Menyerap Ilmu dan Teknologi Tanpa Kontaminasi Adat dan Budaya Penghancur Aqidah dan Moral.

Segala puji bagi hanya bagi ALLOH, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikut beliau, salam untuk seluruh Nabi dan Rasul-Nya.

Seorang Yang telah tekun membaca Kitab Suci Al-Qur’an dengan serius dan bening hati, maka akan segera mengakui memang Al-Qur’an Adalah dari sisi ALLOH SWT Tuhan semesta Alam, Tuhan yang Maha Suci, Tuhan yang Maha Tinggi Maha Mulia.

Al-Qur’an telah menjelaskan tentang Siapa ALLOH, Dialah Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan Yang Maha Perkasa, Tuhan Yang Maha  Bijaksana,  Yang Maha Pengasih Penyayang, Yang Maha Adil, Yang Maha Gagah, dst Dan Dia lah pencipta, pemelihara dan pemilik Semesta Alam Raya. Segala puji hanya bagi ALLOH.

Seorang muslim harus tidak phobi dan tidak alergi menyerap segenap ilmu dan teknologi yang ada, dengan catatan bahwa seluruh ilmu tersebut adalah digunakan untuk semakin tekun beribadah kepada ALLOH, semakin kuat dalam menggapai kebahagiaan di dunia dan di akherat. Pada hakekatnya seluruh ilmu yang ada di segenap penjuru jagat raya adalah ilmu ALLOH SWT.dan bahkan ilmu ALLOH sangat luas tak terbatas, sebagimana firman-Nya

 

قُل لَّوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَاداً لِّكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَن تَنفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَداً ﴿١٠٩﴾

 

Katakanlah:”Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula). (QS. 18:109)

 

وَلَوْ أَنَّمَا فِي الْأَرْضِ مِن شَجَرَةٍ أَقْلَامٌ وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِن بَعْدِهِ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَّا نَفِدَتْ كَلِمَاتُ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ ﴿٢٧﴾

 

Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 31:27)

 

Bila Manusia mau menggunakan aqalnya betapa ALLOH SWT adalah dzat Yang Maha Esa dan Maha Luar Biasa, segala puji hanya untuk-Nya. Betapa Alam Raya yang memiliki jumlah Tera Trilyun bintang dan bermilyard Galaksi, dan seluruh makhluq yang telah ALLOH ciptakan, semua adalah ciptaan dzat yang Maha Tunggal, yang Maha Gagah Perkasa, yang Maha Penyantun, yang Maha Tinggi dan Mulia. Segala puji hanya bagi ALLOH SWT.

ALLOH telah mengenalkan berbagai teknologi yang dapat digunakan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari, ALLOH ilhamkan kepada manusia baik dalam bentuk benda hidup dan benda mati sebagaimana firman-Nya

 

أَفَلَا يَنظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ ﴿١٧﴾ وَإِلَى السَّمَاء كَيْفَ رُفِعَتْ ﴿١٨﴾ وَإِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْ ﴿١٩﴾ وَإِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ ﴿٢٠﴾

Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan, (QS. 88:17)

Dan langit, bagaimana ia ditinggikan (QS. 88:18)

Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan (QS. 88:19)

Dan bumi bagaimana ia dihamparkan (QS. 88:20)

 

إِنَّ رَبَّكُمُ اللّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثاً وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلاَ لَهُ الْخَلْقُ وَالأَمْرُ تَبَارَكَ اللّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ ﴿٥٤﴾

 

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Tuhan semesta alam. (QS. 7:54)

 

قُلْ أَئِنَّكُمْ لَتَكْفُرُونَ بِالَّذِي خَلَقَ الْأَرْضَ فِي يَوْمَيْنِ وَتَجْعَلُونَ لَهُ أَندَاداً ذَلِكَ رَبُّ الْعَالَمِينَ ﴿٩﴾ وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ مِن فَوْقِهَا وَبَارَكَ فِيهَا وَقَدَّرَ فِيهَا أَقْوَاتَهَا فِي أَرْبَعَةِ أَيَّامٍ سَوَاء لِّلسَّائِلِينَ ﴿١٠﴾ ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاء وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلْأَرْضِ اِئْتِيَا طَوْعاً أَوْ كَرْهاً قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِينَ ﴿١١﴾ فَقَضَاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ فِي يَوْمَيْنِ وَأَوْحَى فِي كُلِّ سَمَاء أَمْرَهَا وَزَيَّنَّا السَّمَاء الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَحِفْظاً ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ ﴿١٢﴾

 

Katakanlah:”Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya (Yang bersifat) demikian itulah Tuhan semesta alam”. (QS. 41:9)

Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuninya) dalam empat masa.(Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya. (QS. 41:10)

Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi:”Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”.Keduanya menjawab:”Kami datang dengan suka hati” (QS. 41:11)

Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (QS. 41:12)

 

 

وَلَقَدْ خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَمَا مَسَّنَا مِن لُّغُوبٍ ﴿٣٨﴾

Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan. (QS. 50:38)

 

Sungguh Kalimat Dua, Empat Dan enam  di dalam ayat-ayat diatas menggelitik akal manusia untuk memahami proses terciptanya alam raya, kemudian apa yang perlu dilakukan oleh manusia agar selamat di dunia dan disisi ALLOH adalah, manusia perlu menekuni kitab suci Al-Qur’an, kemudian menyelaraskan segala keinginan dirinya diselaraskan dengan kehendak ALLOH atas dirinya.

 

Manusia perlu menyelaraskan segala tingkah laku jiwa dan raganya dengan segala nasehat yang telah ALLOH nasehatkan kepada mereka, sebagai contoh misalnya manusia diperintah untuk selalu dalam kebaikan dan dalam ketaatan kepada ALLOH SWT, sebagaimana firman-Nya

 

وَاعْبُدُواْ اللّهَ وَلاَ تُشْرِكُواْ بِهِ شَيْئاً وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَاناً وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالجَنبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالاً فَخُوراً ﴿٣٦﴾

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. (QS. 4:36)

 

 

Demikian pula dalam masalah menggunakan ilmu dan teknologi, agar semuanya itu diarahkan kepada kepatuhan kepada ALLOH SWT, sebagaimana firman-Nya

 

وَالَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا وَجَعَلَ لَكُم مِّنَ الْفُلْكِ وَالْأَنْعَامِ مَا تَرْكَبُونَ ﴿١٢﴾ لِتَسْتَوُوا عَلَى ظُهُورِهِ ثُمَّ تَذْكُرُوا نِعْمَةَ رَبِّكُمْ إِذَا اسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَتَقُولُوا سُبْحانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ ﴿١٣﴾ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ ﴿١٤﴾

Dan Dia Yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan dan menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi. (QS. 43:12)

Supaya kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan supaya kamu mengucapkan:”Maha Suci Dia yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya (QS. 43:13)

dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami”. (QS. 43:14)

 

dan ALLOH pulalah yang menguji manusia, ALLOH telah menciptakan syaitan sebagi musuh manusia, dan selalu saja syaitan mengajak manusia untuk durhaka kepada ALLOH SWT, dan ALLOH pula yang memberi perlindungan kepada manusia dari jalan-jalan celaka yang diajakkan syaitan, sebagaimana firman-Nya.

 

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوّاً إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ ﴿٦﴾

Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. (QS. 35:6)

 

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءنَا أَوَلَوْ كَانَ الشَّيْطَانُ يَدْعُوهُمْ إِلَى عَذَابِ السَّعِيرِ ﴿٢١﴾

Dan apabila dikatakan kepada mereka:”Ikutilah apa yang diturunkan Allah”.Mereka menjawab:”(Tidak), tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya”. Dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaitan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)? (QS. 31:21)

 

Apakah manusia akan tetap berkeras kepala menentang ALLOH Tuhan Yang Maha Mulia dan bahkan terus mengikuti bujukan syaiton yang mencelakakan manusia kedalam siksa api yang menyala nyala? Apakah manusia akan menggunakan nikmat-nikmat dari ALLOH untuk terus menerus menentang ALLOH SWT ??

 

أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَن لَّا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ ﴿٦٠﴾ وَأَنْ اعْبُدُونِي هَذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيمٌ ﴿٦١﴾ وَلَقَدْ أَضَلَّ مِنكُمْ جِبِلّاً كَثِيراً أَفَلَمْ تَكُونُوا تَعْقِلُونَ ﴿٦٢﴾ هَذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ ﴿٦٣﴾ اصْلَوْهَا الْيَوْمَ بِمَا كُنتُمْ تَكْفُرُونَ ﴿٦٤﴾ الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ ﴿٦٥﴾

Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagi kamu”, (QS. 36:60)

dan hendaklah kamu menyembah-Ku.Inilah jalan yang lurus. (QS. 36:61)

Sesungguhnya syaitan itu telah menyesatkan sebagaian besar diantaramu. Maka apakah kamu tidak memikirkan? (QS. 36:62)

Inilah Jahannam yang dahulu kamu diancam (dengannya). (QS. 36:63)

Masuklah kamu ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya. (QS. 36:64)

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksian kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. (QS. 36:65)

 

Bila manusia sudah terus menerus tekun untuk mempelajari, menghayati, memahami dan mengamalkan petunjuk ALLOH Al-Qur’an, tentu manusia  di jaman ini akan menemukan kemuliaan dan kebahagiaan yang luar biasa. Sebaliknya bila manusia di jaman ini dengan segala ilmu dan teknologi yang telah terbuka, kemudian digunakan untuk memperbesar pemuasan hawa nafsunya, maka akan mempercepat datangnya kesengsaraan dan kesusahan sejak di dunia dan di akherat.

