Materi Nafar 1434H: TAFSIR QS.66:6

Materi Nafar Ramadlan 1434 H #2

QS. At-Tahriim : 6

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ.

اَلْحَمْدُ للهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ، وَ نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيّاتِ اَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَ مَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ. اَللّهُمَّ صَلّ وَ سَلّمْ وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِه اَجْمَعِيْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى.

ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا قُوْآ اَنْفُسَكُمْ وَ اَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَ الْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلئِكَةٌ غِلاَظٌ شِدَادٌ لاَّ يَعْصُوْنَ اللهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَ يَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. [QS. At-Tahriim : 6]

Allah menyeru orang-orang yang beriman, kemudian memerintahkan agar menjaga dirinya dari api neraka dengan melakukan tha’at kepada Allah dan Rasul-Nya, melakukan amal-amal shalih dan terpuji dan menjauhi dari perbuatan-perbuatan buruk dan perbuatan dosa.

Setelah Allah memerintahkan orang-orang yang beriman supaya menjaga dirinya, kemudian memerintahkan pula menjaga keluarganya dari siksa neraka dengan mendidik dan mengarahkan keluarganya kejalan yang benar, jalan yang telah ditunjukkan oleh Allah SWT dan agar mengajak kepada kebaikan dan melarang dari kemungkaran.

Dalam QS. Thaahaa : 132, Allah SWT berfirman :

وَ اْمُرْ اَهْلَكَ بِالصّلوةِ وَ اصْطَبِرْ عَلَيْهَا، لاَ نَسْئَلُكَ رِزْقًا، نَحْنُ نَرْزُقُكَ، وَ الْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوى

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bershabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezqi kepadamu, Kami lah yang memberi rezqi kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertaqwa. [QS. Thaahaa : 132]

Dalam ayat ini kita diperintahkan supaya mendidik keluarga kita dan mengarahkannya ke jalan yang benar, dan supaya bershabar menyuruh keluarga supaya melaksanakan shalat, sehingga menjadi keluarga yang selalu mendirikan shalat dan tha’at kepada Allah dan Rasul-Nya. Di dalam hadits disebutkan bahwa kita supaya menyuruh anak-anak kita melaksanakan shalat sejak umur 7 tahun, kemudian setelah umur 10 tahun, apabila mereka tidak mau melaksanakan shalat, maka orang tua harus memberikan sanksi, agar anak terbiasa melaksanakan shalat sejak kecil.

عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ اَبِيْهِ عَنْ جَدّهِ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص مُرُوْا اَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَ هُمْ اَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِيْنَ، وَ اضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا وَ هُمْ اَبْنَاءُ عَشْرٍ. وَ فَرّقُوْا بَيْنَهُمْ فِى الْمَضَاجِعِ. ابو داود، حديث حسن

Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Suruhlah anak-anakmu melaksanakan shalat ketika mereka berumur tujuh tahun, dan pukullah mereka karena meninggalkan shalat itu jika berumur sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidur mereka”. [HR. Abu Dawud juz 1, hal. 133, no. 495]

Rasulullah SAW ketika turun ayat (وَ اَنْذِرْ عَشِيْرَتَكَ اْلاَقْرَبِيْنَ) QS. Asy-Syu’araa’ : 214, maka beliau lalu mengumpulkan keluarga beliau, beliau berda’wah agar mereka beriman kepada Allah dan menjauhi kemusyrikan, karena dengan beriman kepada Allah dan tha’at kepada-Nya manusia akan terhindar dari siksa neraka dan akan dimasukkan surga.

