Mengajarkan Aqidah yang Benar

Harian SOLOPOS (Kamis, 18 Juli 2013). Allah menciptakan manusia hanya untuk menghambakan diri kepada-Nya [QS.Adz Dzariyat: 56], maka wajar saat hendak memeluk agama Islam seseorang wajib mengucapkan dua kalimat syahadat.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

Kalimat itu tidak hanya sekedar persaksian belaka, tetapi juga merupakan janji penyerahan diri, dan sumpah setia untuk menghambakan diri hanya kepada Allah saja. [QS Al-Fatihah : 5] Bahkan Allah mengajari manusia untuk menyerahkan seluruh hidup dan matinya kepada Allah, tuhan semesta alam. [QS Al-An’aam : 162]

قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.

Kepada orang-orang yang berserah diri secara total seperti itu Allah berjanji untuk memberikan kebahagiaan yang kekal kelak di surga. [QS At-Taubah : 111]

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالإنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar.

Penyerahan yang total hidup dan mati itu bila benar-benar ditepati akan membimbing manusia untuk berserah diri kepada Allah secara kaaffah. [QS Al-Baqarah : 208]

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

Dia akan selalu menjaga lisannya, karena faham bahwa Allah Maha Mendengar. Dia akan selalu menjaga amalnya, karena faham bahwa Allah Maha Melihat. Dia akan selalu menjaga keshalihan akhlaqnya, karena faham bahwa semua amal itu ada balasannya.

Hatinya akan tenang tenteram karena merasa dekat dengan Allah. [QS Qaaf : 16] Hatinya terhindar dari kekhawatiran, karena merasa dibersamai Allah [QS. Al-Hadid : 4] yang akan memberikan jalan keluar dari berbagai kesulitan dan rezqi dari arah yang tidak disangka-sangka.[QS Ath-Thalaaq : 2-3]

فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ فَارِقُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ وَأَشْهِدُوا ذَوَيْ عَدْلٍ مِنْكُمْ وَأَقِيمُوا الشَّهَادَةَ لِلَّهِ ذَلِكُمْ يُوعَظُ بِهِ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (٢)وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

2. apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, Maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar.

3. dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah Mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

Dalam beramal shalih dia akan selalu berusaha maksimal (mujahadah dan istiqamah) karena merasa diawasi Allah. [QS Qaaf : 18] Dalam menjauhi perbuatan makshiyatpun akan maksimal, karena dia takut akan siksa neraka yang kekal. [QS An-Nisaa’ : 14]

وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُهِينٌ

Dan Barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.

Begitulah gambaran seorang yang memiliki aqidah yang benar yang menyadari sepenuhnya akan keberadaan dan kekuasaan Tuhan atas dirinya sebagai seorang hamba. Allah akan selalu hadir dalam setiap pikiran yang terlintas, perkataan yang terucap dan perbuatan yang dilakukan.

Aqidah tidak bisa dibeli dan tidak bisa diwariskan, tetapi hanya bisa diajarkan. Oleh karena itu hamba Allah yang memiliki aqidah yang benar harus mengajarkannya kepada orang lain melalui jalan da’wah. Untuk itu Allah memberikan penghargaan yang tinggi terhadap da’wah sebagai ahsanu qaulan (perkataan terbaik).

Hanya melalui jalan da’wah manusia berubah dari syirik menjadi bertauhid. Hanya melalui jalan da’wah manusia berubah dari jelek menjadi baik. Hanya melalui jalan da’wah manusia bisa berubah menjadi berakhlaq karimah. Hanya melalui jalan da’wah dunia akan berubah dari carut-marut menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur, (negeri yang aman, damai, tenteram dalam naungan ampunan Tuhan).

Dan hanya melalui jalan da’wah pula manusia selamat dari siksa api neraka. Oleh karena itu menda’wahkan aqidah yang benar menjadi sangat esensial untuk membangun dunia yang damai dan menggapai keselamatan akhirat.

Aqidah adalah keyakinan yang tempatnya ada di dalam hati. Manusia tidak mampu melihatnya. Namun manusia bisa melihat buah dari aqidah yang benar, yakni amal shalih. Maka wajar kalau Allah tidak melihat rupa dan harta manusia, tetapi yang dilihat Allah adalah hati dan amal mereka, sebagaimana diterangkan dalam hadits sebagai berikut : Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat (menilai) bentuk tubuhmu dan harta bendamu, tetapi Allah melihat (menilai) pada hatimu dan amalmu”. [HR Muslim juz 4, hal. 1987].

Untuk itu mari kita bangun aqidah kita sebaik-baiknya agar berbuah hati yang bersih dari syirik dan amal shalih yang ikhlash karena Allah semata, aamiin.

 ~oO[ @ ]Oo~

 Al-Ustadz Drs. Ahmad Sukina
Pimpinan Pusat Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA)


6 Responses to “Mengajarkan Aqidah yang Benar”

  1. 6
    Techi Sutomo Says:

    Assalaamu ‘alaikum wr-wb
    mohon di berikan info alamat ngaji MTA di Cikarang Bekasi. Tksh

  2. 5
    ujang Says:

    Aamin…,terimakasih atas ilmunya.

  3. 4
    jokosantoso Says:

    alhamdulillah dengan tulisan ini sya jadi punya bahab untuk kultum tadi pagi,smoga alloh ridlo.amin

  4. 3
    sugeng abdullah Says:

    amin. alhamdulillah.

  5. 2
    joko Says:

    alhamdulillah terang hati ini setelah ngaji di mta,smoga alloh ridlo,

  6. 1
    Cohan Says:

    Assalamu alaikum wr-wb
    Terima Kasih MTA Pusat tgl 15 September 2013 nanti saya mohon sebagai warga MTA cabang Singgahan kab. Tuban ,Jawa Timur mohon agar MTA pusat mengikutkan dalam peresmian Di GBK Jakarta nanti semoga MTA canbang singgahan bisa lebih kuat tidak diintimidasi oleh keyakinan lain dan masyarakt tak sepaham MTA terima kasih.

Leave a Reply