Arogan, Pongah Dan Bangga Memamerkan Perilaku DOSA

Segala puji bagi ALLOH, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikut beliau, salam untuk seluruh Nabi dan Rasul-Nya.

Sebagai manusia marilah kita memahami segala kelemahan yang ada dalam diri kita lewat pengajaran Al-Qur’an, karena disana diterangkan dengan lengkap berbagai kelemahan-kelemahan jiwa manusia. Dan kemudian dengan segala kelemahan itu kita berusaha memperbaiki diri dan sadar diri, bahwa kita makhluq yang lemah yang butuh untuk selalu beribadah kepada ALLOH Tuhan Semesta Alam.

Arogan, Pongah dan Bangga berbuat dosa termasuk kelemahan jiwa manusia , tetapi kelemahan tersebut mempunyai dampak yang sangat tidak mengenakkan dan mengerikan. Karena hal tersebut akan  membawa manusia terjun bebas kepada kehancuran, kebinasaan, kesengsaraan yang panjang. Kita utarakan dalam Kisah Umat Nabi Sholih sebagaimana firman ALLOH.

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَى ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحاً أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ فَإِذَا هُمْ فَرِيقَانِ يَخْتَصِمُونَ ﴿٤٥﴾ قَالَ يَا قَوْمِ لِمَ تَسْتَعْجِلُونَ بِالسَّيِّئَةِ قَبْلَ الْحَسَنَةِ لَوْلَا تَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ ﴿٤٦﴾ قَالُوا اطَّيَّرْنَا بِكَ وَبِمَن مَّعَكَ قَالَ طَائِرُكُمْ عِندَ اللَّهِ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ تُفْتَنُونَ ﴿٤٧﴾ وَكَانَ فِي الْمَدِينَةِ تِسْعَةُ رَهْطٍ يُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ وَلَا يُصْلِحُونَ ﴿٤٨﴾ قَالُوا تَقَاسَمُوا بِاللَّهِ لَنُبَيِّتَنَّهُ وَأَهْلَهُ ثُمَّ لَنَقُولَنَّ لِوَلِيِّهِ مَا شَهِدْنَا مَهْلِكَ أَهْلِهِ وَإِنَّا لَصَادِقُونَ ﴿٤٩﴾ وَمَكَرُوا مَكْراً وَمَكَرْنَا مَكْراً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ ﴿٥٠﴾ فَانظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ مَكْرِهِمْ أَنَّا دَمَّرْنَاهُمْ وَقَوْمَهُمْ أَجْمَعِينَ ﴿٥١﴾ فَتِلْكَ بُيُوتُهُمْ خَاوِيَةً بِمَا ظَلَمُوا إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَةً لِّقَوْمٍ يَعْلَمُونَ ﴿٥٢﴾ وَأَنجَيْنَا الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ ﴿٥٣﴾

 

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus kepada (kaum) Tsamud saudara mereka Shaleh (yang berseru):”Sembahlah Allah”.Tetapi tiba-tiba mereka (jadi) dua golongan yang bermusuhan. (QS. 27:45)

Dia berkata:”Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan? Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat”. (QS. 27:46)

Mereka menjawab:”Kami mendapat nasib yang malang, disebabkan kamu dan orang-orang yang besertamu”.Shaleh berkata:”Nasibmu ada pada sisi Allah, (bukan kami yang menjadi sebab), tetapi kamu kaum yang diuji”. (QS. 27:47)

Dan adalah di kota itu, sembilan orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan. (QS. 27:48)

Mereka berkata:”Bersumpahlah kamu dengan nama Allah, bahwa kita sungguh-sungguh akan menyerangnya dengan tiba-tiba beserta keluarganya di malam hari, kemudian kita katakan kepada warisnya (bahwa) kita tidak menyaksikan kematian keluarganya itu, dan sesungguhnya kita adalah orang-orang yang benar”. (QS. 27:49)

Dan merekapun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak menyadari. (QS. 27:50)

Maka perhatikanlah betapa sesungguhnya akibat makar mereka itu, bahwasanya Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya. (QS. 27:51)

Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh disebabkan kezaliman mereka.Sesungguhnya pada demikian itu (terdapat) pelajaran bagi kaum yang mengetahui. (QS. 27:52)

Dan telah Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka itu selalu bertaqwa. (QS. 27:53)

Segala puji bagi ALLOH, kita lihat dalam ayat-ayat di atas, ketika Nabi Sholih mengingatkan, malah dilawan dengan Arogansi dan Kesombongan, bahkan muncul orang-orang yang menjadi pioneer untuk melawan Kebenaran yang disampaikan nabi Sholih.

Dan bahkan mereka membawa-bawa nama ALLOH dalam sumpah mereka untuk melawan dakwah Nabi Sholih. Namun ketika mereka berencana membuat makar kepada kebaikan, maka ALLOH pun lebih mampu untuk melawan makar jahat mereka. Segala puji bagi ALLOH, maka ketika itu ALLOH menghendaki kehancuran orang-orang yang mengingkari dakwah Nabi Sholih maka mereka semua dibinasakan.

1. Efek Sangat Menyedihkan Akibat Perbuatan Dosa.

Efek buruk perbuatan dosa, diantaranya adalah manusia menjadi seolah perbuatan dosa itu menjadi biasa. Namun secara hati sebenarnya akan muncul ke permukaan perbuatan manusia dalam bentuk ekspresi dan perilaku sebagaimana firman-Nya.

وَيَا قَوْمِ لاَ يَجْرِمَنَّكُمْ شِقَاقِي أَن يُصِيبَكُم مِّثْلُ مَا أَصَابَ قَوْمَ نُوحٍ أَوْ قَوْمَ هُودٍ أَوْ قَوْمَ صَالِحٍ وَمَا قَوْمُ لُوطٍ مِّنكُم بِبَعِيدٍ ﴿٨٩﴾

Hai kaumku, janganlah hendaknya pertentangan antara aku (dengan kamu) menyebabkan kamu menjadi jahat hingga kamu ditimpa azab seperti yang menimpah kaum Nuh atau kaum Shaleh, sedang kaum Luth tidak (pula) jauh (tempatnya) dari kamu. (QS. 11:89).

Dosa yang telah menjadi hal yang biasa dilakukan, akan menjadikan kebisaaan tersebut menarik dan mencandui untuk dilakukan. Namun kemudian pribadi orang tersebut akan terlihat menjadi jahat. Jiwa berubah menjadi sempit pandangan dan gelap hati.

Bahkan perbuatan buruk dan jahat yang telah mencandui hati, maka syaitan yang ada di dalam hati akan terus menerus menghasung hati manusia untuk memper tinggi kwalitas kejahatan dan keburukannya,  syaitan menghasung untuk meningkatkan keingkarannya.

أَلَمْ تَرَ أَنَّا أَرْسَلْنَا الشَّيَاطِينَ عَلَى الْكَافِرِينَ تَؤُزُّهُمْ أَزّاً ﴿٨٣﴾ فَلَا تَعْجَلْ عَلَيْهِمْ إِنَّمَا نَعُدُّ لَهُمْ عَدّاً ﴿٨٤﴾

Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah mengirim syaitan-syaitan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasung mereka membuat ma’siat dengan sungguh-sungguh, (QS. 19:83)

maka janganlah kamu tergesa-gesa memintakan siksa terhadap mereka,karena sesungguhnya Kami hanya menghitung datangnya (hari siksaan) untuk mereka dengan perhitungan yang teliti. (QS. 19:84)

Sebagaimana bakteri yang suka hidup di tempat sampah. Syaitanpun amat suka masuk di hati yang  kotor dan berlumur dosa dan menghasung untuk semakin bernikmat-nikmat dan memperbesar mereguk perbuatan dosa.

