Pengajian MTA di Kebumen dibanjiri 7000 pengunjung

Kebumen (14/1/14). Dalam rangka mengembangkan syi’ar Islam, Majlis Tafsir Al-Quran (MTA) bekerjasama dengan Radio Purbawangi mengadakan acara Pengajian Umum dan  jumpa pendengar setia radio, dengan pimpinan pusat MTA Ustadz Drs. Ahmad Sukina.

Acara yang digelar di Benteng Van Der Wijck Kebumen ini benar-benar menyedot perhatian ribuan pengunjung. Benteng bersejarah yang dibangun abad 18 dengan warna bangunan yang dominan merah ini menambah suasana hari itu makin semarak.

Panitia penyelenggara menyediakan brosur kajian untuk  dua ribu pengunjung, namun tidak disangka-sangka pengunjung yang datang mencapai tujuh ribu orang lebih. Hal ini tentunya diluar perhitungan panitia penyelenggara. “Kami tidak menyangka masyarakat dan pendengar setia radio sangat antusias mengikuti acara ini, sesuatu yang sangat luar biasa karena masyarakat Kebumen ternyata mampu dan mau menerima siaran kami”, seperti yang diungkapkan bapak Kunaji pengunjung sekaligus keluarga dari pemilik radio Purbawangi ini.

Dalam kesempatan ini Ustadz Sukina menegaskan kembali tentang berita yang beredar di kalangan masyarakat yang mengatakan bahwa MTA menghalalkan anjing, zina lebih baik dari pada tahlilan atau mauludan, adalah berita bohong dan fitnah yang dilontarkan salah seorang kyai yang juga dosen di Malang. Ustadz Sukina dalam paparan selanjutnya sangat menyayangkan, kenapa ummat Islam mudah sekali terpedaya oleh berita bohong tanpa tabayyun dulu. Banyak kejadian yang membuat kita mesti lebih prihatin lagi, di beberapa tempat pengajian MTA dibubarkan dan dihalangi, bahkan oleh aparat ataupun pejabat. “Tidak takutkah mereka terhadap murka Allah atas apa yang mereka perbuat?”, cetus salah seorang pengunjung yang merasa terusik hatinya. Kemudian ustadz menyambung dengan menyampaikan satu ayat dalam Al-Quran surat An-Nur : 15.

اِذْ تَلَقَّوْنَه بِاَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُوْلُوْنَ بِاَفْوَاهِكُمْ مَّا لَيْسَ لَكُمْ بِه عِلْمٌ وَّ تَحْسَبُوْنَه هَيِّنًا وَّ هُوَ عِنْدَ اللهِ عَظِيْمٌ. النور

(Ingatlah) diwaktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar. (QS An-Nuur 15).

Ketika berlangsungnya acara inti yaitu taushiyah yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Sukina, di dalam gedung para pengunjung sangat antusias mendengarkan,  sekalipun harus berdesakan mereka tetap tertib dan rapi. Sedang di luar gedung pengunjung yang meluber yang tidak tertampung oleh tenda-tenda yang disediakan penitia.

Namun demikian mereka boleh menempati teras, dan pelataran bangunan disekitar gedung. Suasana makin semarak dengan berjalannya waktu. Dan menjadikan pengunjung semakin berusaha mendekat pintu maupun jendela untuk menyaksikan secara langsung seperti apa sosok ustadz yang ceramahnya mampu membangkitkan semangat hidup Islami.

Bahkan ada beberapa pengunjung yang sampai memohon untuk diberi kesempatan melihat dan berjabat tangan langsung dengan Ustadz, tidak peduli terik matahari yang kian menyengat,  dan ada yang matanya berkaca-kaca hampir menangis manakala di suruh agak menjauh oleh petugas. “Pak…, saya ini pingin lihat betul seperti apa wajah pak kyai Sukina, selama ini hanya dengar suaranya di radio thok….. mumpung ada disini pak…., boleh masuk ya pak…..?”, teriak salah seorang pengunjung dari tengah-tengah kerumunan dengan dialek khas Banyumasan.

Tetapi karena keadaan sudah tidak memungkinkan untuk masuk karena gedung sudah penuh sesak, maka dengan berat hati mereka semua disuruh untuk tetap tertib dan bershabar serta mengikuti acara dari luar gedung.

Keadaan mereda setelah pengunjung diberitahu bahwa setelah taushiyah selesai akan diadakan tatap muka dengan ustadz yang mereka idolakan. Maka penyelenggara berusaha menyiapkan tratag untuk acara spesial ini. Begitu acara tatap muka dimulai pengunjung berusaha berebut untuk mendekat, dan berusaha untuk dapat jabat tangan dengan Ustadz dan Dandim Kebumen yang mendampingi. Hampir semua pengunjung yang mendekat berusaha mengabadikan moment yang menggembirakan ini.

Mengawali tatap muka ini Ustadz Ahmad Sukina memperkenalkan dirinya dan memberi salam “Assalaamu ‘alaikum warohmatululloohi wa barokaatuh, bapak-bapak, ibu-ibu, saya bersama pak Komandan Kodim Kebumen, nderek tepang, saya yang bapak-bapak dan ibu-ibu sering dengar suaranya di radio persada atau juga di radio Purbawangi. saya pimpinan pusat MTA yang setiap ahad pagi, ada di gedung pusat MTA di Surakarta”.

