Nikmatnya Hidup Tanpa Berebut Kekuaasaan

Segala puji bagi Alloh, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikut beliau, salam untuk seluruh Nabi dan Rasul-Nya.

 

Segala puji bagi Alloh, bayang-bayang indah dihati manusia-manusia yang memahami kasih sayang Alloh SWT. Alloh telah memberi kesempatan hidup kepada umat manusia di muka bumi untuk dapat melihat dan menghayati tanda-tanda kebesaran, kemuliaan dan kasih sayang Alloh. Dan kemudian manusia diperintah untuk selalu beribadah kepada-Nya dan selalu mengutamakan jalan-jalan ibadah tersebut. Dan menjauhi segala hal-hal yang dianggap sangat urgen, sangat penting tapi kadang-kadang hanya sebagai permainan yang tidak berguna.

 

Rasulullah SAW telah berhasil membangun masyarakat yang pandai bersyukur kepada Alloh, membangun masyarakat yang dapat hidup di dunia bagaikan mencicipi nikmatnya hidup di surga, hidup tanpa rasa gelisah,  tanda rasa takut dan bersedih hati,  seolah telah sedikit tercicip nikmatnya hidup di surga kelak.Sebagaimana firman-Nya

 

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ ﴿٤٥﴾ ادْخُلُوهَا بِسَلاَمٍ آمِنِينَ ﴿٤٦﴾ وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِم مِّنْ غِلٍّ إِخْوَاناً عَلَى سُرُرٍ مُّتَقَابِلِينَ ﴿٤٧﴾ لاَ يَمَسُّهُمْ فِيهَا نَصَبٌ وَمَا هُم مِّنْهَا بِمُخْرَجِينَ ﴿٤٨﴾

 

 

Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir). (QS. 15:45)

Dikatakan kepada mereka):”Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman”. (QS. 15:46)

Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan. (QS. 15:47)

Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya. (QS. 15:48)

 

 

Setidaknya bila sebuah keluarga kecil mampu menghayati dan mengamalkan agama Islam dengan benar dan sepenuh hati, maka suasana sebagaimana yang dijelaskan Alloh tersebut diatas sudah tercicip di dunia.

 

Ayah dan Ibu Yang hidup dengan anak-anaknya yang semuanya tunduk patuh kepada Alloh SWT, maka Alloh SWT berkenan memasukkan rasa tenteram, rasa bahagia, rasa terlindungi, rasa cukup dan rasa penuh harap akan terus-menerus dalam lindungan dan kasih sayang Alloh SWT.

 

Betapa kota Madinah  di jaman Rasulullah Muhammad SAW telah mampu menjadi kota yang senantiasa diberkahi oleh Alloh SWT. Dan hingga kini, kota Madinah semoga selalu dijaga oleh Alloh SWT, kota yang dipadati dengan manusia-manusia yang rajin menuntut  ilmu dan melaksanakan  ibadah dengan ikhlash karena Alloh.

 

Bila manusia mampu mengutamakan hak-hak Alloh yang harus dipenuhi maka tentu Alloh akan memberikan keberkahan kepada kehidupan mereka.

 

Sebaliknya ketika hak-hak Alloh diabaikan, dan manusia menempuh sistem hidup sekuler, maka Alloh berlepas tangan darinya. Dan Alloh pasti mencabut keberkahan darinya.

 

Dengan pendidikan dan pengajaran Islam yang utuh, lahirlah manusia-manusia yang memiliki iman dan taqwa yang terpelihara, sehingga muncullah manusia-manusia yang memiliki jiwa amanah yang tinggi. Rasulullah tidak pernah salah memilih untuk mengutus sahabat-sahabatnya untuk menjadi tetua-tetua umat,  dan manusia telah dapat menikmati sifat amanah para pemimpin umat di jaman Rasulullah dan Khulafau Rasyidin.

 

Bahkan Rasulullah tidak pernah mengangkat pemimpin umat dari orang-orang yang meminta jabatan. Rasulullah menasehati nya bahwa tetua-tetua umat dan jabatan adalah kemenyesalan yang besar besok di akherat.

