Membangun Keikhlasan dengan Puasa Ramadhan

Harian SOLOPOS (Jumat, 12 Juli 2013).Persoalan yang rumit membelit bangsa Indonesia, dari masalah keluarga sampai masalah negara, mestinya bisa diselesaikan hanya dalam waktu satu bulan saja, bila semua orang Islam berhasil mencapai tujuan dalam menjalankan ibadah puasa Ramadlan yakni bertaqwa [QS. Al-Baqarah :183],

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,

menjadi manusia yang paling mulia dalam pandangan Allah SWT. [QS Al-Hujurat : 13]

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.

Sayang sekali sudah 68 puasa Ramadlan dilalui bangsa ini sejak merdeka, namun status taqwa itu masih jauh dari harapan. Hanya menjadi hiasan bibir belaka. Korupsi semakin menjadi-jadi. Pengedar narkoba bergentayangan dimana-mana. Penyakit masyarakat merajalela. Money politics, money laundering, human trafficking, aborsi, konflik horizontal belum bisa diatasi.

Yang menjadi pertanyaan adalah: “Mengapa puasa Ramadlan bangsa ini tidak menjadikan kita bertaqwa?” Jawabnya, itu menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil saja yang berpuasa dengan ikhlas mengharap ridla Allah semata.

Kita mempuasakan hati dengan mengosongkannya dari kepentingan duniawi dan setiap saat menghadirkan Allah yang sangat kita cintai. Sedang sebagian besar yang lain hanya mempuasakan perut di siang hari. Sedang di malam hari melakukan balas dendam dengan berpesta pora makan minum sepuasnya.

Hadirnya Allah setiap saat dalam mempuasakan hati akan menumbuhkan kesadaran bahwa Allah itu dekat, bahkan lebih dekat dari urat leher manusia. [QS Qaaf :16]

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ

dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,

Kesadaran bahwa Allah itu dekat, bila diikuti dengan dzikir, doa, dan kethaatan kepada-Nya akan meningkatkan kemesraan hubungan hamba dengan Tuhannya. Allah tidak akan tega menolak doa hamba yang memiliki hubungan yang dekat, mesra, dan taat kepada-Nya.[QS Al-Baqarah : 186]

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Kedekatannya dengan Allah di satu sisi menjadikannya tidak pernah menyembunyikan sesuatu dari Allah dan tidak pernah berbohong. Di sisi lain kedekatan itu menyebabkan tidak ada dinding pembatas antara doanya dengan Allah.

Bahkan keinginan yang belum terucappun boleh jadi dikabulkan Allah. Kemesraan hubungannya dengan Allah akan menjadikannya selalu rindu kepada-Nya. Dia merasa Allah selalu hadir membersamainya dalam suka dan duka. Maka wajar bila Rasulullah SAW pernah memberitakan bahwa orang beriman itu menakjubkan, karena semua urusannya baik baginya, bila mendapat kebaikan dia bersyukur dan bila menerima mushibah dia shabar.

Sedang kethaatannya kepada Allah akan menjadikannya terbiasa beramal ikhlas karena Allah semata. Dia beramal hanya karena Allah atau tidak beramal juga hanya karena Allah. Keikhlasan yang tumbuh berkembang saat mempuasakan hati di siang hari akan dia bawa masuk ke malam hari, sehingga menjauhkannya dari makan minum yang berlebihan di malam hari.

Keikhlasan yang dia jaga selama bulan Ramadlan akan dia bawa masuk ke bulan-bulan lainnya, sehingga menjauhkannya dari perbuatan makshiyat sebelas bulan berikutnya, sebelum datang Ramadlan lagi yang akan dia sambut dengan senang hati. Maka tidak mengherankan bila para shahabat menyambut kedatangan bulan Ramadlan seperti datangnya tamu yang mereka nanti-nantikan.

Saudaraku, telah banyak Ramadlan kita lalui, tapi tidak menjadikan kita bertaqwa. Ramadlan yang tersisa untuk kita hanya tinggal sedikit. Maka marilah kita rombak orientasi puasa kita dengan tidak lagi hanya mempuasakan perut, tapi benar-benar mempuasakan hati, agar hati kita semakin dekat, semakin mesra dan semakin thaat kepada Allah. Hanya orang-orang seperti itulah yang layak mendapatkan predikat taqwa, insya Allah.

 Al-Ustadz Drs. Ahmad Sukina
Pimpinan Pusat Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA)

~oO[ @ ]Oo~

 


2 Responses to “Membangun Keikhlasan dengan Puasa Ramadhan”

  1. 2
    hairul amri Says:

    Alhamdulillah, Semoga Allah Selalu memberikan Kesehatan kepada Bp. Al-Ustadz Drs. Ahmad Sukino, Setiap Waktu Kami selalu mendengar pencerahan dari radio MTA Agama untuk selalu membetulkan diri, agar lebih baik sesuai dengan tutunan agama, terima kasih Pak

  2. 1
    maryono Says:

    Subhanallah,
    walau baru sekitar 1 tahun sebagai pendengar radio MTA pada frq FM 107,3 Karawang. saya jadi merasa banyak kekurangan dalam melaksanakan ajaran agama. saya dan istri sudah menjadikan radio MTA sebagai sumber dasar kami beramal mulai sekarang untuk kedepannya. semoga Allah memberikan umur panjang dan kesehatan untuk Bp.Al-Ustadz Drs. Ahmad Sukina, agar semakin banyak umat mendapat pencerahan dalam pelaksanaan ibadahnya. amin

Leave a Reply