Relawan MTA bantu korban gempa Aceh

Gempa yang terjadi di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah propinsi Aceh telah meninggalkan banyak kesulitan bagi masyarakat setempat terutama di daerah daerah yang menjadi pusat gempa yaitu di kecamatan Ketol dan kecamatan Kute Panang kabupaten Aceh Tengah dan di Kabupaten Bener Meriah yaitu di kecamatan Wih Pesam ,kecamatan Timang Gajah .Banyak rumah warga yang selama ini menjadi pendengar radio MTA FM/Persada FM yang juga menjadi korban dari musibah ini.
Namun ada sisi baik kejadian ini telah menyatukan para pendengar radio MTA FM di kedua kabupaten yang di timpa musibah ini.
MTA DI ACEH TENGAH DAN DI BENER MERIAH
Bermula dari hoby elektronika, Aditya Lessai (40) membuat pemancar radio dan menyiarkan disekitar tempat tinggalnya tiga tahun lalu .Kini telah banyak pendengar radio dalam komunitas pendengar radio,dalam pertemuan mereka terakhir di hadiri 70 orang pendengar .Pak Aditya Lessai menyampaikan “ya istilahnya kita kan selalu scen gelombang radio dan tv di digital saya tertarik pada sebuah ceramah yang mengupas tentang tuduhan bahwa pengajian MTA menghalalkan daging anjing rasa penasaran ini membuat saya setiap saat mendengarkannya,akhirnya saya putuskan untuk berbagi agar saudara yang lain juga dapat mendengarkan ceramah al ustad ahmad Sukina ,sejak itu saya rillay melalui pemancar radio yang saya miliki dan membeli beberapa radio yang saya bagikan kepada keluarga yang lain“
Komunitas ini juga sudah melakukan beberapa kali pertemuan kelompok sesama pendengar apalagi setelah beberapa warga kontak dan berhubungan dengan MTA Perwakilan Deli Serdang untuk mengikuti kajian ahad pagi di MTA perwakilan MTA Deli Serdang .Saat ini seluruh keluarga pak Aditya telah aktif sebagai pendengar radio dan tak jarang rumah beliau dijadikan sebagai tempat pertemuan para pendengar yang berasal dari Bener Meriah dan Aceh Tengah. Namun niat baik dan keinginan untuk terus berkumpul dan belajar agama islam mendapat tantangan dari tokoh tokoh masyarakat seperti MPU (Majlis Permusyawaratan Ulama) atau sering di sebut di daerah lain di Indonesia di sebut MUI,dari Keuchik (kepala desa).
Seperti pada saat Ustad Sarijo S.Ag dan rombongan melakukan surve dan pendataan korban gempa para pihak tersebut diatas di tambah dengan personil dari kepolisian menghalangi dan meminta kegiatan MTA di tiadakan di
Aceh tanpa alasan yang tidak jelas dan tidak bisa diterima.kegiatan ini di kordinir oleh Pak Junianto (45),Pak Musrianto(50)

RELAWAN MTA DI BENER MERIAH DAN DI ACEH TENGAH
Kehadiran relawan MTA Wilayah Sumatera Utara yang dalam hal ini mewakili MTA pusat sejumlah 30 orang ditambah oleh 70 relawan komunitas pendengar radio MTA sangat membantu meringankan beban yang dialami oleh warga akibat musibah gempa.Kegiatan yang dilakukan pembagian sembako dan trauma centre melalui kegiatan penyuluhan dan pengajian .Sembako sembako yang dibagi langsung kepada masyarakat penerima yang benar benar membututuhkannya .Dilaksanakan sejak rabu ,24 Juli sampai 28 juli 2013


3 Responses to “Relawan MTA bantu korban gempa Aceh”

  1. 3
    yuni Says:

    gunakan sisa umurmu untuk selalu semangat jihad fi sabilillah

  2. 2
    Edy Yulianto Says:

    Walau ada rintangan kita tetap semangat…. Semoga Allah meringankan beban kita…

  3. 1
    SURADI Says:

    Semangat kemanusian selalu ditanamkan oleh warga MTA ………………smoga selalu bersemangat…….!!!

Leave a Reply