Kerajaan Besar Tanpa Istana MEGAH, Yang Selalu Memanen Pahala Kebaikan

Segala puji bagi Alloh, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikut beliau, salam untuk seluruh Nabi dan Rasul-Nya.

 

Angan-angan, pemikiran, dan tekad manusia dalam mencapai kekuasaan dari zaman ke zaman selalu saja diexpresikan dengan terbentuknya sebuah kerajaan yang ditandai dengan fisik Istana yang megah dan prajurit yang kuat. Dengan inti kekuasaan ditangan Raja atau Ratu, dan seluruh bawahan Raja adalah orang-orang yang setia kepada Raja untuk melakukan apa saja kehendak sang Raja.

Terbentuknya kerajaan-kerajan dimuka bumi merupakan sebuah sunatullah, sentralisasi kebijakan memang merupakan kebutuhan untuk terwujudnya keteraturan. Tidak hanya kerajaan manusia, bahkan berbagai jenis makhluq ternasuk hewan memiliki insting yang sama.

Dalam alam manusia, dari zaman ke zaman terjadi metamorphose dari satu jenis kekuasaan kepada kekuasaan yang berbentuk sama, bila dulu berwujud kerajaan namun kini berwujud sebuah Negara republik dengan simbul Presiden sebagai puncak Penguasa, atau mungkin dimasa depan akan berbentuk kekuasaan dengan bentuk System Central Computer yang akan menjadi pemandu kekuasaan.

Bagaimana pula kita lihat orang-orang sekarang telah mengisi waktu hidupnya, siang malam mengumpulkan harta, dan kemudian digunakan untuk bersaing meraih kekuasaan, dengan segala metode dan cara. Bahkan segala aturan-aturan universal telah diterjang dan diabaikan, demi mendapatkan predikat Penguasa.

Namun manusia yang hidup di jaman sekarangpun melihat sebuah tanda-tanda besar, bahwa raja-raja yang hidup turun temurun itu di saat ini tinggal sebagai simbul. Dan bahkan menjadi tontonan orang-orang dijaman sekarang, kerajaannya telah menjadi museum dan tempat wisata. Demikian pula mungkin suatu saat kekuasaan  negara-negara di dunia ini di suatu saat tinggal menjadi museum bagi sejarah manusia dimasa mendatang.

Alloh SWT telah memberi tahu kepada umat Islam tentang hakekat hidup bersatu dalam lingkup keluarga, masyarakat, bahkan negara dan bangsa. Semua itu adalah wujud alamiyah dari kehendak Alloh tentang perkenan Alloh kepada manusia bagaimana mereka hidup di muka bumi, sebagaimana firman-Nya

هُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ فِي الْأَرْضِ فَمَن كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُ وَلَا يَزِيدُ الْكَافِرِينَ كُفْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ إِلَّا مَقْتاً وَلَا يَزِيدُ الْكَافِرِينَ كُفْرُهُمْ إِلَّا خَسَاراً ﴿٣٩﴾

 Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. Barangsiapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhan-nya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka. (QS. 35:39)

Alloh SWT, memberi kehidupan kepada manusia di muka bumi, manusia dihidupkan di muka bumi, merupakan tanda-tanda keagungan Alloh, dan secara insting manusia tanpa diajari telah membangun sistem kekuasaan terpusat diantara mereka. Dan kekhalifahan yang dikehendaki oleh Alloh adalah kekhalifahan untuk mengatur segala apa yang dimuka bumi. Manusia menjadi khalifah diatas makhluq-makhluq yang lain, dan juga khalifah di dalam diri pribadi, keluarga, masyarakat, negara dan bangsa.

Namun manusia tidak boleh terlalu berat sebelah dalam berkonsentrasi, jangan sampai ambisinya mengejar kekuasaan kemudian mengabaikan hakikat utama tentang kemanusiaannya. Manusia yang harus tunduk patuh kepada Sunatullah, hukuk-hukum Alloh SWT. Bila kejiwaan manusia telah mengabaikan kepatuhannya kepada Alloh, dipastikan bahwa mereka akan menempuh jalan-jalan kekufuran. Dan ini akan menjadi ketersesatan di dunia dan kemenyesalan di akherat kelak.

Kekafiran yang diperbuat manusia,  semuanya akan kembali kepada diri manusia. Kesibukannya untuk bermain-main dan bercurang-curang dalam mengendalikan kekhalifahan tersebut akan berujung datangnya murka Alloh pada mereka. Kezaliman yang dilakukan oleh diri, keluarga, masyarakat, negara dan bangsa, akibat buruknya akan kembali kepada mereka masing-masing. Baik dalam skala kecil atau skala besar.

Kerajaan Besar Tanpa Istana, Yang Selalu Memanen Pahala Kebaikan Yang Abadi

Segala puji bagi Alloh, Alloh Tuhan Semesta Alam telah memberikan contoh yang amat kontras dengan kemauan manusia pada umumnya sebagaimana dalam firman-Nya

 أَمْ لَهُمْ نَصِيبٌ مِّنَ الْمُلْكِ فَإِذاً لاَّ يُؤْتُونَ النَّاسَ نَقِيراً ﴿٥٣﴾ أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَى مَا آتَاهُمُ اللّهُ مِن فَضْلِهِ فَقَدْ آتَيْنَا آلَ إِبْرَاهِيمَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَآتَيْنَاهُم مُّلْكاً عَظِيماً ﴿٥٤﴾

Ataukah ada bagi mereka bahagian dari kerajaan (kekuasaan) Kendatipun ada, mereka tidak akan memberikan sedikitpun (kebajikan) kepada manusia. (QS. 4:53)

Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Alloh telah berikan kepadanya Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar. (QS. 4:54)

Kepatuhan manusia kepada petunjuk Alloh akan membawa manusia hidup dalam fitrah, hidup dalam kesyukuran, hidup dengan  terang benderang melihat keagungan Alloh dan kemudian tunduk patuh kepada-Nya, dengan keadaan yang seperti itu, lahir batin, indra dan ruh manusia akan hidup fitah dalam kesyukuran kepada-Nya.