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: لَمَّا اُنْزِلَتْ هذِهِ اْلآيَةُ (وَ اَنْذِرْ عَشِيْرَتَكَ اْلاَقْرَبِيْنَ) دَعَا رَسُوْلُ اللهِ ص قُرَيْشًا: فَاجْتَمَعُوْا. فَعَمَّ وَخَصَّ. فَقَالَ: يَا بَنِى كَعْبِ بْنِ لُؤَىّ اَنْقِذُوْا اَنْفُسَكُمْ مِنَ النَّارِ. يَا بَنِى مُرَّةَ بْنِ كَعْبٍ، اَنْقِذُوْا اَنْفُسَكُمْ مِنَ النَّارِ. يَا بَنِى عَبْدِ شَمْسٍ، اَنْقِذُوْا اَنْفُسَكُمْ مِنَ النَّارِ. يَا بَنِى عَبْدِ مَنَافٍ، اَنْقِذُوْا اَنْفُسَكُمْ مِنَ النَّارِ. يَا بَنِى هَاشِمٍ، اَنْقِذُوْا اَنْفُسَكُمْ مِنَ النَّارِ. يَا بَنِى عَبْدِ الْمُطَّلِبِ، اَنْقِذُوْا اَنْفُسَكُمْ مِنَ النَّارِ. يَا فَاطِمَةُ، اَنْقِذِى نَفْسَكِ مِنَ النَّارِ، فَاِنّى لاَ اَمْلِكُ لَكُمْ مِنَ اللهِ شَيْئًا، غَيْرَ اَنَّ لَكُمْ رَحِمًا سَأَبُلُّهَا بِبَلاَلِهَا. مسلم

Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Ketika turun ayat (yang artinya) “(Berilah peringatan kepada kaum kerabatmu yang terdekat”. [QS. Asy-Syu’araa` : 214]. maka Rasulullah SAW menyeru kaum Quraisy, hingga mereka semua berkumpul. Kemudian Rasulullah SAW berbicara secara umum dan secara khusus. Beliau bersabdai, “Wahai Bani Ka’ab bin Luaiy, selamatkanlah diri kalian dari Neraka. Wahai Bani Murrah bin Ka’ab, selamatkanlah diri kalian dari Neraka. Wahai Bani ‘Abdu Syamsin, selamatkanlah diri kalian dari Neraka. Wahai Bani Abdu Manaf, selamatkanlah diri kalian dari Neraka. Wahai Bani Hasyim, selamatkanlah diri kalian dari Neraka. Wahai Bani Abdul Muththalib, selamatkanlah diri kalian dari Neraka. Wahai Fatimah, selamatkanlah dirimu dari Neraka. Sesungguhnya aku tidak bisa menolak siksaan Allah kepada kalian sedikit pun, tetapi kalian adalah kerabatku, maka aku akan memberinya siraman-siraman”. [HR. Muslim juz 1, hal. 192, no. 348]

Dalam riwayat lain disebutkan :

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص حِيْنَ اُنْزِلَ عَلَيْهِ (وَ اَنْذِرْ عَشِيْرَتَكَ اْلاَقْرَبِيْنَ): يَا مَعْشَرَ قُرَيْشٍ، اِشْتَرُوْا اَنْفُسَكُمْ مِنَ اللهِ لاَ اُغْنِى عَنْكُمْ مِنَ اللهِ شَيْئًا. يَا بَنِى عَبْدِ الْمُطَّلِبِ، لاَ اُغْنِى عَنْكُمْ مِنَ اللهِ شَيْئًا. يَا عَبَّاسَ بْنَ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ، لاَ اُغْنِى عَنْكَ مِنَ اللهِ شَيْئًا. يَا صَفِيَّةُ عَمَّةَ رَسُولِ اللَّهِ، لاَ اُغْنِى عَنْكِ مِنَ اللهِ شَيْئًا. يَا فَاطِمَةُ بِنْتَ رَسُوْلِ اللهِ، سَلِيْنِى بِمَا شِئْتِ، لاَ اُغْنِى عَنْكِ مِنَ اللهِ شَيْئًا. مسلم

Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Ketika turun ayat (yang artinya), “Dan berilah peringatan kepada kaum kerabatmu yang terdekat”. [QS. Asy-Syu’araa` : 214], Rasulullah SAW bersabda, “Wahai orang-orang Quraisy, tukarkanlah diri kalian (dengan surga) dari Allah, aku tidak bisa melindungi kalian dari siksa Allah sedikit pun, wahai Bani ‘Abdul-Muththalib, aku tidak bisa melindungi kalian dari siksa Allah sedikit pun, wahai ‘Abbas bin ‘Abdul-Muththalib, aku tidak bisa melindungimu dari siksa Allah sedikit pun, wahai Shafiyyah bibi Rasulullah, aku tidak bisa melindungimu dari siksa Allah sedikit pun, wahai Fathimah binti Rasulullah, mintalah kepadaku apa yang kamu kehendaki, aku tidak bisa melindungimu dari siksa Allah sedikit pun”. [HR. Muslim juz 1, hal. 192, no. 351]

