Pengajian Akbar MTA Jakarta,Jabar dan Banten

Dakwah Majelis Tafsir AlQur’an (MTA) saat ini sudah semakin dikenal oleh masyarakat luas, terlebih setelah adanya radio Persada MTA FM yang telah direlay hampir di semua cabang dan perwakilan. Di belahan barat Pulau Jawa, MTA semakin dikenal dan berpartisipasi mengajak sebanyak mungkin muslimin dan muslimat untuk mengkaji serta mengamalkan syariat Islam sesuai AlQuran dan Sunnah Rasul.

Di belahan barat Pulau Jawa sudah tersebar perwakilan MTA di Jakarta Raya, Jawa Barat, Banten yang berada di kota Bandung, Bandung Barat, Karawang, Cikarang, Bekasi, Cibinong, Bogor, Jakarta, Tangerang kota, Tangerang kabupaten, dan Cilegon.

Untuk memperkuat silaturahim dan semangat dakwah, perwakilan MTA di sebelas kota tersebut menggelar pengajian akbar pada tanggal 25 Desember 2013 (21 Safar 1435) bertempat di lapangan tenis, Padang Golf Moderland, Tangerang.

Berbeda dengan pengajian akbar tahun-tahun sebelumnya yang hanya dihadiri oleh jamaah yang resmi terdaftar sebagai warga MTA namun juga dihadiri oleh pendengar setia radio Persada MTA FM. Malam sebelumnya, pendengar radio di Tangerang khususnya berkempatan bertatap muka langsung dengan AlUstadz Ahmad Sukino di gedung pengajian MTA Tangerang. Tak hanya pengajian umum saja yang dipenuhi oleh peserta pengajian, jumpa pendengar radio Persada MTA FM di majelis Tangerang pun penuh sesak oleh pendegar setia radio.

Akhlaq dan Kondisi Bangsa

Pengajian akbar se-Jakarta Raya, Jabar, dan Banten kali ini membahas materi inti berjudul Baik Buruknya suatu Bangsa ditentukan oleh Akhlaqnya. Sebagaimana ayat yang terpampang di logo MTA, AlUstadz Ahmad Sukino senantiasa mengajak dan mengingatkan peserta pengajian agar semakin mantap untuk hidup dengan dipimpin oleh AlQuran dan Sunnah. Hanya orang fasiq dan yang sakit hatinya yang tidak mau tunduk patuh kepada ajaran Kitabullah dan Sunah rasul dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Jauh sebelum bangsa Indonesia lahir, seorang penyair masyhur Asy-Syauqi telah membuat syair yang artinya Sesungguhnya bangsa itu tergantung pada akhlaqnya, jika rusak akhlaqnya maka rusaklah bangsa itu. Syair ini tentu didasarkan pada konsep kemaslahatan berdasarkan AlQuran dan Sunnah.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Rasulullah bersabda yang artinya

Kejahatan dan perbuatan jahat keduanya sama sekali bukan ajaran Islam. Dan orang yang paling baik Islamnya ialah yang paling baik akhlaqnya.

Perkembangan jaman dengan dalih globalisasi sedikit banyak mempengaruhi pola piker masyarakat Indonesia. Mereka yang tidak kuat dengan godaannya, tidak jarang yang jatuh pada jurang kegelapan berupa korupsi, jaringan narkoba, pelacuran dan penyakit HIV yang dibawanya, dan yang terbaru adalah gerakan kondomisasi yang sangat potensial merusak moral generasi muda bangsa Indonesia.

AlUstadz Ahmad Sukino mengingatkan juga semangat Sumpah Pemuda yang berhasil menyatukan rakyat Indonesia, memulai pergerakan hingga akhirnya berhasil mengusir penjajah Belanda dan Jepang dari bumi Indonesia. Semangat Sumpah Pemuda itu bagi beberapa orang sepertinya sudah ditinggalkan sehingga semangat persatuan juga dinomorduakan.

Belum lama ini, dakwah MTA di beberapa tempat mendapat ujian dengan adanya sekelompok orang yang merasa tidak cocok dengan pelajaran di MTA dan memprovokasi massa untuk menutup pengajian di Sidoarjo, Kerinci, Gresik, dan Sidoarjo. Salah satu penyebab beberapa orang yang tidak suka dengan gerakan dakwah MTA mengajak kembali kepada AlQuran dan Sunnah dianggap menyalahi adat dan kebiasaan masyarakat setempat. Dengan semangat Sumpah Pemuda, kebhinekaan Pancasila, dan teladan pendahulu dakwah, tentunya tidak perlu penutupan dan pelarangan itu terjadi.