Sebalinya bila manusia meninggalkan petunjuk Alloh, dan bahkan  mengesampingkan petunjuk Alloh, maka manusia akan terjerumus pada jalan-jalan kekufuran, jalan kesesatan, jalan yang akan menyulitkan dirinya.

Apa yang tergambar oleh pemahaman manusia awam disaat ini, ketika orang tergila-gila dengan tahta, harta dan  kesenangan dunia. Itu adalah sesuatu bentuk capaian besar yang perlu di sungguh-sungguhkan dan diwujudkan secara fisik, berupa Kekuasaan  yang nampak dalam pengakuan manusia, Kelimpahan harta yang bisa dibanggakan kepada manusia lain, atau kesenangan yang dapat terasakan oleh indra-indra jasmani dan emosi jiwa yang salah.

Alloh SWT, telah memberi celaan kepada manusia yang  mereka merasa memiliki tahta, harta dan kesenangan dunia, tapi ternyata tidak bermanfaat bagi dirinya dan manusia lain. Sebaliknya Alloh memuji N Ibrahim yang dengan ketekunannya untuk selalu teguh dalam tunduk patuh kepada Alloh, dengan aktifitas tersebut Alloh telah melimpahkan sifat-sifat mulia kepada nabi Ibrahim dan dengan sifat-sifat mulia itu pula kemudian segala Apa yang dilakukan Nabi Ibrahim sangat bermanfaat bagi dirinya dan bahkan bagi seluruh manusia sesudahnya, kekal hingga hari Qiyamat.

 

Alloh telah menunjukkan bahwa kemuliaan manusia disisi Alloh dan di hadapan manusia akan wujud dengan sebenarnya bila manusia telah mau menundukkan diri dihadapan Alloh, menjadi manusia Sholih yang selalu beribadah kepada Alloh, mengagungkan Alloh dan beramal mengharap  keridhoan Alloh SWT. Segala sesuatu dari Alloh dan sudah sepantasnya semua amal dibawa untuk mencari ridho Alloh. Dengan landasan tersebut maka pahala senantiasa mengalir ke dalam diri orang tersebut.

Walaupun penampilan sebagai manusia tanpa atribut, namun bila mereka benar-benar rajin beribadah kepada Alloh, benar-benar rajin mengagungkan Alloh, maka mereka akan dikaruniai oleh Alloh dengan sifat-sifat terpuji dan mulia, yang mengakibatkan keberkahan bagi segala apa yang diperbuatnya, baik dihadapan Alloh atau dalam penialaian manusia yang Adil dan Benar.

Janganlah waktu kita tersita habis untuk sekedar berkeringat menggapai tahta, harta dan kekuasaan duniawiyah. Namun seharusnya kita sibuk dengan rajin beribadah dan mengagungkan Alloh sebagaimana Nabi Ibrahim, dan nabi Muhammad telah memberi contoh kepada kita umat manusia.

Nabi Ibrahim, bapak Tauhid. Walaupun hidup tanpa Istana dan Kerajaan Yang gemerlapan. Pada Jaman ini pengikut Nabi Ibrahim sungguh luar biasa banyaknya (Kerajaan yang Besar). Dan Alloh memberi pahala kebaikan, kenikmatan dan kebahagiaan senantiasa mengalir tiada putus-putusnya hingga akhir zaman bahkan Abadi hingga di alam kehidupan akherat kepadanya. Berbahagialah orang yang dapat menghayati hakekat kehidupan yang sebenarnya.    Wallohu a’lam.

 


10 Responses to “Kerajaan Besar Tanpa Istana MEGAH, Yang Selalu Memanen Pahala Kebaikan”

  1. 10
    adamhidayat Says:

    semoga allah selalu menambah imanku

  2. 9
    mang edy Says:

    semoga aku tdk demikian selalu mendapat kemudahan, hidayah dan petunjuk pd jln yg lurus, lurus dan lurus

  3. 8
    Suiyedidwipranoto Says:

    Apa maksud kerajan besar tanpa istanah yang megah yang selalu memanen pahala dan kebaikan. Apakah kerajaan itu negeri Akhirat ?

  4. 7
    Jabrick Says:

    Semangat…

  5. 6
    Amiin Says:

    Subhanallah …nabi ibrahim & Nabi muhamad contoh raja yg selalu ditaati umatnya sampai akhir zaman,hidupnya sedehana , akhlaknya yg agung sbgai panutan/suri tauladan seluruh manusia

  6. 5
    ana Says:

    Segala Puji bagi Allah …

  7. 4
    jojo Says:

    subhanallah

  8. 3
    Ngadi saliro Says:

    Begitulah jika kebenaran di munculkan maka cepat atau lambat yang batil akan lenyaplah.

  9. 2
    AGUS RIYANTO Says:

    Baik dihadapan manusia belum tentu baik menurut Allah,…Allah berperasangka kepada kita sebagaimana kita berperasangka kepada-NYA,….SUBHANAALLAH….ALLAHUAKBAR.

  10. 1
    ujang Says:

    subhanalloh…

Leave a Reply