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ:  لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ اْلاَيَةُ (وَ اَنْذِرْ عَشِيْرَتَكَ اْلاَقْرَبِيْنَ) وَ رَهْطَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْنَ. خَرَجَ رَسُوْلُ اللهِ ص حَتَّى صَعِدَ الصَّفَا فَهَتَفَ: يَا صَبَاحَاهْ. فَقَالُوْا مَنْ هذَا الَّذِى يَهْتِفُ؟ قَالُوْا مُحَمَّدٌ. فَاجْتَمَعُوْا اِلَيْهِ، فَقَالَ: يَا بَنِى فُلاَنٍ، يَا بَنِى فُلاَنٍ، يَا بَنِى فُلاَنٍ، يَا بَنِى عَبْدِ مَنَافٍ، يَا بَنِى عَبْدِ الْمُطَّلِبِ. فَاجْتَمَعُوْا اِلَيْهِ. فَقَالَ: اَرَأَيْتَكُمْ لَوْ اَخْبَرْتُكُمْ اَنَّ خَيْلاً تَخْرُجُ بِسَفْحِ هذَا الْجَبَلِ، اَكُنْتُمْ مُصَدّقِىَّ؟. قَالُوْا: مَا جَرَّبْنَا عَلَيْكَ كَذِبًا. قَالَ: فَاِنّى نَذِيْرٌ لَكُمْ بَيْنَ يَدَىْ عَذَابٍ شَدِيْدٍ. قَالَ: فَقَالَ أَبُوْ لَهَبٍ: تَبًّا لَكَ، اَمَا جَمَعْتَنَا اِلاَّ لِهَذَا؟ ثُمَّ قَامَ. فَنَزَلَتْ هذِهِ السُّورَةُ: تَبَّتْ يَدَا اَبِى لَهَبٍ، وَقَدْ تَبَّ. مسلم

Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata, “Ketika turun ayat (yang artinya), “Berilah peringatan kepada kaum kerabatmu yang terdekat”. [QS. Asy-Syu’araa’ : 214], yaitu kaum kerabatmu yang terpilih, maka Rasulullah SAW keluar lalu naik ke bukit Soffaa. Kemudian beliau berteriak memanggil-manggil kaumnya, “Wahai kaumku”. Sebagian mereka tertanya-tanya, siapakah yang memanggil itu. Mereka menjawab, “Muhammad”. Maka mereka pun berkumpul kepada beliau. Kemudian beliau bersabda, “Wahai Bani Fulan, wahai Bani Fulan, wahai Bani Fulan, wahai Bani Abdu Manaf, Wahai Bani Abdul Muththalib” Maka mereka semua menghampiri beliau. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Bagaimana pendapat kalian seandainya aku kabarkan kepada kalian bahwa ada satu pasukan berkuda akan keluar dari kaki bukit ini untuk menyerang kalian, apakah kalian mempercayaiku ?”. Mereka serempak menjawab, “Kami tidak pernah mendapati kamu berdusta”. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya aku memperingatkan kalian adanya siksa yang besar di hadapan kalian”. Ibnu Abbas berkata : Lalu Abu Lahab berkataa, “Celaka kamu. Apakah kamu meminta kami berkumpul hanya untuk mendengar perkara ini ?”. Kemuidian Abu Lahab berlalu pergi. Maka turunlah surat (yang artinya), “(Binasalah kedua tangan Abu Lahab), dan sungguh dia pasti celaka)”. [HR. Muslim juz 1, hal. 193, no. 355]

Neraka adalah siksa Allah yang sangat dahsyat. Api neraka bahan bakarnya dari manusia dan batu, orang-orang musyrik yang menyembah berhala beserta berhalanya akan menjadi bahan bakar neraka. Di dalam hadits disebutkan panasnya api neraka 70 X panasnya api di dunia.