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ فِي شِيَعِ الأَوَّلِينَ ﴿١٠﴾ وَمَا يَأْتِيهِم مِّن رَّسُولٍ إِلاَّ كَانُواْ بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ ﴿١١﴾ كَذَلِكَ نَسْلُكُهُ فِي قُلُوبِ الْمُجْرِمِينَ ﴿١٢﴾

 Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (beberapa rasul) sebelum kamu kepada umat-umat terdahulu. (QS. 15:10)

Dan tidak datang seorang rasulpun kepada mereka, melainkan mereka selalu memperolok-oloknya. (QS. 15:11)

Demikianlah, Kami memasukkan (rasa ingkar dan memperolok-olokkan itu) ke dalam hati orang-orang yang berdosa (orang-orang kafir). (QS. 15:12)

Hati yang berdosa akan memiliki kepribadian yang aneh, yaitu kepribadian untuk bangga dengan keingkaran, dan mengingkari kebenaran. Syaitan telah mendominasi hati orang-orang yang berdosa, sehingga hatinya sama dengan syaitan yang memiliki tabiat selalu ingkar kepada ALLOH SWT.

 

2. Bahaya Yang Mengancam Sewaktu-waktu.

Segala puji bagi ALLOH, ALLOH tidak pernah melakukan kedzaliman sebesar dharroh kepada seluruh makhluqnya termasuk kepada seluruh manusia. ALLOH ilmunya menguasai seluruh ciptaan-Nya, Dia ALLOH Tuhan Yang Maha Adil dan Maha Perkasa.

إِنَّ اللّهَ لاَ يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ وَإِن تَكُ حَسَنَةً يُضَاعِفْهَا وَيُؤْتِ مِن لَّدُنْهُ أَجْراً عَظِيماً ﴿٤٠﴾

 Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarah, dan jika ada kebajikan sebesar zarah, niscaya Allah akan melipat gandakan dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar. (QS. 4:40)

Tapi ALLOH sangat benci dengan perbuatan dzalim yang diperbuat manusia. Bila manusia telah bernikmat nikmat dengan kedzaliman, maka dengan kasih sayangnya ALLOH bisaanya mengutus Nabi dan Rasul  atau orang-orang Sholih  yang mengajak kepada kebaikan. Agar manusia kembali bertaat kepada ALLOH.

Namum bila manusia tetap ingkar, maka ALLOH Tuhan yang Maha Bijaksana memberikan ancaman, dan bila ancaman itu tidak digubris manusia, barulah ALLOH menurunkan Adzab nya dan segala puji bagi  ALLOH, sebagaimana firman-Nya

وَلَقَدْ أَرْسَلنَا إِلَى أُمَمٍ مِّن قَبْلِكَ فَأَخَذْنَاهُمْ بِالْبَأْسَاء وَالضَّرَّاء لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُونَ ﴿٤٢﴾ فَلَوْلا إِذْ جَاءهُمْ بَأْسُنَا تَضَرَّعُواْ وَلَـكِن قَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ ﴿٤٣﴾ فَلَمَّا نَسُواْ مَا ذُكِّرُواْ بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُواْ بِمَا أُوتُواْ أَخَذْنَاهُم بَغْتَةً فَإِذَا هُم مُّبْلِسُونَ ﴿٤٤﴾

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka bermohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. (QS. 6:42)

Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras dan syaitanpun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan. (QS. 6:43)

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka gembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. (QS. 6:44)

 

ALLOH tidak menyukai perbuatan dzalim terjadi dipermukaaan bumi. ALLOH masih berkenan menurunkan siksa-Nya di dunia agar  manusia bertaubat dan kembali kepada jalan yang benar

أَتَى أَمْرُ اللّهِ فَلاَ تَسْتَعْجِلُوهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ ﴿١﴾

Telah pasti datangnya ketetapan Allah maka janganlah kamu meminta-minta agar disegerakan (datang)nya. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yangmereka persekutukan. (QS. 16:1)

 

Bila manusia hidup di dunia selalu berbuat dosa dan terus berbuat dosa, tetapi belum menerima peringatan dan siksa dari ALLOH, boleh jadi memang manusia-manusia tersebut dibiarkan untuk bersenang-senang di dunia yang sebentar, kemudian dia akan mendapat siksaan yang kekal di akherat.

