Dakwah Menyampaikan KEBENARAN

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?”  [QS. Fushshilat : 33]    

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Kata DA’WAH (DAKWAH) dalam bahasa ‘Arab berasal dari kata  Da’aa – Yad’uu – Da’watan  (Da’wah) yang berarti    seruan/panggilan. Menurut istilah Dakwah berarti seruan untuk memeluk, mempelajari dan mengamalkan agamanya  (Islam).

Sesuai dengan kodratnya pada hakikatnya semua manusia terlahir sama, yaitu dalam keadaan fithroh/suci yang disempurnakan dengan hati dan akal.  Selanjutnya Allah memberikan  dua jalan yaitu jalan kefasikan dan ketakwaan.

7. Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), 8. Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. [QS. Asy-Syams : 7–8]

وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا (٧)فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا

19. Dari setetes mani, Allah menciptakannya (manusia) lalu menentukannya (fase-fase kejadiannya, umurnya, rezkinya, dan nasibnya). 20. Kemudian Dia memudahkan jalannya. (untuk menjalani jalan yang  benar atau jalan yang sesat). [QS. ‘Abasa : 19–20]

مِنْ نُطْفَةٍ خَلَقَهُ فَقَدَّرَهُ (١٩)ثُمَّ السَّبِيلَ يَسَّرَهُ

Pada awal  kehidupannya di dunia, manusia tidak mengetahui apa itu iman dan apa itu Islam, mana yang baik dan mana yang buruk. Oleh karena itu Allah menurunkan petunjuk dan mengutus seorang Rosul untuk menunjukkan/ membimbing ummat manusia itu ke jalan kebenaran, keimanan/ketaqwaan. Dalam kontek inilah Rosul dan generasi penerusnya dinamakan Da’i (orang yang berdakwah).

Pada dasarnya dakwah adalah tugas yang mulia karena mengemban amanat dari Allah swt. Nabi Muhammad adalah Rasul Allah yang terakhir yang diutus  untuk menyampaikan petunjuk kebenaran kepada manusia dengan Al-Qur’an.

 

PERINTAH BERDAKWAH
F
irman Allah SWT :

Dan Kami turunkan kepadamu Al-Qur’an, agar kamu menerangkan kepada ummat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkannya.  [QS. An-Nahl : 44]

Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. [QS. Al-Maidah : 67]

Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran, sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungan jawab) tentang penghuni-penghuni neraka. [QS. Al-Baqarah : 119]

Rasulullah SAW dalam mengemban amanah risalah dari Allah SWT tidak mungkin menyampaikan kepada semua orang satu per satu dari satu tempat ke tempat lain, dari waktu ke waktu hingga masa kini, namun  sahabat dan umatnya berperan sebagai pem bantu dan penerus dakwahnya, sehingga setiap pribadi muslim adalah generasi dakwah yang di pandangan Allah juga menempati derajat yang mulia. Oleh karena itu nabi mendidik, membina dan menyiapkan generasi tersebut serta menempatkannya pada posisi yang terhormat.

Nabi SAW bersabda : Dari Utsman (bin Affan) RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya”. [HR. Bukhari juz 6, hal. 108]

Dari Abdullah bin ‘Amr, bahwasanya Nabi SAW bersabda, “Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat”. [HR. Bukhari juz 4, hal. 145]

Orang-orang yang mendapat pelajaran dari nabi Muhammad saw. baik secara langsung maupun tidak langsung mempunyai tanggung jawab untuk  menyampaikan kepada orang yang lainnya lagi sesuai dengan pengetahuan dan kemampuannya, sehingga tugas dakwah ini merupakan mata rantai dari waktu ke waktu, dari generasi ke generasi hingga akhir zaman nanti.

Orang yang mendengar langsung dari sumbernya supaya menyampaikan kepada orang lain apa adanya sesuai dengan sumber aslinya karena orang yang menerima pelajaran berikutnya itu mungkin saja lebih memahami apa yang dimaksud oleh sumber aslinya daripada yang menerima langsung pertamakalinya.

Dari Ibnu Mas’ud RA, ia berkata : Saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Semoga Allah memberi kebaikan kepada orang yang mendengar sesuatu dariku lalu menyampaikannya sebagaimana ia mendengarnya, karena kadangkala orang yang diberi penyampaian itu lebih bisa memahami daripada orang yang mendengar langsung”. [HR. Tirmidzi juz 4, hal. 142, no. 2795, ia berkata : “Ini hadits Hasan Shahih”]

Orang yang berdakwah dengan lantaran dakwahnya menjadikan seseorang mendapatkan hidayah/petunjuk dari Allah swt, dia mendapatkan pahala kebaikan di hadapan Allah yang tak ternilai harganya, lebih dari barang yang berharga di dunia walau itu berupa unta merah atau mobil terbaik/terindah sekalipun.

