SATGAS MTA : Aksi Nyata dalam Menjawab Kepentingan Umat

 1. Sejarah dan Keberadaan.

SATGAS MTA telah ada sejak tahun 1982, tepatnya pada tanggal 11 Maret. Tatkala itu SATGAS MTA mempunyai kekuatan 7 pleton dengan seragam berwarna krem dan berbaret merah.

Empat tahun kemudian kekuatannya bertambah menjadi 47 pleton dan terus bertambah dari waktu ke waktu seiring dengan perkembangan da’wah MTA. Saat ini jumlah anggota SATGAS MTA mencapai 8000 personil yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan baret yang beraneka warna (merah, biru, hijau, orange, hitam) yang berarti cinta dan siap untuk bekerjasama dengang semua satuan aparat yang ada di pemerintah.

Di baret tersebut dilekatkan simbul Al-Qur’an sebagai manisfestasi bahwa landasan moril  mereka tidak lain hanyalah mengalamalkan apa yang diperintahkan dalam kitab petunjuk orang Islam tersebut. SATGAS MTA didirikan mempunyai dua tujuan, yaitu internal dan eksternal. Di lingkup internal SATGAS MTA berfungsi sebagai pengendali kegiatan internal MTA.

Keberadaan satgas ini sangat penting untuk mengendalikan anggota pengajian yang jumlahnya ratusan ribu orang. Adapun secara eksternal SATGAS MTA berperan membantu kepentingan keamanan dan ketertiban masyarakat yang berkoordinasi  dengan aparat terkait. Tugas eksternal satgas juga meliputi aksi sosial termasuk berperan aktif dalam membantu para korban bencana alam.

2. Eksistensi Formil
Legalitas SATGAS MTA telah terbukti kuat semenjak didirikan. Peresmian pendirian satgas pada tahun 1982 dilakukan oleh pejabat negara, yaitu Bp. Yusuf Rukhayat SH. Empat tahun kemudian dilakukan pembekalan oleh Menteri Pekerjaan Umum.

Di tahun 2003 dilakukan apel besar satgas di Alun-alun Utara Keraton Surakarta dan bertindak sebagai Pembina dan pengarah di acara tersebut adalah Sekretaris Umum Majlis Ulama Indonesia (saat itu) Prof. Dr. KH. Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, M.A.

Keterlibatan para tokoh-tokoh nasional baik sebagai pejabat negara maupun publik menunjukkan bahwa eksistensi SATGAS MTA sangat legal dan bermanfaat besar terhadap kepentingan masyarakat. Bukti konkret eksistensi formil satgas ini dikuatkan dengan digelarnya acara apel satgas saat ini , dimana apel ini dipimpin langsung oleh KAPOLRI  sekaligus disaksikan oleh Ketua MUI Pusat.

3. Sistem Komando dan Unsur-unsur Kesatuan SATGAS MTA
Mekanisme operasional SATGAS MTA dalam melaksanakan fungsinya sangatlah terstruktur dan terkontrol. Komando berasal dari satu pintu yang dipegang oleh seorang komandan satgas yang saat ini didelegasikan kepada Bp. Drs. Heru Prayitno, M.Or. Dalam menjalankan semua misinya selalu merujuk pada izin dan perintah Pimpinan Pusat MTA.

SATGAS MTA dalam rangka mengoptimalkan fungsinya maka dibentuk satuan-satuan dengan job description yang lebih spesifik. Satuan yang telah ada saat ini meliputi : Satuan Pengaman Kendaraan (Tim 246), Satuan Pengatur Komunikasi (Bankom), Satuan Upacara, Satuan Bebas Rapi, Satuan SAR, Satuan Pengendali, Satuan Keamanan.

Optimalisasi fungsi SATGAS MTA saat ini selain melalui bentukan satuan-satuan juga sangat ditentukan oleh filosofi perjuangan mereka. Jiwa dan semangat pengabdian demi menjalankan perintah agama merupakan landasan moral yang senantiasa dimiliki  oleh personil satgas. Keikhlasan, disiplin dan tanggung jawab adalah nilai-nilai yang ditanamkan oleh pimpinan pusat dan sangat disadari betul oleh semua personil satgas.

4. Aksi Nyata sebagai Bukti Multi Fungsi Satgas
SATGAS MTA merupakan lembaga teknis yang dalam menjalankan fungsinya selalu berkoordinasi tidak hanya di lingkup internal tetapi juga pihak-pihak eksternal, khususnya aparat negara.

Bentuk kegiatan yang berkerjasama dengan aparat negara dan rutin dilaksanakan sejak tahun 1982 hingga sekarang adalah TMMD. Melalui program ini banyak peran serta SATGAS MTA yang kemanfaatannya sangat dirasakan oleh masyarakat luas seperti: perbaikan jalan, pembuatan jembatan, pendirian /renovasi rumah, normalisasi selekon.

Contoh kontribusi lain dari SATGAS MTA  adalah membantu aparat keamanan negara seperti kamtibmas. Aksi nyata yang fenomenal dari SATGAS MTA adalah bantuan sosial seperti tanggap darurat bencana hingga penanganan pasca bencana.