Demikian sapaan ustadz sambil melambaikan tangan, dan disambut pengunjung. “Hadap sini pak kyai……”, teriak seorang ibu dari balik kain pembatas sambil mengacungkan HP untuk memotret. Dan teriakan ini diikuti ibu-ibu lain yang berebut memotret. Dan sesekali ustadz menebarkan senyum khasnya,  menyambut antusias pengunjung.

“Di sebelah saya ini,  pak Komandan Kodim Kebumen,  kami persilahkan menyapa bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian”,  kemudian ustadz Ahmad Sukina bergeser mengambil posisi disebalah kanannya.

Kemudian dalam kesempatan ini, Dandim Kebumen Letkol Dany Rakca  menyapa pengunjung dengan nasehat dan himbauannya  “Ada tiga hal yang akan saya sampaikan”. Suaranya tegas dan lantang

“Pertama yang akan saya sampaikan adalah: bahwa bangsa indonesia sampai dengan tegaknya hari ini karena mayoritas penduduknya  adalah ummat muslim, dan dengan ummat lainnya bersatu dan berikrar tetap mempertahankan NKRI”.

“Yang kedua bahwa bangsa indonesia hingga saat ini  patut bersyukur kepada Allah SWT dan saling menjaga  silaturahmi,  tenggang rasa, bertoleransi, dan menjaga ukhuwahnya Islamiyah dalam kehidupan sehari-hari dari. Dan tidak perlu berdebat yang kontradiksi. Perbanyaklah mufakat dan jangan jadikan perbedaan menjadikan perpecahan”.

“Yang ketiga memohon pada jamaah untuk menjaga toleransi kepada saudara-saudara yang lain dalam kontek NKRI”.

Demikian tukasnya mengakhiri tatap muka sekaligus mengakhiri keseluruhan acara.  Dan pengunjungpun membubarkan diri dengan tertib, nampak kepuasan diwajah  mereka setelah bisa bertatap muka langsung dengan pimpinan pusat MTA. Demikian juga dibalik kelelahan terbersit kegembiraan diwajah ustadz Ahmad Sukina yang samasekali tidak menyangka kedatangannya mendapatkan sambutan luar biasa dari para penggemarnya. (nDaru)

Lain di kebumen lain pula di Magetan

Magetan (15/1/14). Ratusan warga desa Banjarejo, kecamatan Barat, Magetan nyaris bentrok dengan ratusan jamaah MTA. Peristiwa ini terjadi lantaran warga desa Banjarejo menolak kedatangan ratusan warga MTA yang akan menggelar kegiatan  pengajian di rumah Amir Sari, salah seorang janda warga MTA. Sementara itu kasubbag Humas Polres Magetan AKP Susilo Budi Santoso mengatakan, massa MTA terpaksa disuruh pulang dan membatalkan pengajian sebelum warga emosi dan menyerang mereka. “Kita terpaksa memulangkan jamaah MTA  dari pada nanti terjadi benturan” ujar kasubbag Polres Magetan AKP Susilo Budi Santoso. (suara muslim.com).

Di lain pihak, Suyatno sebagai ketua MTA perwakilan Magetan sangat menyayangkan tindakan penghentian pengajian ini. Dia menunjukkan surat edaran dari pemkab Magetan dengan nomor : 200/406/203.402/2013. Dalam salah satu point surat edaran tersebut adalah :

“Antara elemen pemerintah dan masyarakat diharapkan untuk tidak mengeluarkan pernyataan dan melakukan tindakan yang dianggap menghambat atau mengancam kebebasan berkumpul dan berserikat, menerbitkan aturan tertulis yang dianggap membatasi kebebasan masyarakat dalam menjalankan agama termasuk tindakan diskriminatif dalam hal gender, etnis atau terhadap kelompok rentan lainnya”.

Dalam hal ini Suyatno juga mempertanyakan  tentang sikap aparat penegak hukum yang dirasa tidak adil. Kenapa orang yang mau ngaji kok yang dihalau, bukan mereka yang menghalangi yang dihalau. “Namun demikian, kami tidak akan pernah berhenti melakukan kegiatan pengajian, apapun resikonya” tukasnya penuh semangat.

“Kami tidak takut, takut kami hanyalah pada Allah semata, kalaupun ada aparat yang tidak berpihak pada kami, tentulah Allah akan memberikan kemudahan bagi kami” kemudian dia melanjutkan, “Nyatanya Jendral Pol. Anton H Tabah, staf khusus Kapolri bidang intelejen yang menyelidiki tentang MTA menyatakan dengan tegas bahwa MTA itu tidak sesat seperti yang diisukan ke publik, dan juga berbagai kalangan baik itu tokoh agama maupun tokoh masyarakat yang mengakui tentang keberadaan MTA. Bahkan yang meresmikan gedung pusat MTA adalah presiden SBY. Apakah segegabah itu seorang Presiden meresmikan aliran sesat seperti yang dituduhkan?. Ataukah aparat penegak hukum yang tidak faham, bagaimana harus bersikap.?

