JANGAN Alergi Terhadap SYARIAT

jangan-alergi-syariat

Islam itu indah. Keindahan Islam itu nampak indah dari aqidahnya yang sempurna dan syari’at yang mengatur aturan main kehidupan manusia yang memungkinkan manusia sebagai pribadi tumbuh menjadi manusia yang berakhlaq mulia dan sebagai bangsa menjadi bagsa yang unggul.

Rasulullah SAW dan para shahabatnya telah membuktikannya dalam kehidupan nyata. Sehingga Allah memberikan pujian kepada Rasulullah SAW sebagai manusia yang berakhlaq agung dan menjadikan beliau sebagai teladan yang indah (uswatun hasanah). [QS Al-Ahzaab : 21]

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا (٢١)

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.

Allah juga telah memberikan pujian kepada para shahabat yang mengamalkan syari’at Islam sebagai bangsa yang terbaik (khairu ummah). [QS Ali Imraan : 110]

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ (١١٠)

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.

Bangsa manapun di dunia ini dari jaman ke jaman akan tampil menjadi bangsa yang terbaik bila menjadikan aqidah sebagai landasan keyakinan dan syari’at sebagai warna kehidupan.

Sejarah membuktikan khilafah ‘Abbasiyyah di Timur Tengah, khilafah Umayyah di Cordoba, Spanyol dan khilafah ‘Utsmaniyyah di Turki, Eropa dan Asia telah menjadi mercusuar peradaban dunia selama berabad-abad dengan menerapkan syari’at Islam.

Bangsa Indonesiapun akan tampil menjadi bangsa yang maju dan berwibawa di mata dunia apabila menempuh jalan yang sama, hidup berlandaskan aqidah dan beraktivitas dalam koridor syari’ah.

Betapa tidak, aqidah akan menyatukan bangsa Indonesia dalam persatuan yang hakiki sebagai hamba Allah, dalam persatuan yang digambarkan oleh Rasulullah SAW sebagai satu tubuh. Bila satu bagian sakit, maka bagian lain akan ikut berempati dengan merasakan demam dan tidak bisa tidur. [HR Muslim]

Bahkan dalam hal solidaritas sesama ummat digambarkan seperti satu bangunan yang saling kuat menguatkan. [HR Muslim] Sudah pasti bangsa yang seperti ini tidak akan mudah dipecah-belah atau diprovokasi agar terjadi konflik horizontal yang mengancam persatuan dan kesatuan. Syari’at mengajarkan agar ummat Islam mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri.

Bahkan apabila tidak demikian, tidak termasuk sebagai orang yang beriman. “Laa yu’minu ahadukum hattaa yuhibba liakhiihi maa yuhibbu linafsih” [HR Bukhari dan Muslim] Berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing.

Mereka akan bahu membahu, bersama-sama maju mengukir prestasi membangun bangsa hebat yang diridlai Allah sesuai syari’at. Kalau kita enggan menerapkan syari’at, apakah kita masih ragu terhadap Al-Qur’an ? Padahal Al-Qur’an itu firman Allah.

Terhadap ummat yang beragama lain syari’at Islam sangat toleran. Firman Allah, ”Tidak ada paksaan dalam agama, karena sudah jelas yang benar dari yang sesat”. [QS Al-Baqarah : 256] Sepanjang sejarah Islam tidak pernah ada orang yang dipaksa masuk Islam. Islam juga mengajarkan ummatnya untuk menghormati keyakinan umat lain. Allah berfirman dalam QS Al-Kaafiruun : 6, “Lakum diinukum waliyadiin”. (Bagimu agamamu dan bagiku agamaku). Bahkan Allah menegaskan, “Faman syaa-a falyu’min wa man syaa-a falyakfur”. (Barangsiapa yang ingin beriman, berimalah. Dan barangsiapa ingin kafir, silakan kafir). [QS Al-Kahfi : 29] Syari’at Islam menghormati keanekaragaman masyarakat, sehingga bhinneka tunggal ika lebih terjaga di bawah syari’at.

Kalau saat orang yang tidak memahami Islam, memandang Islam sangat buruk,  terbelakang dan menakutkan boleh jadi karena ulah ummat Islam sendiri yang belum hidup sesuai dengan syari’at.

Dalam hal itu Syekh Muhammad ‘Abduh mengatakan “Al-Islaamu mahjuubun bil-muslimiin”. (Islam itu tertutup oleh orang-orang Islam). Insya Allah keadaan itu akan berbalik bila aqidah Islam diajarkan dan diyaqini dengan benar dan syari’at Islam ditegakkan dengan baik. Bangsa Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam itu, insya Allah akan maju bersama dengan pesat, menjadi mercusuar peradaban dunia seperti bangsa-bangsa lain yang sudah mempraktekkan syari’at dengan pertolongan Allah.

Saudaraku, banyak resep sudah dicoba untuk memperbaiki bangsa dan tidak berhasil, bahkan bangsa ini semakin terpuruk saja. Apakah belum tiba waktunya untuk mengadopsi resep Allah dalam memperbaiki manusia dengan membangun aqidah dan menerapkan syari’at?.

Al-Ustadz Drs. Ahmad Sukina
Pimpinan Pusat Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA)

~oO[ @ ]Oo~

 

 

Dimuat di SOLOPOS, Hikmah Jumat 17-01-2014


One Response to “JANGAN Alergi Terhadap SYARIAT”

  1. 1
    Wardana Says:

    ingat seluruh saudaraku………Doa orang didzalimi itu didengar oleh Allah………….. Ya Allah cintakanlah seluruh orang di GRESIK…SIDOARJO…MAGETAN … dan sekitarnya…… bersegera berbondong bondong mencintai dakwah MTA… Ya Allah… bukakan ratusan dan ribuan cabang pengajian MTA di GRESIK dan SIDOARJO..MAGETAN dan sekitarnya……bahkan seluruh INDONESIA……. untuk mengaji dan untuk beribadah kepadamu dengan ikhlash… selalu BERIMAN KEPADA MU.. MENGAGUNGKAN MU … MEMUJI..MU dan SELALU BERTASBIH KEPADAMU… dan beribadah dengan ikhlash kepada MU… menjadi hamba MU yang engkau Cintai….. penuh dengan BAROKAHMU…..aamien….

Leave a Reply