Masihkah Kita Akan Terus Bersombong Kepada Alloh SWT.

Segala puji bagi Alloh, shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan pengikutnya yang senantiasa mengikuti jalan petunjuk-Nya. Salam untuk seluruh Nabi dan Rasul-Nya.

Anak-anak muda termasuk juga orang-orang kaya ada yang sangat rentan dengan terjangkitnya penyakit sombong hati. Sering terlihat ketika anak-anak muda bergabung dalam sebuah geng motor, ketika mereka bersama-sama seolah mereka merasa diatas angin dan tak terkalahkan oleh siapapun. Demikian pula ketika orang-orang kaya bergerombol dengan Motor Gede, kadang dalam hati nya pun dijangkiti perasaan hebat diri dan tak terkalahkan.

Dijaman Hari ini dengan banyaknya jenis-jenis film kejantanan, menampilkan sosok makhluq imajinatip yang  sangat digdaya dan perkasa. Dalam psikologi perang dingin, banyak film-film dibuat oleh bangsa-bangsa adi daya untuk menakut nakuti  negara lainnya, diantaranya dengan cara menampilkan superioritas mereka.  Adapula  yang menciptakan film-film yang memang dengan sengaja untuk tujuan merusak mental dan moral bangsa lain.

Kegagagah dan kehebatan sebuah tokoh fiktip dapat menginspirasi pada generasi muda yang rentan ataupun juga kaum kaya yang rentan dengan terjangkitnya penyakit kesombongan. Seolah kekuatan kemudaan dan kekuatan kekayaan mereka merupakan kekuatan yang tak terkalahkan untuk berlaku sewenang-wenang kepada kelompok yang lebih lemah.

Segala puji hanya bagi Alloh, marilah kita merenung sejenak, berbagai macam kesombongan di muka bumi, dari zaman ke zaman dari waktu ke waktu senantiasa menghasilkan satu akibat yang sama, yaitu kehancuran !!!

 

وَإِذَا أَرَدْنَا أَن نُّهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُواْ فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيراً ﴿١٦﴾

Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (suatu mentaati Alloh) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. (QS. 17:16)

Manusia ketika dengan sangat sombongnya melupakan Alloh dan terus menerus dengan ilmu dan teknologi melakukan kesombongan kepada Alloh, menolak sunatulloh, pada jaman ini telah timbul akibat buruk yang beruntun dan luar biasa.

Kekacauan cuaca akibat Effek rumah kaca telah menimbulkan kerusakan yang luar biasa di beberapa belahan dunia. Sebuah Super Taipun dengan kecepatan 350 km/ jam telah memporak-porandakan sebuah belahan dunia. Dan para ahli memprediksi bahwa super taifun seperti itu dimasa yang akan datang akan semakin banyak terjadi.

Bisakah tokoh-tokoh fiktip yang perkasa dan hebat, yang digandrungi oleh kaum muda dan kaum kaya perkasa itu dapat mengalahkan dasyatnya kemarahan Alam ???. Banyak diantara kaum muda dan kaum kaya yang fikiran dan hatinya terpengaruh dengan ulah tingkah tokoh tokoh fiktip yang dibuat oleh sutradara-sutradara yang memang terbesit dihatinya untuk menghancurkan moral bangsa lain. Sebagai bentuk baru dari penjajahan sebuah bangsa atas bangsa lain.

Seharusnya kita sebagai manusia bersegera kembali kepada jati diri masing2, kembali kepada berpijak diri pada kearifan universal yang telah Alloh SWT telah sampaikan kepada umat manusia.

Aneh bin aneh bin aneh bin aneh, manusia yang sangat kecil dan bodoh bisa sangat sombong dan merasa hebat, dan bahkan menantang sunatulloh.  Bagiorang-orang yang masih sadar tentu hal tersebut sungguh kebodohan yang sangat buuuodoh sebagaimana firman Alloh,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا (٧٠)يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا (٧١)إِنَّا عَرَضْنَا الأمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الإنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولا (٧٢)لِيُعَذِّبَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ وَيَتُوبَ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا (٧٣)

Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Alloh dan katakanlah perkataan yang benar, (QS. 33:70)

niscaya Alloh memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa menta’ati Alloh dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. (QS. 33:71)

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh, (QS. 33:72)

sehingga Alloh mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrikin laki-laki dan perempuan; dan sehingga Alloh menerima taubat orang-orang mu’min laki-laki dan perempuan. Dan adalah Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 33:73)

manusia diciptakan sebagai khalifah dimuka bumi dan harus taat kepada aturan-aturan Alloh SWT. Baik aturan yang terpampang di alam, maupun aturan yang ada dalam  Kitab Suci Al-Qur’an, maupun As-Sunnah yang disampaikan Rasulullah Muhammad SAW.

Ketika manusia menjauhi tuntunan Alloh SWT, maka sifat-sifat arifnya akan musnah dan  segera akan tumbuh subur di dalam dirinya sifat-sifat syaiton, sebagaimana sifat syaiton adalah sifat sombong dan serakah.

Apa arti kehebatan kemudaan dan apa pula arti tumpukan harta benda yang melimpah ruah, kalau itu semua menjadi sebab datangnya murka Alloh kepada manusia ???,  Wahai manusia !!! sadarlah dan sadarlah dan sadarlah, 

Alloh Tuhan yang Maha Perkasa mengasihi hamba-hambanya yang  memiliki Akhlaq yang Mulia,  yang memiliki jiwa yang Mulia, dan perbuatan-perbuatan yang Mulia.  Dan Alloh sangat membenci kesombongan demi kesombongan diantara mereka. Kesombongan diantara manusia hanya akan menimbulkan kemusnahan !!!.

Marilah kita segera bertekun mengaji Al-Qur’an dan As-Sunnah  dan tekun untuk taat kepada Alloh SWT. Kepada-Nya RUH-RUH kita semua akan kembali.AdaRUH Mulia yang diletakkan didalam Jannah(surga) yang menyenangkan, dan ada pula RUH yang diletakkan dan dibuang di Naar (api neraka) yang  sangat dasyat siksanya. Semoga kita segera mau memahami peringatan Alloh yang terjadi di sekitar kita.       Wallohu a’lam.


2 Responses to “Masihkah Kita Akan Terus Bersombong Kepada Alloh SWT.”

  1. 2
    isnarto Says:

    Semoga Alloh memberikan kemudahan kepada kita untuk menjauhi kesombongan.

  2. 1
    Cohan Says:

    superior..bangsa adi daya selalu menampakkan kekuatan fisik luar tetapi kekuatan dalam selalu dijauhkan, begitu dengan kayakinannya dianggap yang paling benar dan Islam katanya hanya remang2

Leave a Reply