 

Pemimpin memiliki tugas utama untuk mengajari orang-orang yang dipimpin untuk taat dan tunduk patuh kepada Alloh SWT. Dan kemudian barulah pemimpin mengurusi segala urusan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat yang dipimpin-Nya.

 

Pemimpin bukanlah sekedar orang-orang yang mengumpulkan pajak, dan kemudian membicarakan dengan stafnya bagaimana menggunakan pajak itu untuk digunakan dalam kehidupan. Namun pemimpin harus memahami bahwa segala tanggung jawab di pundaknya, baik yang berupa umat, harta benda semuanya terkandung tanggung jawab disisi Alloh SWT.

 

Bila manusia mengutamakan kewajiban kepada Alloh SWT, tentu seluruh roda perjalanan kehidupan menjadi penuh kedamaian dan keberkahan.  Hati manusia yang penuh hikmah dan petunjuk Alloh, maka roda kehidupan akan berputar indah menggelinding penuh dengan nikmat-nikmat Alloh SWT.

 

Namun manusia kadang lebih menyukai segala sesuatu yang sintetis dan tidak alamiah, dan merasa bahwa yang sintetis lebih bagus dari yang alamiyah. Namun pada kenyataannya, hal-hal yang sintetis itu menghasilkan dampak yang merugikan yang besar dan berkepanjangan.

 

Jiwa manusia membutuhkan sesuatu yang asli, alami dan fitroh. Jiwa manusia ini  ingin selalu bergantung kepada Alloh, Mengagungkan Alloh dan ingin selalu ditolong oleh Alloh. Karena memang roda kehidupan di segenap alam raya membutuhkan pemeliharaan dan kasih sayang Alloh SWT.

 

Indahnya Kehidupan yang dipenuhi dengan Ibadah maka bila manusia sadar akan nikmatnya ibadah, manusia tidak akan pernah mungkin beramai-ramai berebut kekuasaan.

 

Karena berebut kekuasaan, dan bila dijalankan tidak amanah, maka hanya akan menuai kesusahan sejak di dunia ini dan hingga di akherat. Rasulullah mengabarkan nanti di akherat banyak para bekas penguasa-penguasa di dunia yang akan dipikulkan di akherat di punggung-punggung mereka dengan apa yang telah dikhianatkannya.

 

Betapa nikmat dan lezatnya Ibadah Kepada Alloh dan bukan berebut kekuasaan. Kekuasaan bukan dicari tapi diberi dan semua diterima dengan perasaan berat hati untuk dapat memikul amanah yang berat sesuai dengan petunjuk Alloh SWT sebagai bagian dari ibadah kepada-NYa.  Wallahu a’lam

 


2 Responses to “Nikmatnya Hidup Tanpa Berebut Kekuaasaan”

  1. 2
    Abdullah Says:

    Ketika tumbuh dari sepi …….. dan tumbuh menjadi kota santri borokah memenuhi…………. tapi kemudian datanglah pedagang… sekedar jual barang dan kenikmatan….selanjutnya kota kota yang penuh berkah itu kemudian berubah menjadi kota berebut nikmat dunia…. lalu menjadi kota wisata nafsu… lalu tercabutlah barokahnya………….. semoga kota MADINAH terus bertahan menjadi kota ilmu QUR’AN dan SUNNAH …. dan semoga di negri Indonesia … juga tumbuh kota-kota semacam kota MADINAH……….. tapi …..di akhir zaman ilmu akan kembali ke kota Madinah seperti ular kembali ke sarangnya….

  2. 1
    Firna W Says:

    InsyaAllah menjadi baca’an yang sangat pass bagi mereka yang men’adjust dirinya “calon” ditahun politik ini.
    Rasulullah tidak pernah mengangkat pemimpin umat dari orang-orang yang meminta jabatan.
    Trimakasih All-Ustad sudah mengingatkan

Leave a Reply