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: نَارُكُمْ هذِهِ الَّتِى يُوْقِدُ ابْنُ آدَمَ جُزْءٌ مِنْ سَبْعِيْنَ جُزْءًا مِنْ حَرّ جَهَنَّمَ. قَالُوْا: وَ اللهِ، اِنْ كَانَتْ لَكَافِيَةً يَا رَسُوْلَ اللهِ. قَالَ: فَاِنَّهَا فُضّلَتْ عَلَيْهَا بِتِسْعَةٍ وَ سِتّيْنَ جُزْءًا، كُلُّهَا مِثْلُ حَرّهَا. مسلم

Dari Abu Hurairah, bahwasanya Nabi SAW bersabda, “Apimu ini, yang dinyalakan oleh anak Adam (manusia) adalah sepertujuh puluh dari panasnya Jahannam”. Para shahabat berkata, “Demi Allah, meskipun begitu api ini sudah cukup (untuk memasak dll), ya Rasulullah”. Beliau bersabda, “Sesungguhnya panas api Jahannam itu melebihi panasnya api ini dengan enam puluh sembilan bagian, masing-masing panasnya sama dengan api ini”. [HR. Muslim juz 4 hal. 2184]

Para penjaga neraka adalah para malaikat yang kasar dan keras, yang tidak pernah durhaka kepada Allah atas apa-apa yang diperintahkan kepada mereka.

Dalam ayat lain Allah menyebutkan bahwa neraka itu dijaga oleh 19 malaikat. Allah SWT berfirman :

وَمَآ اَدْريكَ مَا سَقَرُ(27) لاَ تُبْقِيْ وَلاَ تَذَرُ(28) لَوَّاحَةٌ لِلْبَشَرِ(29) عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَ(30) وَمَا جَعَلْنَآ اَصْحَابَ النَّارِ اِلاَّ مَلئِكَةً وَّمَا جَعَلْنَا عِدَّتَهُمْ اِلاَّ فِتْنَةً لّلَّذِيْنَ كَفَرُوْا لِيَسْتَيْقِنَ الَّذِيْنَ اُوتُوا الْكِتبَ وَ يَزْدَادَ الَّذِيْنَ امَنُوْآ ايْمَانًا وَّلاَ يَرْتَابَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتبَ وَ الْمُؤْمِنُوْنَ وَ لِيَقُوْلَ الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ وَّ الْكفِرُوْنَ مَاذَآ اَرَادَ اللهُ بِهذَا مَثَلاً، كَذلِكَ يُضِلُّ اللهُ مَنْ يَّشَآءُ وَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَآءُ، وَمَا يَعْلَمُ جُنُوْدَ رَبّكَ اِلاَّ هُوَ، وَمَا هِيَ اِلاَّ ذِكْرى لِلْبَشَرِ

Tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu? (27) Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. (28) (Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia. (29) Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga). (30) Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat; dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yaqin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab dan orang-orang mu’min itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan), “Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?”. Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia. (31) [QS. Al-Muddatsir : 27-31]

Sungguh celaka orang yang masuk neraka, apabila mereka meminta minum, akan diberikan minum dengan air seperti besi yang mendidih. Allah SWT berfirman :

وَ قُلِ الْحَقُّ مِنْ رَّبّكُمْ، فَمَنْ شَآءَ فَلْيُؤْمِنْ وَّمَنْ شَآءَ فَلْيَكْفُرْ، اِنَّا اَعْتَدْنَا لِلظّلِمِيْنَ نَارًا اَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا، وَ اِنْ يَّسْتَغِيْثُوْا يُغَاثُوْا بِمَىآءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوْهَ، بِئْسَ الشَّرَابُ، وَسَآءَتْ مُرْتَفَقًا

Dan katakanlah, “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir”. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang dhalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek. [QS. Al-Kahfi : 29]

Dan apabila mereka minta makan, akan diberikan makanan berupa dlori’ atau zaqquum. Allah SWT berfirman :

