Kajian KARIMAH : Menyiapkan Remaja Putri Menuju Jenjang PERNIKAHAN

SYIAR MTA. Fenomena kekerasan bahkan perceraian dalam rumah tangga yang kerap kali terjadi di masyarakat dengan berbagai alasan mulai dari tidak adanya kecocokan sampai masalah ekonomi mengusik generasi mudi MTA menyelenggarakan Karimah ‘Kajian Pranikah’ (05/11/13) bertempat di Gedung MTA Jln. Ronggowarsito 111 A Surakarta lantai 2 jam 08.00 WIB. Sebagaimana di sampaikan Khumaira, mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UNS semester 7 selaku ketua panitia, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan tiap satu bulan sekali atau setiap liburan, diikuti kurang lebih 400 an peserta putri dari seluruh cabang MTA Solo Raya, Yogyakarta, dan Semarang.

Dalam Karimah MTA kali ini mengambil tema “Menejemen Finansial Keluarga“ dengan pembicara Ibu Ineu Marliah. Adapun tujuan diselenggarakan kegiatan ini, memberikan pengetahuan dasar maupun lanjut tentang pernikahan bagi remaja putri MTA, memberi bekal ketrampilan berumah tangga sehingga nanti setelah menikah mampu menjalani kehidupan rumah tangga dengan baik, membantu remaja putri untuk mempersiapkan pernikahan sejak dini dengan bekal ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang cukup, sehinga diharapkan output dari acara ini membentuk generasi mudi MTA yang berwawasan dan berpandangan luas baik dari segi ilmu agama maupun ilmu umum yang berguna untuk mewujudkan keluarga yang sakinah mawadah wa rohmah dikemudian hari.(Wid)

MENATA KEUANGAN KELUARGA MENUJU TERWUJUDNYA KELUARGA HARMONIS

Solo. Inue Marliah, ibu dari dua orang putra putri ini kesehariannya bekerja sebagai PNS di  Dinas Sosial, Sragen, Kasie Bidang Pengembangan dan Pengkajian Kesejahteraan Sosial, di dalam kepengurusan Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA) beliau masuk dikepengurusan cabang MTA Sragen kota. Tujuan pemilihan  tema ‘Manajemen Finansial Keluarga’ sebagaimana disampakan Ibu Inue Marlian adalah diharapkan peserta mengerti dan memahami permasalahan keluarga karena masalah keuangan, mengetahui dan mampu mengelola keuangan keluarga sebagai sarana mewujudkan keluarga sakinah mawadah warohmah.

Di dalam ajaran Agama Islam masalah pernikahan banyak dijelaskan di dalam Al-Qur’an maupun di dalam Hadist , salah satunya adalah masalah tujuan pernikahan : pernikahan menghindarkan dari perbuatan dosa. Dari Abdullah bin mas ud ra, ia berkata : “Hai para pemuda, apabila diantara kalian kuasa untuk menikah, hendaklah ia menikah. Sebab menikah itu lebih kuasa untuk menjaga mata dan kemaluan; dan barang siapa tidak kuasa, hendaklah dia berpuasa, sebab puasa itu menjadi penjaga baginya” (Muttafaq”alain). Selain dari pada itu pernikahan juga mengikuti sunnah syari’ah, meneruskan generasi, dan kehidupan rizki yang cukup (halal dan barokah). Dari suatu proses pernikahan akhirnya membentuk keluarga, dari lingkup terkecil  yang terdiri dari bapak, ib,u dan anak sampai mencakup lingkup keluarga besar. Adapun fungsi dari keluarga ada beberapa poin diantaranya ; fungsi agama,  social budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi,sosial pendidikan,ekonomi, dan lingkungan.

Keluarga sebagai fungsi ekonomi sering sekali dijadikan barometer terciptanya keluarga yang harmonis dan sejahtera dalam pengertian keluarga terpenuhi kebutuhan-kebutuhan baik jasmani maupun rohani  secara terpadu, selaras dan serasi. Untuk mewujudkan itu diperlukan pengelolaan keuangan yang baik agar tercapai sesuai tujuan.

Pada hakekatnya mengelola keuangan keluarga adalah amanah yang harus  dilaksanakan dengan baik, Jika kita berhasil mengelola keuangan keluarga , maka bukan hanya kebahagiaan di dunia saja tapi sebagai sarana menuju kebahagiaan akhirat, seorang muslim harta sarana untuk mencukupi kebutuhan materi dan sepiritual.

Dari pemaparan Ibu Ine Marliah ada 5 hal yang harus diperhatikan dalam pengelolaan keuangan keluarga diantaranya  sumber pendapatan, alokasi pengeluaran pengelolaan surplus dan investasi, pengelolaan defisit dan hutang, aset, pemilikan dan hutang. Dari 5 poin tersebut  alokasi pengeluaran dan pengelolaan surplus sering terabaikan dalam pengelolaan keuangan keluarga, yang akhirnya menyebabkan besar pasak dari pada tiang.

Pengelolaan surplus : kondisi ideal dimana pemasukan lebih besar dari pada pengeluaran agar kelebihan dapat digunakan untuk kepentingamn masa depan, hal tersebut bukan kondisi kebetulan tetapi harus direncanakan salah satunya dengan cara menabung dengan mengeluarkan/menyisihkan uang secara rutin dengan prioritan untuk masa depan, insyaallah dengan cara ini kita bisa menabung dengan tip Rosulullah Saw : Allah akan memberikan rahmat kepada seseorang yang berusaha dari yang baik, membelanjakan uang secara sederhana, dan dapat menyisihkan kelebihan untuk menjaga disaat  dia miskin dan membutuhkan (H.R. Muslim dan Ahmad)

Maka dari itu dalam bekerja kita harus mencari rizki yang halal yang diridhoi Allah, sehingga harta yang kita dapat dapat menjadi berkah bagi keluarga, kerja yang berkah menurut pandangan Agama Islam adalah :  Jujur karena merasa diawasi Allah swt, Ikhlas (Al-An’am/6:153), Qana’ah, cinta, ridla, dan tawakal,mensyukuri nikmat-Nya,mencari yang halal (bermakna) dan thayyib (bagus), shalat dan berdo’a, Istiqomah pada jalan yang lurus.

Dalam menghadapi kegagalan dalam berusaha atau bekerja sebagai umat islam kita harus  bersikap syukur, sabar, usaha dan pasrah kepada Allah swt sebagai mana dijelaskan dalam Al Qur’an 21 Al-Anbiya 35 artinya ; Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya) Dan hanya kepada Kamilah kamu di kembalikan.

Diayat lain QS 2 Al-Baqarah : 155-156 Dan sungguh akan kami beri cobaan kepada kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berilah berita gembira pada orang-orang yang sabar (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucap inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Awali perjalanan hidupmu dengan membina hubungan baik dengan Allah SWT sekarang juga,niatlah untuk  menaati dan mengabdi kepada-Nya,berpikirlah positif, jauhi perasaan negatif karena akan menghancurkanmu.

 

Referensi : Harian Jatengpos, Ahad 10/11/2013


Leave a Reply