankan Pemilu. Karena perlu disadari jumlah petugas polisi kita terbatas,” ujar Irjen Pol Dwi Priyatno.

Komandan Satgas MTA Pusat, Drs Heru Prayitno menjelaskan, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian MTA dalam menyukseskan Pemilu 2014, baik pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden. Pada apel yang disaksikan ribuan jamaah MTA serta pejabat pemerintah tersebut, Satgas MTA juga membacakan pernyataan sikap untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), mengawal dakwah Islamiyah dan siap dalam kegiatan kemanusian.

“Kegiatan ini juga untuk mengecek kelengkapan Satgas MTA, dari ketertiban, kedisiplinan, fisik serta kesigapan Satgas sebelum diterjunkan ke lapangan,” kata Heru.

Satgas MTA yang berdiri sejak 11 Maret 1982, menurut Heru, awalnya, terdiri dari tujuh peleton dengan seragam berwarna krem dan berbaret merah. Selama empat tahun jumlahnya menjadi 47 peleton dengan anggota mencapai 8.000-an orang tersebar di seluruh Indonesia. “Satgas MTA mengemban tugas internal dan eksternal. Dalam tugas eksternal Satgas MTA ikut membantu program-program pemerintah termasuk TNI/Polri, SAR, korban bencana alam dan kemanusiaan lainnya,” jelas Heru lagi.

Ketua MUI, KH.Amidhan, menyampaikan pentingnya semua elemen masyarakat mengantisipasi aksi penyelewengan pelaksanaan Pemilu. Terlebih, apabila perolehan suara Golput lebih tinggi daripada Pemilu sebelumnya, bisa mengakibatkan konflik horizontal. “Penyelewengan demokrasi bisa mengakibatkan chaos dan konflik horizontal. Makanya, Satgas MTA harus mampu menyukseskan Pemilu,” kata Beliau.

Al-Ustadz Ahmad Sukina menegaskan, MTA tak pernah menerima imbalan apapun terkait Pemilu. Termasuk untuk pengerahan ribuan Satgas, MTA menggunakan biaya secara mandiri yang berasal dari solidaritas warga MTA.

“Kami tidak pernah menerima imbalan apapun terkait Pemilu. Kita tetap menjaga independensi dan tidak akan terikat pada partai apa pun. Tapi kita juga mengimbau agar warga MTA memilih,” kata Beliau.

Dalam Pemilu nanti, Beliau bakal mengerahkan Satgas MTA di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memantau berjalannya proses pencoblosan dan pemungutan suara. “Kita akan bagi jumlahnya sesuai kondisi yang ada,” tambah Beliau.

Al-Ustadz meminta, agar mereka yang berkecimpung di dalam politik untuk tidak menjual ayat Alquran atau mengumbar jargon agama saat berkampanye. Pasalnya, bila itu dilakukan dikhawatirkan akan menimbulkan kebencian.

Berikut dokumentasi Apel satgas dalam gambar.

foto dok : arif (mta-bekasi), yuda (mta-colmad), fb

7 Responses to “Galeri Apel Satgas dan Kajian Akbar MTA”

  1. 7
    Teguh Setyawan Says:

    Yes

  2. 6
    arif subekhan Says:

    majuu terus MTA….SEMOGA ALLAH SELALU MEMBERI JALAN KEMUDAHAN DAN KESELAMATAN.

  3. 5
    suki Says:

    jost mta, terus berjuang menegakkan akidah sesuai Qur’an dan sunnah..maju trus mta, Alloh pasti melindungi yg hak

  4. 4
    Nur Syamsu Kurnia Says:

    Terus berjuang MTA, mari kita sama-sama jadi penegak Agama Allah yg diridhaiNya ini.

  5. 3
    Nur Syamsu Kurnia Says:

    Tiap kusampaikan ayat Al Qur’an ataupun hadits, sering dimentahkan oleh orang yang lebih percaya kitab karangan ulama/ imam terkenal. Seolah Al Qur’an dan Hadits hanya boleh disampaikan orang yang “dikenal banyak orang” sebagai imam/ Sunan/ Syeh/ Kyai/ atau apapun sebutan yang mereka sebutkan. Kalau saya tidak percaya kepada imam tertentu, itu kan tidak berdosa, karena tidak termasuk rukun imam. Secara pribadipun tidak pernah tahu, apakan orang tsb taqwa ataukah tidak. Yang penting dalam hati dan diri ini, imamku adalah Rasulullah, bukan yang lain. Insya Allah aqidah ini Allah nilai jalan lurusNya.

  6. 2
    yono Says:

    Hati yang lapang, ilmu yang luas, kesabaran yang mengemuka, semoga menghias di dalam hati segenap warga MTA, sehingga selalu tabah menghadapi fitnah dan aniyaya, dan Allah membalas dengan kesuksesan dunia dan akherat yang sangat-sangat luar biasa. Semoga Allah menghilangkan kesusahan-kesusahan, kejengkelan-kejengkelan di hati diganti dengan senantiasa dalam syukur dan bahagia, walau difitnah dan di aniyaya, selalu dimenangkan oleh Allah Tuhan semesta Alam di segenap tempat dan suasana.

  7. 1
    wardana Says:

    Ya Allah Semoga Umat Manusia Indonesia Khususnya, kau bukakan hatinya untuk mencintai dakwah Islam lewat MTA… dan semoga Ratusan Juta dan Milyaran manusia mencintai dakwah Islam lewat MTA …. bukan untuk membesarkan diri-diri yang dhoif ini….. TAPI untuk mengenalkan umat agar mengenal ENGKAU YA ALLAH…. dan kemudian umat mengetahui… bagaimana …beribadah kepada MU……. BERIMAN KEPADA MU… MENGAGUNGKAN..MU MENGUATKAN AGAMA MU dan selalu BERTASBIH KEPADAMU di waktu pagi dan petang… DALAM AMPUNAN DAN RIDHOMU…RAHMAT DAN BAROKAH MU….. aamiien….ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN… semoga dakwah ISLAM lewat MTA… semakin dimudahkan ALLAH dan dicintai segenap umat manusia di seluruh PERSADA ……aamiien

Leave a Reply