Lelahnya Mengkonsumsi Budaya Neo Liberalis VS Nikmatnya Back To Nature

Segala Puji Hanya Bagi Alloh SWT, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya yang selalu mengikuti jalan petunjuk-Nya, dan salam untuk seluruh para Nabi dan Rasul.

 

Berbagai masalah menggunung membutuhkan penyelesaian yang komprehensip dan mendasar, dan semuanya memiliki muara yang sama yaitu mengejar kenikmatan indrawi, mengejar mengkonsumsi kenikmatan jasmani, berpacu berlomba paling unggul dalam merasakan kelezatan kelezatan nikmat-nikmat indrawi duniawi.

Sejak dari terus menerusnya membengkaknya masalah NARKOBA, disusul dengan terbuangnya BBM akibat kemacetan-kemacetan di jalan raya, terpacunya manusia untuk KORUPSI, dan explorasi bahan mentah alam untuk DIJUAL MURAH, dan sekaligus arus modal yang membajir di sektor sektor HIBURAN.  Kenikmatan-kenikmatan indah sesaat sesaat yang terus menerus memicu manusia untuk berkompetisi dalam jalan-jalan fatamorgana menikmati kelezatan kenikmatan hawa nafsu.

Alloh SWT berfirman :

 

وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ بَلْ أَتَيْنَاهُم بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَن ذِكْرِهِم مُّعْرِضُونَ ﴿٧١﴾

Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu. (QS. 23:71)

 

وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي إِنَّ النَّفْسَ لأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلاَّ مَا رَحِمَ رَبِّيَ إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَّحِيمٌ ﴿٥٣﴾

Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 12:53)

 

Segala puji bagi Alloh, Bila sebuah keluarga menginginkan keluarganya bisa mendapatkan suasana  Sakinah, Mawwadah wa Rohmah, maka apa yang perlu diutamakan adalah mentaati  jalan-jalan yang telah Alloh SWT tunjukkan kepadanya.

Keluarga Sakinah, Mawwadah wa Rohmah, hanya terdengar lewat Al-Qur’an dan As-Sunnah. Alloh SWT  pencipta, pemelihara dan penjaga  milyaran Galaxy, trilyunan Bintang-bintang dan Planet  di seluruh penjuru angkasa raya, Dia Alloh yang telah mengutus seluruh Nabi-Nabi termasuk Rasulullah Muhammad SAW.  tentu Alloh pulalah pencipta aturan yang terbaik untuk dijalani umat manusia.

Umat Islam di Indonesia sudah banyak yang khatam membaca Al-Qur’an dalam huruf-huruf arab, bahkan mungkin sebulan bisa khatam lebih dari 4 kali, namun apakah perintah Alloh untuk taddabur Al-Qur’an telah juga dilakukan ???, berapa kalikah masing-masing kita orang Indonesia ini bisa khatam mentaddaburi tarjamah Al-Qur’an dalam sebulan ???, dan berapa kalikah kita khatam mentadabburi sebuah kitab tafsir yang  diakui keshohihannya oleh ulama dunia dalam satu tahun ???

Alloh SWT telah menjadikan sesuatu yang mudah untuk diambil peringatan bagi orang yang mau mengambil peringatan darinya.

 

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ ﴿١٧﴾

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran (QS. 54:17)

 

Tidak saja benar dalam qiroahnya saja tapi yang lebih utama lagi adalah mengambil pelajaran darinya. Al Qur’an memuat kisah-kisah Nabi-Nabi dan para Rasul, sejak nabi Adam AS, dan nabi-nabi besar lainnya hingga Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa Nabi Isa dan Nabi Muhammad SAW.

Alloh SWT membentangkan kisah para Nabi tersebut dengan karakter umatnya. Yang semakin kepada zaman terkini, kisah itu semakin nampak sangat nyata dan gamblang diterangkan. Al-Qur’an mengupas kisah cara beragama Bani Israil lewat kisah Nabi Musa. Dan Alloh menceritakan kisah umat Nabi Isa yang telah menuhankan Nabi Isa, umat yang sangat dekat dengan zaman kita. Dan sekaligus mengisahkan sifat umat nabi Muhammad, yang jelas-jelas tergolong dalam tiga bagian, yaitu ada yang mukmin, ada yang  kafir dan ada yang munafik.