Dalam satu dasawarsa ini saja, sudah tak terhitung jumlah aksi sosial yang telah dilakukan. Bencana terdahsyat sejak tahun 1883, yaitu Tsunami Aceh tahun 2004 dimana korban meninggal mencapai ratusan ribu orang SATGAS MTA telah turut serta dengan menurunkan ribuan personilnya. Semangat juang mereka tidak hilang walau sempat mendapat kesulitan dalam proses pemberangkatan khususnya ketika sampai di Tanjung Priuk.

Berkat pertolongan Allah melalui Menteri Perhubungan Bp. Hatta Rajasa misi kemanusiaan mereka ke Aceh dapat terwujud dengan cara perjalanan ke lokasi ditempuh menggunakan kapal laut.

Tahun 2006 SATGAS MTA bersama sejumlah relawan anggota pengajian MTA bahu membahu membantu korban gempa Jogja di wilayah Bantul dan Klaten.

Tahun 2007, SATGAS MTA melakukan aksi sosial penanganan banjir Bengawan Solo di sejumlah wilayah yang dilalui sungai terpanjang se Jawa tersebut, seperti di Kota Solo, Sukoharjo, Sragen dan beberapa daerah lain. Bukan hanya banjir Bengawan Solo saja, kiprah satgas MTA juga bencana banjir di Lahat Sumatera utara  mendapat perhatian.

Di awal tahun 2008, SATGAS MTA juga membantu korban tanah longsor di Tawangmangu Karanganyar, Tirtomoyo Wonogiri dan Temanggung.

Tahun 2010, SATGAS MTA juga mengirimkan personilnya secara maraton dan estafet saat Merapi mengalami erupsi. Hampir setiap hari selalu ada relawan yang diberangkatkan ke Cangkringan Sleman. Kegiatan satgas ketika itu turut mengevakuasi mayat korban serta mengkubur bangkai ternak yang dapat mengganggu kesehatan.

Akhir tahun 2013, tepatnya bulan Desember yang lalu, SATGAS MTA menjadi regu yang paling sigap dalam membantu mengevakuasi serta memberikan bantuan makanan siap makan kepada korban bencana banjir Gresik dan Purworejo. Bersama mereka MTA telah juga mengirim tim kesehatan yang sangat diperlukan oleh masyarakat korban bencana, hal ini terbukti dari antusiasme masyarakat dalam mendatangi posko kesehatan guna mendapatkan pelayanan.

Di awal tahun 2014 ini dimana kondisi cuaca alam mempunyai curah hujan yang ekstrim sehingga berpotensi terjadinya banjir. Wilayah Pantura seperti Kudus, Demak dan Jepara tak luput dari datangnya bencana banjir. Empati atas penderitaan merekapun telah dilakukan oleh SATGAS MTA. Dua minggu sudah satgas ini bertugas di daerah bencana banjir tersebut.

Fasilitas perahu karet yang sejak tahun 2008 telah dimiliki oleh satgas ini menjadi sangat bermanfaat dalam meringankan beban penderitaan masyarakat di lokasi banjir tersebut, khususnya di Desa Karangrowo Kecamatan Mejobo Kudus. Tidak kurang dari 6000 nasi bungkus siap makan per hari, 1 truk air minum kemasan dan dua karung besar selimut didistribusikan kepada masyarakat yang terkena bencana. Segala kegiatan sosial ini disengkuyung secara mandiri oleh segenap warga dan simpatisan MTA, tanpa adanya paksaan, sesuai dengan porsi dan kemampuan masing-masing baik diri maupun harta.  

5. Kontribusi Strategis di tahun Politik

Tahun 2014 merupakan tahun penting bagi perjalanan bangsa Indonesia. Di tahun itu akan dilaksanakan pemilihan anggota legislatif dan pemilihan presiden (pemilu) yang berarti menjadi penentu terhadap perubahan jangka 5 tahun kedepan. Kesuksesan transformasi kearah kesejahteraan akan ditentukan di tahun tersebut.

Begitu pentingnya hajatan tersebut maka satgas MTA sangat siap untuk membantu polri sebagai institusi yang paling bertanggung jawab  terhadap hajatan besar bangsa Indonesia. Terbatasnya jumlah personil polri maka bantuan dari segala unsur termasuk satgas komunitas lembaga keagamaan yang sifatnya netral sangat dibutuhkan.

Kontribusi strategis yang bisa dilakukan SATGAS MTA yaitu turut menciptakan rasa aman dan tertib terhadap jalannya pemilu baik legislatif hingga pilpres di tahun politik nanti. Selain itu membantu aparat meminimalisir gangguan-gangguan yang berpotensi mencederai pesta demokrasi tersebut.

dok foto : arif (mta-bekasi)

11 Responses to “SATGAS MTA : Aksi Nyata dalam Menjawab Kepentingan Umat”

Laman: [2] 1 » Show All

  1. 11
    Utoro Says:

    Bissmillah. Walaupun saya mantan satgas mta saya ttp mendukung aktivitas dakwah mta. Ayo saudara2ku semua ttp semangat menyebarkar AL,QUR’AN & SUNNAH smoga ALLOH melindungi & meridhoi dakwah islam yg disebarkan oleh mta walaupun banyak halangan dan rintangan ttp maju trs pantang mundur

Laman: [2] 1 » Show All

Leave a Reply