Wahai manusia bila kamu hendak menentang ALLOH, maka akhir dari perjalanan euphoria manusia itu hanya akan terjepit di dalam jurang-jurang neraka, dalam kobaran api neraka yang sangat mengerikan dan menyengsarakan.

Marilah kita umat manusia kembali tekun mempelajari, memahami, menghayati Al-Qur’an dan As-Sunnah, untuk kemudian segala aktifitas dari detik ke detik hidup di dunia ini diwarnai dengan petunjuk ALLOH tersebut. Jangan pernah kita merasa bangga dengan budaya-budaya yang kita ciptakan sendiri, adat-adat yang kita ciptakan sendiri atau sekedar adat dan budaya buatan manusia dan kita merasa aman dengannya.

Telitilah terlebih dahulu dengan cermat budaya dan adat yang kita akan serap dan akan kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari, apakah selaras dengan petunjuk ALLOH atau tidak, bila tidak maka harus bersegera kita tinggalkan dan kita harus segera kepada budaya dan adat yang di bolehkan oleh ALLOH.

Seorang yang ingin selamat dan bahagia di dunia dan di akherat harus selektip menyerap budaya dan adat yang pada saat ini telah dengan cepat mengglobal. Dengan ilmu dan teknologi pada saat ini telah terjadi pembauran budaya dan adat manusia se dunia.

Namun tetap saja budaya dan adat dari  bangsa-bangsa manapun atau suku-suku  manapun bila budaya dan adat itu tidak sesuai dengan bimbingan dan petunjuk ALLOH dan Rasul-Nya,  walaupun nampak menyenangkan tapi  semua itu akan berakhir di tempat yang sama, yaitu di neraka, di dalam api yang menyala-nyala

 

وَإِذَا مَسَّ الْإِنسَانَ ضُرٌّ دَعَا رَبَّهُ مُنِيباً إِلَيْهِ ثُمَّ إِذَا خَوَّلَهُ نِعْمَةً مِّنْهُ نَسِيَ مَا كَانَ يَدْعُو إِلَيْهِ مِن قَبْلُ وَجَعَلَ لِلَّهِ أَندَاداً لِّيُضِلَّ عَن سَبِيلِهِ قُلْ تَمَتَّعْ بِكُفْرِكَ قَلِيلاً إِنَّكَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ ﴿٨﴾

Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Dia memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang dia pernah berdo’a (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu, dan dia mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah:”Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu; sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka”.’ (QS. 39:8)

 

Banyak manusia yang mengaku muslim tidak selektif dalam menikmati tayangan-tayangan siaran MULTIMEDIA dan siaran TV publik, yang diantaranya berisi intertainmen yang mengajak manusia untuk tertawa-tawa  dan lalai dengan kehidupan akherat, dan disana sini banyak penyimpangan Aqidah dan Moral telah dilakukan.

Demikian pula banyak tayangan-tayangan fiksi yang membangunkan imajinasi manusia kearah kemusyrikan, dan menjadikan manusia terkotori Aqidahnya dengan tayangan-tayangan tersebut.  Dan masih banyak lagi jenis-jenis tayangan yang menyimpang yang diputar berkali-kali yang mengakibatkan hilangnya iman di hati orang yang melihatnya.

Demikianlah kekalahan seseorang yang mengaku beragama Islam kalah dengan hiburan dunia yang sementara dan kalah dengan daya tarik pundi-pundi materi yang didapat dengan cara membuang rasa malu dan  iman dihati.

Segala puji hanya bagi ALLOH, tinggal kita manusia di jaman ini, apakah kita akan taat kepada ALLOH ataukah kita akan kafir kepada ALLOH,  Segala penyimpangan negatip yang dilakukan oleh manusia akibat buruknya akan kembali pada diri masing-masing.

Dan janganlah orang-orang yang mendapat siksa di akherat nanti,  mereka di akherat menyalahkan para pemberi nasehat. Bahkan di dunia ini mereka telah melawan kepada pemberi nasehat yang hendak menasehati mereka, bahkan  mereka melawan orang-orang yang mengajak kembali kepada jalan yang di ridhoi ALLOH SWT.           Wallahu a’lam.

 


One Response to “Menyerap Ilmu dan Teknologi Tanpa Kontaminasi Adat dan Budaya Penghancur Aqidah dan Moral.”

  1. 1
    ujang Says:

    subhanalloh…like ilmunya.

Leave a Reply