وَلاَ تَحْسَبَنَّ اللّهَ غَافِلاً عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الأَبْصَارُ ﴿٤٢﴾ مُهْطِعِينَ مُقْنِعِي رُءُوسِهِمْ لاَ يَرْتَدُّ إِلَيْهِمْ طَرْفُهُمْ وَأَفْئِدَتُهُمْ هَوَاء ﴿٤٣﴾ وَأَنذِرِ النَّاسَ يَوْمَ يَأْتِيهِمُ الْعَذَابُ فَيَقُولُ الَّذِينَ ظَلَمُواْ رَبَّنَا أَخِّرْنَا إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ نُّجِبْ دَعْوَتَكَ وَنَتَّبِعِ الرُّسُلَ أَوَلَمْ تَكُونُواْ أَقْسَمْتُم مِّن قَبْلُ مَا لَكُم مِّن زَوَالٍ ﴿٤٤﴾

Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak. (QS. 14:42)

mereka datang bergegas-gegas dengan mengangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong. (QS. 14:43)

Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang zalim:”Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikan kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul”.(Kepada mereka dikatakan):”Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa, (QS. 14:44)

 

Segala puji bagi ALLOH, marilah kita menyesali segala perbuatan dosa kita, dan kembali menyesali diri kita yang didalamnya begitu subur sifat-sifat buruk dan jahat. Dan kita telah masuk kedalam arogansi dan kepongahan. Kita bersegera memohon ampun dan bertaubat kepada ALLOH, sebelum ALLOH menetapkan keputusan yang tidak lagi bisa dirubah.

فَلَمَّا نَسُواْ مَا ذُكِّرُواْ بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُواْ بِمَا أُوتُواْ أَخَذْنَاهُم بَغْتَةً فَإِذَا هُم مُّبْلِسُونَ ﴿٤٤﴾ فَقُطِعَ دَابِرُ الْقَوْمِ الَّذِينَ ظَلَمُواْ وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٤٥﴾

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka gembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. (QS. 6:44)

Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. (QS. 6:45)

 

ALLOH tidak pernah mendholimi hambanya walau sebesar dharoh. Marilah kita takut akan akibat buruk dosa. Sebab  ALLOH  tidak pernah mendholimi  manusia walau sebesar dzarroh, namun ALLOH SWT membalas perbuatan kita yang paling jahat dengan sesuatu yang paling tepat.

Marilah kita berduyun-duyun kembali tekun belajar Al-Qur’an dan As-Sunnah dan segera kembali bertaubat dan segera kita masuk ke dalam rahmat dan ampunan-Nya dengan mentaati ALLOH,  sebelum ketetepan ALLOH kepada orang-orang berdosa ditetapkan dan dijatuhkan kepada umat manusia baik di dunia atau di akherat kelak. Perbuatan Dosa senantiasa merugikan, baik di dunia maupun di akherat.

Wallahu a’lam.


4 Responses to “Arogan, Pongah Dan Bangga Memamerkan Perilaku DOSA”

  1. 4
    joko Says:

    Saya suka dengar MTA melalui persada fm,semoga MTA tetap maju..

  2. 3
    mbah siswo Says:

    Allah Maha Tahu siapa yang berbuat kebaikan dan siapa yang berbuat kerusakan, dan semua balasan akan SEGERA dikirim oleh Allah kepada masing-masing yang berbuat, Allah itu Maha Teliti…. sopo nandur … ngunduh… sopo nandur … ngunduh… sopo nandur… ngunduh….

  3. 2
    Suprianto Says:

    Semoga kita senantiasa selalu dalam bimbingan alloh swt.
    Untuk selalu belajar dan memahami serta mengamal
    Kan al quran dengan sebenarnya,amin

  4. 1
    SURADI Says:

    Tanpa kita sadari perpecahan antara umat kian marak terjadi , shg membuat kita bertanya2 apakah ini bagian dari adzabNya atau suatu peringatan dariNya.

Leave a Reply