Semoga peristiwa ini menjadikan kita lebih semangat lagi dalam menegakkan dienullah, hambatan dan rintangan akan menjadikan kita jauh lebih kuat. Di satu daerah kita ditentang, akan tetapi di daerah-daerah lain MTA tumbuh pesat, bahkan di Kebumen banyak sekali simpatisan dari warga sekitar yang bejumlah tujuh ribu lebih antusias menyambut kehadiran MTA di tengah-tengah mereka.

Dalam mensikapi peristiwa di Magetan pimpinan MTA  ustadz Ahmad Sukina menegaskan kepada pengurus perwakilan untuk menempuh upaya keadilan dengan melayangkan nota protes kepada jajaran birokrat terkait sampai kepada Presiden, atas  kesewenang-wenangan aparat didaerah.

“Mudah-mudahan dengan demikian kita akan mendapatkan perlindungan hukum yang sama sebagai bangsa indonesia, dan masih bisa berharap bahwa hukum masih bisa ditegakkan, dan dijadikan panglima di negeri ini. Karena saat ini kita hidup dalam masa krisis akhlaq yang demikian parah, kemaksiyatan ada dimana-mana, banyak pemuka-pemuka negeri ini yang terbelit masalah korupsi, kolusi dan nepotisme, sehingga kita harus bertekad untuk memperbaiki generasi muda kita, dan jangan pernah menyerah untuk menyiarkan Qur’an dan Sunnah, karena itulah petunjuk yang diwariskan Nabi Muhammad SAW kepada kita, yang menjamin tidak akan sesat selama-lamanya apabila kita jadikan Qur’an dan Sunnah untuk diikuti, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Demikian yang selalu disampaikan dalam setiap taushiyahnya”. (nDaru)


5 Responses to “Pengajian MTA di Kebumen dibanjiri 7000 pengunjung”

  1. 5
    moh.karsiyanto Says:

    assalamu’alaikum sahabat MTA , saya usul agar pengajian akbar cabang MTA mengikutkan ulama setempat sebagai salahsatu pembicara serta mengundang perangkat desa agar ukuwah tetap terjaga

  2. 4
    SUDARDI Says:

    Lembaga Dakwah sebagaimana Yayasan MTA punya tugas yang cukup berat dalam menyebar luaskan ilmu Alloh ditengah-tengah kehidupan umat yang telah terkontaminasi oleh penyakit Wahn ( cinta duni lupa kaherat ) , Maka ikhlasan , kesabaran untuk mendakwahkan agama kepada masyarakaat adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan umut Islam. selain dari itu kita harus membangun persatuan dan kesatuan , saling percaya, menjaga kejujuran, ada ketaatan.semoga Alloh memulyakan kita,
    Rintangan, hambatan dalam berdakwah merupakan sunatulloh … maka bagi penegak kebenaran menyadari sepenuhnya … selamat perjuang fisabilillah Alloh SWT beserta kita pertolongan Alloh dekat … Alloh Pasti memenangkan kita Aamiin .

  3. 3
    imam Says:

    Maju terus Dakwah MTA Apapun Rintangan itu Ujian Buat Umatnya yg Beriman.

  4. 2
    Wardana Says:

    ingat seluruh saudaraku………Doa orang didzalimi itu didengar oleh Allah………….. Ya Allah cintakanlah seluruh orang di GRESIK…SIDOARJO…MAGETAN … dan sekitarnya…… bersegera berbondong bondong mencintai dakwah MTA… Ya Allah… bukakan ratusan dan ribuan cabang pengajian MTA di GRESIK dan SIDOARJO..MAGETAN dan sekitarnya…… untuk mengaji dan untuk beribadah kepadamu dengan ikhlash… selalu BERIMAN KEPADA MU.. MENGAGUNGKAN MU … MEMUJI..MU dan SELALU BERTASBIH KEPADAMU… dan beribadah dengan ikhlash kepada MU… menjadi hamba MU yang engkau Cintai….. penuh dengan BAROKAHMU…..aamien….

  5. 1
    abdullah Says:

    Ya Allah Tuhan Yang Maha Pengasih… Bukakanlah Hati kami seluruh masyarakat Indonesia, untuk senang menerima dakwah MTA… dakwah mengajak taat kepada MU… Dakwah untuk mengajak mengikuti Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai tuntunan Rasulullah Muhammad SAW…. Ya Allah bukakanlah hati seluruh masyarakat Indonesia… Untuk terus berbondong-bondong… cinta mengaji dan menghayati serta mengamalkan Al-Qur’an dan As-Sunnah… Ya Allah cintakan manusia kepada dakwah MTA yang mengajak manusia untuk taat kepada MU dan … cintakan mereka untuk bersegera berbondong-bondong mengikuti dan mendukung pengajian MTA ini…..agar kami selalu beriman kepadaMu, menguatkan agamaMu dan selalu bertasbih kepadaMU di waktu pagi dan petang………aamiien.

Leave a Reply