AlUstadz Ahmad Sukino kembali mengingatkan pesan presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagaimana dipublikasikan harian Republika 30/6/2013:

Berbagai pergeseran nilai, norma, dan perilaku kemanusiaan menjadi bahan introspeksi umat untuk kembali kepada AlQuran dan Sunnah. Umat Islam berkewajiban meningkatkan kualitas pemahaman, perenungan, dan pembelajaran kitab suci AlQuran baik yang berupa ayat-ayat qauliyah maupun kauniyah.    Umat Islam juga harus terus menggelorakan semangat dalam mempelajari nilai-nilai keteladanan yang tertuang dalam hadits-hadits nabi SAW serta mengaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. AlQuran dan hadits harus dijadikan rujukan uta a baik di lingkungan keluarga, lingkungan social, maupun pada tataran kehidupan berbangsa dan bernegara.

Orang-orang yang sombong dan tidak merasa perlu tuntunan AlQuran dan Sunnah, sudah cukup menjadi alasan Allah mengadzab kaum tersebut. Namun Allah masih menunda adzab  ketika masih banyak orang yang beragama dan beribadah secara tulus ikhlas. Dalam sebuah hadits disebutkan:

Hanyasanya Allah SWT akan menolong umat ini lantaran orang-orang lemahnya dengan do’a mereka, shalat mereka, dan keikhlasan meraka. [HR. AnNasai]

Tidak kalah penting, AlUstadz mengingatkan kembali resep untuk memperkuat persaudaraan terlebih sesama muslim dengan menilik kembali pesan Rasulullah SAW sebagaimana hadits yang artinya:

Tidak beriman seseorang diantara kalian sehingga mencintai saudaranya seperti cintanya pada diri sendiri. [HR. Bukhari dan Muslim]

Dihadiri oleh Jenderal Polisi

Pengajian akbar MTA se-Jakarta Raya, Jabar, dan Banten kali ini special karena dihadiri dan diisi pula oleh seorang Jenderal Polisi. Polisi yang lebih dikenal dengan penjaga kemanan fisik, kali ini mengingatkan jamaah pengajian untuk menjaga semangat belajar dan pengamalan hasil kajinya.

Brigjen Anton Tabah, melengkapi kajian oleh AlUstadz Ahmad Sukino dengan ceramah yang menyemangati jamaah pengajian MTA untuk tetap tegar menghadapi ujian yang ada. Tidak perlu ragu belajara dan mengamalkan hasil kaji yang insyaallah sesuai dengan AlQuran dan Sunnah.

Dengan beberapa kejadian terakhir di Sidoarjo, Gresik, dan Kerinci, Brigjen polisi Anton Tabah menyampaikan bahwa dakwah MTA tidak perlu dicurigai maupun dihalangi namun sudah semestinya dirangkul demi terciptanya masyarakat yang sadar kembali kepada AlQuran dan Sunnah.

TV MTA

Antusiasme pendengar setia Persada MTA FM terbawa hingga di lokasi pengajian akbar. Ada yang menyampaikan pertanyaan serta usulan terkait pengembangan dakwah MTA melalui media. Ada pula yang minta disemangati dalam upaya mengkaji dan mengamalkan ajaran Islam sesuai AlQuran dan Sunnah.

Seorang pendengar radio dari Tangerang Selatan mengusulkan bahwa dakwah MTA bisa semakin berkembang jika memanfaatkan televisi selain radio yang sudah ada. Dan kabar baiknya, MTA sedang memepersiapkan saluran televise dalam upaya dakwah meninggikan kalimatullah. Semoga TV MTA bisa direalisasikan dalam waku dekat.

Akhir kata, pengajian akbar MTA se-Jakarta Raya, Jabar, dan Banten ini tidak kurang dihadiri oleh 2000 jamaah pengajian baik yang terdaftar sebagai warga pengajian MTA atau pendengar setia radio Persada MTA FM. Di wilayah Tangerang, anda bisa menyimak siaran pengajian MTA melalui radio Persada MTA FM yang dipancar ulang di gelombang 106 FM. Pengajian akbar ini juga diliput serta disiarkan langsung oleh Radio Silaturahmi (Rasil), Dakta FM, dan Persada MTA FM.

 

(Sukarno Abbaz <abbaz.sukarno@gmail.com>)

 


One Response to “Pengajian Akbar MTA Jakarta,Jabar dan Banten”

  1. 1
    joko santoso Says:

    alhamdulillah….tebarkan quran dan sunnah dengan damai dan rahmatan lila alamin,

Leave a Reply