اِنَّ شَجَرَتَ الزَّقُّوْمِ(43) طَعَامُ اْلاَثِيْمِ(44) كَالْمُهْلِ يَغْلِيْ فِي الْبُطُوْنِ(45) كَغَلْيِ الْحَمِيْمِ(46) خُذُوْهُ فَاعْتِلُوْهُ اِلى سَوَآءِ الْجَحِيْمِ(47) ثُمَّ صُبُّوْا فَوْقَ رَأْسِه مِنْ عَذَابِ الْحَمِيْمِ(48) ذُقْ اِنَّكَ اَنْتَ الْعَزِيْزُ الْكَرِيْمُ(49) اِنَّ هذَا مَا كُنْتُمْ بِه تَمْتَرُوْنَ

Sesungguhnya pohon zaqqum itu, (43) makanan orang yang banyak berdosa. (44)

(Ia) sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut, (45) seperti mendidihnya air yang sangat panas. (46) Peganglah dia kemudian seretlah dia ke tengah-tengah neraka. (47) Kemudian tuangkanlah di atas kepalanya siksaan (dari) air yang amat panas. (48) Rasakanlah, sesungguhnya kamu orang yang perkasa lagi mulia. (49) Sesungguhnya ini adalah adzab yang dahulu selalu kamu meragu-ragukannya. (50) [QS. Ad-Dukhaan : 43-50]

Dalam ayat lain disebutkan :

ثُمَّ اِنَّكُمْ اَيُّهَا الضَّآلُّوْنَ الْمُكَذّبُوْنَ(51) لآَكِلُوْنَ مِنْ شَجَرٍ مّنْ زَقُّوْمٍ(52) فَمَالِئُوْنَ مِنْهَا الْبُطُوْنَ(53) فَشَارِبُوْنَ عَلَيْهِ مِنَ الْحَمِيْمِ(54) فَشَارِبُوْنَ شُرْبَ الْهِيْمِ(55) هذَا نُزُلُهُمْ يَوْمَ الدّيْنِ

Kemudian sesungguhnya kamu hai orang yang sesat lagi mendustakan, (51) benar-benar akan memakan pohon zaqqum,(52) dan akan memenuhi perutmu dengannya. (53) Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas. (54) Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum. (55) Itulah hidangan untuk mereka pada hari Pembalasan”. (56) [QS. Al-Waaqi’ah : 51-56]

Di dalam hadits disebutkan :

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَرَأَ هذِهِ اْلآيَةَ (اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَ لاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَ اَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ) قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: لَوْ اَنَّ قَطْرَةً مِنَ الزَّقُّوْمِ قُطِرَتْ فِى دَارِ الدُّنْيَا َلاَفْسَدَتْ عَلَى اَهْلِ الدُّنْيَا مَعَايِشَهُمْ، فَكَيْفَ بِمَنْ يَكُوْنُ طَعَامُهُ؟ الترمذى

Dari Ibnu ‘Abbas bahwasanya Rasulullah SAW membaca ayat ini (Bertaqwalah kepada Allah dengan taqwa yang sebenar-benarnya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Islam). Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh seandainya satu tetes dari pohon zaqqum dijatuhkan di dunia, niscaya merusak penghidupan penghuni dunia, lalu bagaimana dengan orang yang pohon zaqqum menjadi makanannya ?”.  [HR. Tirmidzi juz 4 hal. 107]

Oleh sebab itu marilah kita jaga diri kita dan keluarga kita dari api nereka, sehingga keluarga kita menjadi keluarga yang shalih, mu’minin dan muttaqin, yang Allah telah menyediakan surga bagi orang-orang yang beriman dan beramal shalih atau orang-orang yang bertaqwa, Allah SWT berfirman :

اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ مَقَامٍ اَمِيْنٍ(51) فِيْ جَنّتٍ وَّعُيُوْنٍ(52) يَلْبَسُوْنَ مِنْ سُنْدُسٍ وَّ اِسْتَبْرَقٍ مُّتَقبِلِيْنَ(53) كَذلِكَ، وَ زَوَّجْنهُمْ بِحُوْرٍ عِيْنٍ(54) يَدْعُوْنَ فِيْهَا بِكُلّ فَاكِهَةٍ امِنِيْنَ(55) لاَ يَذُوْقُوْنَ فِيْهَا الْمَوْتَ اِلاَّ الْمَوْتَةَ اْلاُوْلى، وَ وَقيهُمْ عَذَابَ الْجَحِيْمِ(56) فَضْلاً مّنْ رَّبّكَ، ذلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ

Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada dalam tempat yang aman, (51) (yaitu) di dalam taman-taman dan mata-air-mata-air; (52) mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, (duduk) berhadap-hadapan, (53) demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari. (54) Di dalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman (dari segala kekhawatiran), (55) mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya kecuali mati di dunia. Dan Allah memelihara mereka dari adzab neraka, (56) sebagai karunia dari Tuhanmu. Yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar. (57) [QS. Ad-Dukhaan : 51-57]

Rasulullah SAW bersabda :

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: قَالَ اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ: اَعْدَدْتُ لِعِبَادِيَ الصَّالِحِيْنَ مَا لاَ عَيْنٌ رَأَتْ وَ لاَ اُذُنٌ سَمِعَتْ وَ لاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ، مِصْدَاقُ ذلِكَ فِى كِتَابِ اللهِ: فَلاَ تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا اُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ اَعْيُنٍ جَزَآءً بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ. مسلم

Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Allah ‘Azza wa Jalla berfirman (yang artinya) Aku telah menyediakan untuk hamba-hamba-Ku yang shalihin, apa-apa yang belum pernah mata memandang, belum pernah telinga mendengar dan belum pernah terlintas di hati seseorang”. Membenarkan hal itu dalam kitab Allah : Falaa ta’lamu nafsum maa ukhfiya lahum min qurroti a’yunin jazaa-am bimaa kaanuu ya’maluun [QS. As-Sajdah : 17] (Tiada seorangpun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu bermacam-macam ni’mat yang menyedapkan pandangan mata, sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan)”. [HR. Muslim juz 4 hal. 2174]

Dalam hadits lain disebutkan :

عَنْ اَبِى سَعِيْدِ اْلخُدْرِيّ وَ اَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: يُنَادِى مُنَادٍ: اِنَّ لَكُمْ اَنْ تَصِحُّوْا فَلاَ تَسْقَمُوْا اَبَدًا. وَ اِنَّ لَكُمْ اَنْ تَحْيَوْا فَلاَ تَمُوْتُوْا اَبَدًا. وَ اِنَّ لَكُمْ اَنْ تَشِبُّوْا فَلاَ تَهْرَمُوْا اَبَدًا. وَاِنَّ لَكُمْ اَنْ تَنْعَمُوْا فَلاَ تَبْأَسُوْا اَبَدًا فَذلِكَ قَوْلُهُ عَزَّ وَ جَلَّ: وَ نُوْدُوْا اَنْ تِلْكُمُ اْلجَنَّةُ اُوْرِثْتُمُوْهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ. مسلم

Dari Abu Sa’id Al-Khudriy dan Abu Hurairah dari Nabi SAW, beliau bersabda, “(Apabila ahli surga telah masuk ke surga), ada penyeru berkata : Sesungguhnya kamu akan sehat terus dan tidak sakit selamanya. Sesungguhnya kamu semua akan hidup terus dan tidak mati selamanya. Dan sesungguhnya kamu akan muda terus dan tidak akan tua selamanya. Dan sesungguhnya kamu akan senang terus dan tidak akan susah selamanya. Itulah firman Allah ‘Azza wa Jalla yang artinya : Dan diserukan kepada mereka, “Itulah surga yang diwariskan kepadamu disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan (QS. Al-A’raaf : 43)”. [HR. Muslim juz 4, hal. 2182]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنَّ اَدْنَى مَقْعَدِ اَحَدِكُمْ مِنَ اْلجَنَّةِ اَنْ يَقُوْلُ لَهُ: تَمَنَّ، فَيَتَمَنَّى وَ يَتَمَنَّى. فَيَقُوْلُ لَهُ: هَلْ تَمَنَّيْتَ؟ فَيَقُوْلُ: نَعَمْ. فَيَقُوْلُ لَهُ: فَاِنَّ لَكَ مَا تَمَنَّيْتَ وَ مِثْلَهُ مَعَهُ. مسلم

