Wapres RI : Berdakwah Dengan Kasih Sayang

Istora Senayan (Ahad, 15 September 2013). Sambutan Pada Acara Pembukaan Silaturahim Nasional Perjalanan Da’wah Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA) Ke-41.

Mengikuti tauladan Nabi, seyogyanya da’wah disampaikan dengan kasih sayang, dengan menyentuh hati umat, bukan dengan paksaan dan kekerasan. Demi kejayaan Islam, umat Islam dimanapun seyogyanya menghindar dari segala bentuk tindakan dan perilaku yang dapat melunturkan dan merusak citra Islam.

Demikian diungkapkan Wakil Presiden Boediono saat membuka Silaturahim Nasional Perjalanan Da’wah Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA) Ke-41 di Istora Senayan, Jakarta, 15 September 2013. Hadir dalam kesempatan itu Pimpinan Pusat MTA Al-Ustadz Ahmad Sukina, Ketua Majelis Ulama Indonesia K.H. Cholil Ridwan dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

Silaturahmi nasional ini dihadiri lebih dari 70 ribu peserta terdiri dari pengurus, warga dan simpatisan MTA dari seluruh Indonesia. Tema “Membangun Moral Bangsa melalui Ukhuwah Islamiah serta Menjalin Tali Silaturahim.”

Wapres mengingatkan, melakukan kegiatan da’wah bukanlah pekerjaan yang mudah. Da’wah bertujuan untuk mengajak umat untuk taat kepada Allah SWT, bertauhid yang lurus, mengesakan Allah SWT, mengajak beramal shalih, dan berserah diri kepada Allah SWT, serta menjadi seorang muslim yang baik memerlukan kesabaran,ketekunan dan bahkan pengorban.

Gbr. Wapres Boediono, Gubernur DKI Jokowi, Al Ustadz Ahmad Sukino dan KH.Muhyiddin Junaedi

Itu pulalah yang pernah dialami Nabi Muhammad SAW sewaktu melakukan da’wah menyerukan Islam kepada umat manusia. Berbagai tuduhan dan cemoohan dilontarkan kepada Nabi. Tidak saja penghinaan, penganiayaan fisik, bahkan juga rencana pembunuhan terhadap beliau. Itu semua tidak menjadikan Nabi surut dalam berda’wah.Semua diterima beliau dengan kesabaran dan keikhlasan.

“ Begitu pula dengan Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA) yang merupakan lembaga da’wah dalam mensyiarkan Islam. Mari kita tauladani apa yang telah dilakukan Rasulullah SAW. Beliau dengan kesabaran, kelembutan, kasih sayang, dan penuh rasa persaudaraan menyampaikan pesan dan ajakan kepada umat manusia untuk dapat menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya.Dengan pendekatan seperti itu, beliau berhasil,” kata Wapres.

Wapres juga menegaskan bahwa silaturahim merupakan ibadah yang agung, ibadah yang sebenarnya mudah dilaksanakan dan dapat dipastikan membawa berkah. Oleh karena itu kaum muslimin hendaknya tidak melalaikan dan melupakannya.

Wapres mengutip riwayat tentang pertanyaan sahabat akan apa amal yang pahalanya besar, Rasulullah SAW bersabda : “Mendamaikan yang bertengkar, menyambungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan tali persaudaraan di antara mereka adalah amal saleh yang besar pahalanya. Barangsiapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali silaturahim.”

Silaturahim adalah kunci terbukanya rahmat dan pertolongan Allah SWT. Dengan terhubungnya silaturahim, ukhuwah Islamiyah akan terjalin dengan baik. Hal ini sangat penting. Sebab, bagaimana pun besarnya jumlah umat Islam, akan kurang artinya, apabila tidak ada unsur yang mengikat dan menyatukannya (Selanjutnya baca pidato Wapres di Ruang Pers).

Diungkapkan Pimpinan Pusat MTA Al-Ustadz Ahmad Sukina, MTA yang berdiri pada 19 September 1972 kini telah memiliki 434 cabang dan perwakilan di seluruh tanah air. Perkembangan MTA, ungkapnya, bukanlah perintah dari atas tapi tumbuh dari bawah. Sebagian berawal dari para pendengar radio da’wah MTA yang lalu mengadakan kelompok pendengar radio, yang lalu meminta pembinaan yang diisi pengajian dari penda’wah dari MTA pusat. “Pimpinan MTA pusat menyetujui dengan syarat mereka mau mengaji dengan kesungguhan dan mau mengamalkan hasil ngajinya dalam kehidupan sehari-hari,” kata pimpinan pusat MTA.

Dalam kesempatan itu Wapres Boediono menyaksikan pengesahan 128 perwakilan baru di seluruh penjuru tanah air mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Palembang, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, seluruh Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Barat.

****

referensi : http://wapresri.go.id/index/preview/berita/2919


4 Responses to “Wapres RI : Berdakwah Dengan Kasih Sayang”

  1. 4
    suhardi parwoto Says:

    Selamat atas silatnas di senayan semoga umat islam di tanah air tahu bahwa MTA bukan aliran sesatseperti yg dituduhkan selama ini. dan semoga umat islam sadar bahwa pedoman hidup yg mesti diamalkan dalam kehidupan sehari-hari adalah Al Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW.

  2. 3
    sumanto Says:

    Alhamdulillah  semua lancar dan sukses silatnas mta. …from manto rembang jateng

  3. 2
    sumanto Says:

    Alhamdulillah  semua lancar dan sukses

  4. 1
    Cohan Says:

    Terima kasih MTA pusat saya sebagai simpatisan warga binaan khususnya tuban jawa timur sangatlah mengucapkan terima kasih atas terselenggara silahturohim mta seindonesia kmi sebagai warga mta bangga sekali

Leave a Reply