Dari Sahl bin Sa’ad bahwasanya Rasulullah SAW bersabda (kepada Ali RA), “Demi Allah, sungguh Allah memberi petunjuk kepada satu orang lantaran kamu, itu lebih baik

 bagimu dari pada kamu mendapatkan onta merah”. [HR. Bukhari juz 4, hal. 207; Muslim juz 4, hal. 1872]

Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa yang mengajak orang kepada suatu petunjuk (jalan yang baik), maka dia mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang mengikutinya, dengan tidak mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan, maka dia mendapatkan dosa seperti dosa-dosanya orang yang mengikutinya, dengan tidak mengurangi dosa-dosa mereka sedikitpun”. [HR. Muslim juz 4, hal. 2060]

 

DAKWAH MENYERU KEPADA YANG MAKRUF DAN MENCEGAH KEMUNKARAN
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung
. [QS. Ali Imron : 104]

 Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.  [QS. Ali Imran : 110]

 

DAKWAH DENGAN IKHLASH TIDAK MENGHARAP BALASAN DUNIAWI

Karena nilai/pahala dari aktifitas dakwah itu sangat tinggi, maka para juru dakwah tidak mengharapkan upah/balasan yang bersifat duniawi. Mereka hanya mengharapkan balasan dari Allah swt.

Katakanlah, “Aku tidak meminta upah sedikitpun kepada kamu dalam menyampaikan risalah itu, melainkan (mengharapkan kepatuhan) orang-orang yang mau mengambil jalan kepada Tuhan nya”.  [QS. Al-Furqan : 57]

JANGAN MAU DIHALANGI  DALAM BERDAKWAH
Dan janganlah sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari (menyampaikan) ayat-ayat Allah, sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu, dan serulah mereka kepada (jalan) Tuhanmu, dan janganlah sekali-sekali kamu Termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.
[QS. Al-Qashash : 87]

KETEGASAN NABI DALAM BERDAKWAH
Berdakwah harus istiqomah, mujahadah, tabah dan tegas. Ketegasan tidak identik dengan kekerasan. Tegas sangat berpegang pada prinsip kebenaran, mempunyai pendirian tidak mudah digoyahkan dan dipengaruhi sesuatu yang bersifat  duniawi yah/kesenangan sesaat dan sementara.

Ketika nabi berdakwah, orang kafir Quraisy menawarkan harta, tahta dan wanita dengan imbalan berhenti berdakwah. Maka nabi menolaknya dan bersumpah sean- dainya mereka dapat meletakkan matahari di tangan kanannya dan bulan di tangan kirinya, tak akan berhenti dari dakwah atau binasa karenanya.

~oO[ @ ]Oo~

Dimuat di Radar Solo, 24 Januari 2014

 


3 Responses to “Dakwah Menyampaikan KEBENARAN”

  1. 3
    wardana Says:

    Ya Allah Engkau lah yang menguatkan hambaMu di BolaanMongondo ………… Untuk mencintai dan mengundang dakwah MTA di tempat mereka,…….. untuk meningkatkan penghambaan kami kepada MU… ya Allah semoga segera menyusul daerah-daerah lain yang Engkau tunjuki mereka untuk mencintai dakwah MTA …………untuk teguh tegak berdiri di daerah-daerah mereka … atas ridho dan petunjuk MU pada kami semua… hamba-hamba Mu yang sangat lemah ini …………sangat membutuhkan Rahmat dan Barokah dari sisi MU …ya Allah kabulkanlah do’a kami yang lemah ini….. ya Allah tanamkan keikhlasan dihati kami sekuat kuatnya……..aamien…

  2. 2
    FW Says:

    Tinggal sekarang kita tanyakan kpd diri kita, “BERANI ATAU TIDAK?” Ingat! ‘Setiap yg bernyawa akan merasakan MATI. Kemudian hanya kpd Kami kamu dikembalikan.’QS.29:57

    Trimakasih All.ustad sudah mengingatkan Tugas Manusia yg Mulia didunia => sbg mata rantai untuk Menyampaikan DAKWAH sesuai al_Qur’an & as-Sunnah.

  3. 1
    SUDARDI Says:

    Semoga Dakwah MTA Senantiasa diridhai Alloh para pimpinannya terjaga keikhlasannya, sehingga menjadi kekuatan dalam menjalankan rada dakwah dengan segala hambatan, tantangan yang menghadang .

Leave a Reply