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya serendah-rendah tempat salah seorang diantaramu di surga bahwa Allah berfirman kepadanya, “Mintalah keinginanmu”. Maka ia menghitung keinginannya. Allah berfirman kepadanya, “Apakah kamu sudah menghitung keinginanmu ?”. Ia menjawab, “Ya, sudah”. Kemudian Allah berfirman kepadanya, “Sesungguhnya kamu mendapatkan apa-apa yang kamu inginkan itu dan lipat dua kali dari itu”. [HR. Muslim juz 1, hal. 167]

عَنْ اَبِى سَعِيْدِ اْلخُدْرِيّ اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: اِنَّ اللهَ يَقُوْلُ ِلاَهْلِ اْلجَنَّةِ. يَا اَهْلَ اْلجَنَّةِ، فَيَقُوْلُوْنَ: لَبَّيْكَ رَبَّنَا وَ سَعْدَيْكَ وَ اْلخَيْرُ فِى يَدَيْكَ. فَيَقُوْلُ: هَلْ رَضِيْتُمْ؟ فَيَقُوْلُوْنَ: وَ مَا لَنَا لاَ نَرْضَى؟ يَا رَبّ وَ قَدْ اَعْطَيْتَنَا مَا لَمْ تُعْطِ اَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ؟ فَيَقُوْلُ: اَلاَ اُعْطِيْكُمْ اَفْضَلَ مِنْ ذلِكَ؟ فَيَقُوْلُوْنَ: يَا رَبّ وَ اَيُّ شَيْءٍ اَفْضَلُ مِنْ ذلِكَ؟ فَيَقُوْلُ: اُحِلُّ عَلَيْكُمْ رِضْوَانِى فَلاَ اَسْخَطُ عَلَيْكُمْ بَعْدَهُ اَبَدًا. مسلم

Dari Abu Sa’id Al-Khudriy, bahwasanya Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah memanggil ahli surga : “Hai ahli surga”. Mereka menjawab, “Labbaik robbanaa wa sa’daik wal-khoiru fii yadaik”. Allah berfirman, “Apakah kamu telah puas ?”. Mereka menjawab, “Bagaimana kami tidak puas ? Ya Tuhan, sungguh Engkau telah memberi kepada kami apa-apa yang tidak Engkau berikan kepada seorangpun dari makhluq-Mu”. Allah berfirman, “Sukakah Aku berikan yang lebih dari semua itu ?”. Mereka menjawab, “Ya Tuhan, apa yang lebih dari semua itu ?”. Allah berfirman, “Aku tetapkan keridlaan-Ku kepadamu, maka Aku tidak akan murka kepadamu selamanya”. [HR. Muslim juz 4, hal. 2176]

 

~oO[ @ ]Oo~


6 Responses to “Materi Nafar 1434H: TAFSIR QS.66:6”

  1. 6
    kiran Says:

    Subhanallah, Materi yang di sampaikan luar biasa, dengan dalil yang lengkap dan tepat. sehingga pembaca tidak akan ragu kebenarannya. Semoga akan lebih semangat lagi dakwah yang seperti ini. Amin. Allahu Akbar.

  2. 5
    Agus Riyanto (Wonogiri) Says:

    ya,,,kita berdo’a n berusaha supaya allah memberi kita tempat yang baik di sisinya,,,amienz.

  3. 4
    Datuk Pemerhati Says:

    Saudaraku seiman,  ada pertanyaan  yang masih mengganggu pikiranku. Mengapa kesalahan  yang bersifat ruhani  seperti syirik, sombong , ujub, murtad harus menerima siksaan  neraka yang bersifat f fisik  seperti yang dijelaskan pada  ayat dan hadits di atas, yaitu dibakar, disiram, diberi makan dan minum yang 70 kali panasnya daripada  panas api dunia. Bahkan berulang ulang tiada henti, sangat lama melebihi umur orang  ybs.  

  4. 3
    Hanafi Sanggau Kalbar Says:

    Semoga kita dapat menjaga diri kita dan keluarga kita dari api neraka dan menjadikan keluarga kita yang shalih, mu’minin dan muttaqin.

  5. 2
    jokosantoso Says:

    semakin yakin aku akan balasan akherat,sungguh sangat dahsyat dan menggetarkan jiwa,,

  6. 1
    jokosantoso Says:

    sngat berkualitas materinya..

Leave a Reply