Indikator KEBERHASILAN Puasa

Harian Joglosemar (Ahad, 21 Juli 2013). Ramadlan bagi umat Islam adalah anugerah Allah yang sangat besar. Karena melalui puasa Ramadlan manusia akan menjadi bertaqwa, posisi paling mulia di sisi-Nya.[QS Al-Hujurat :13]

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.

Maka pantas para shahabat senantiasa menunggu-nunggu datangnya bulan Ramadlan. Dengan berpuasa Ramadlan semua orang Islam berharap menjadi orang yang bertaqwa, akan tetapi sering lupa melaksanakan puasa dengan benar. Bahkan mereka sering lupa bila Rasulullah saw pernah memberitakan berapa banyak orang yang berpuasa tapi tidak mendapatkan apa-apa selain lapar dan haus.

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الْجُوعُ وَالْعَطَشُ وَرُبَّ قَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ قِيَامِهِ السَّهَرُ

Betapa banyak orang yang berpuasa hanya mendapatkan rasa lapar dan dahaga saja. Betapa banyak pula yang melakukan shalat malam, hanya begadang di malam hari” (HR. Ahmad)

Padahal hanya orang yang berhasil menjalani puasa dengan benarlah yang akan mendapatkan gelar taqwa, sehingga kelak berhak untuk masuk ke dalam sorga melalui pintu Ar-Rayyaan.

Ada beberapa indikator yang bisa kita manfaatkan untuk menilai keberhasilan diri kita sendiri dalam menjalankan ibadah puasa.

Yang pertama, dirinya semakin mencintai Allah. Cintanya kepada Allah menjadi motivator untuk lebih bersungguh-sungguh (berjihad) dalam melaksanakan perintah Allah, sehingga maksimal dalam beramal shalih.

Yang ke dua, dirinya akan semakin takut akan murka Allah dan siksa api neraka, sehingga lebih bersungguh-sungguh dalam menjauhi larangan-Nya. Dia akan berhijrah, meninggalkan larangan Allah dengan maksimal.

Indikator ke tiga, dia akan bertaubat dari segala kesalahan dan dosanya. Dia sangat berharap untuk mendapatkan ampunan Allah, tanpa ampunan-Nya dirinya akan disiksa di neraka kekal selama-lamanya.

Indikator yang ke empat hubungannya dengan Allah akan semakin dekat, sehingga dia semakin senang mendengar firman-Nya (Al-Qur’an) dan semakin bersemangat mempelajarinya. Dia faham bahwa manusia tidak mungkin bisa bertaqwa tanpa Al-Qur’an, maka dia akan bersungguh-sungguh mempelajari, memahami, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Yang ke lima dia akan lebih bersemangat dalam berda’wah, karena dia faham bahwa hanya melalui jalan da’wah manusia keluar dari gelap gulita (syirik) menuju terang benderang (tauhid).

“Tauhid inilah yang mendorong manusia beramal ikhlash meskipun harus berkorban waktu, pikiran, tenaga dan harta.”

Indikator ke enam, dia semakin yakin akan penyertaan Allah dimana saja dia berada. (Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah yang keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dia-lah yang keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara (jumlah) yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia ada bersama mereka di mana pun mereka berada). [QS Al-Mujadilah : 7] dan yaqin akan pertolongan-Nya. [QS Muhammad : 7]

Yang ke tujuh indikator keberhasilan orang berpuasa akan nampak dalam ketenangan jiwa dan ketentraman hatinya.[QS Ra’d : 28-29] Wajahnya akan memancarkan kebahagiaan, karena adanya harapan untuk mendapatkan ampunan dan sorga yang dijanjikan Allah kepadanya.

Indikator yang ke delapan, dia akan semakin tha’at kepada Allah dan menjauhi ma’shiyat. Dia yakin hanya orang yang tha’at kepada Allah yang akan mendapatkan keberuntungan [QS An-Nisaa’ : 13], sedang orang yang berbuat ma’shiyat kepada Allah akan rugi. [QS An-Nisaa’ : 14]

Indikator yang ke sembilan adalah semakin tawakkal kepada Allah, semakin pasrah kepada-Nya karena keyaqinannya yang kuat bahwa Allah lah yang menentukan segala sesuatu di dunia ini. Tidak ada yang bisa memberi madlarat kepadanya tanpa ijin Allah. (Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudlarat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk.) [QS Maidah : 105]

Semoga sembilan indikator keberhasilan puasa itu ada pada diri kita semua sehingga layak untuk mendapatkan gelar taqwa. Seandainya masih ada yang belum kita miliki, mari kita usahakan secara maksimal selagi kita masih berada dalam bulan Ramadlan. Semoga Allah memberikan kemudahan kepada kita semua untuk menjadi hamba-Nya yang bertaqwa, aamiin.

 

Al-Ustadz Drs. Ahmad Sukina
Pinpinan Pusat Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA)

 

~oO[ @ ]Oo~


Leave a Reply