Lelahnya jiwa manusia di saat menghadapi budaya HEDONISME, LIBERALISME dan berbalut PAGANISME  sedang mengemuka di zaman akhir. Kebebasan sebebas bebasnya, kebebasan HAM  versi manusia awam telah didengungkan ke seantero dunia, namun mitos-mitos kesakralan mantra-mantra sihir masih juga menyertainya.  Bila semua itu ditera dengan Islam maka nampak nyata bahwa Hawa Nafsu manusia memang  enggan ditundukkan dengan petunjuk-petunjuk Alloh SWT.

Lelahnya manusia menghadapi hawanafsu memang merupakan akibat pasti dari sikap manusia yang sebenarnya diciptakan sangat dhoif namun memiliki sifat sombong yang luar bisa. Air mani yang tumbuh jadi manusia yang menentang Alloh SWT yang telah menciptakannya.

 

يُنَزِّلُ الْمَلآئِكَةَ بِالْرُّوحِ مِنْ أَمْرِهِ عَلَى مَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ أَنْ أَنذِرُواْ أَنَّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنَاْ فَاتَّقُونِ ﴿٢﴾ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ بِالْحَقِّ تَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ ﴿٣﴾

Dia menciptakan langit dan bumi dengan hak.Maha Tinggi Alloh daripada apa yang mereka persekutukan. (QS. 16:3)

Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yamng nyata. (QS. 16:4)

 

Back to nature, kembali ke Alam, kembali kepada Sunatulloh, kembali kepada fitrah, merupakan jawaban pintas, ringkas dan cerdas, namun selalu saja syaitan berusaha menghadang manusia dengan sekuat kuatnya.

 

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفاً فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ ﴿٣٠﴾

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Alloh); (tetaplah atas) fitrah Alloh yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.Tidak ada perubahan pada fitrah Alloh.(Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui, (QS. 30:30)

 

Bila anak-anak manusia telah mampu merendahkan diri dihadapan Alloh SWT, mengakui kekecilan dirinya, tidak lebih setitik air mani yang ditumbuhkan oleh Alloh. Dan mau menerima nikmat-nikmat Alloh, dengan tekun  merasakan lezatnya firman Alloh SWT. Maka perlahan tapi pasti manusia akan dapat terbebas dari lelahnya didera zaman Hedonis, Materialis yang sangat liat dan pekat.

Semoga Manusia sedunia segera kembali mau menerima hidayah Alloh SWT, mau menyungkurkan dirinya dihadapan Alloh untuk taat dan tunduk patuh kepada Alloh SWT, Tuhan Semesta Alam, Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan segenap malaikat, Jin dan Manusia, Tuhan Segenap RUH.  Tuhan semesta Alam.

Lelahnya zaman bisa diatasi dengan sesaat-sesaat bertasbih mengagungkan Alloh, sholat dengan khusuk memuji Alloh SWT yang telah memberi kehidupan. Dan setiap kesibukan yang dilakukan selalu diarahkan untuk  beribadah dan mencari ridho Alloh SWT dengan mengikuti aturan-aturan-Nya.

Setiap kejujuran dan kecerdasan semuanya digunakan untuk mencari keridhoan-Nya. Segala puji hanya bagi Alloh Tuhan Yang Maha Agung, Tuhan Yang Maha Tinggi. Semoga kehidupan manusia kembali dalam dekapan Rahmat Alloh SWT.  Wallohu a’lam


One Response to “Lelahnya Mengkonsumsi Budaya Neo Liberalis VS Nikmatnya Back To Nature”

  1. 1
    Cohan Says:

    Terima kasih MTA dengan adanya brosur online kita dapat ilmu lebih mudah dan tanoa hadir dibinaan , maaf karena waktunya bersamaan dengan kuliah saya

Leave a Reply