Menghindari Jalan-Jalan Yang Dimurkai Allah SWT

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan pengikutnya yang senantiasa mengikuti jalan petunjuk-Nya. Salam untuk seluruh Nabi dan Rasul.

Allah dzat yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Maha Kaya dan tidak membutuhkan segala sesuatu dari makhluqnya. Allah Maha Bijaksana dan Maha Adil. Kemurkaan Allah senantiasa diwarnai dengan Ke Maha Adilan, Ke Maha BijaksanaNya. Allah mengajarkan kepada kita orang-orang beriman agar kita selalu berlindung kepadaNya dari berbuat sesuatu yang dimurkaiNya  sebagaimana firmanNya;

 

اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ ﴿٦﴾ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ ﴿٧﴾

Tunjukilah kami jalan yang lurus, (QS. 1:6)

(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. (QS. 1:7)

 

Manusia diciptakan oleh Allah dengan sifat yang seimbang, seimbang antara kemauan untuk selalu berbuat kebaikan dan bisikan-bisikan hati yang mengajak kepada penyimpangan.

 

Untuk dapat menjadi manusia yang selalu dicintai dan dirahmati oleh Allah, manusia harus bersungguh-sungguh untuk selalu berjalan di-jalan-jalan yang di ridhoi-Nya.

Dengan membaca kitab suci Al-Qur’an manusia akan mengerti mana jalan yang diridhoi-Nya dan mana jalan yang di murkai-Nya. Ketika manusia telah mengetahui jalan-jalan yang diridhio tersebut, manusia perlu  bersungguh-sungguh (berjihad) untuk menempuhnya.

 

وَمَن جَاهَدَ فَإِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهِ إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ ﴿٦﴾

Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari alam semesta. (QS. 29:6)

وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَن يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ ﴿١٢﴾

 Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.(QS. 31:12)

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنتُمُ الْفُقَرَاء إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ ﴿١٥﴾ إِن يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيدٍ ﴿١٦﴾

Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. (QS. 35:15)

Jika Dia mengendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu). (QS. 35:16)

 

1. Kemurkaan Allah diberikan kepada orang-orang yang sangat kafir

Allah Tuhan pencipta dan pemelihara semesta Alam, tidak pernah berbuat dzalim kepada makhluqnya walau sebesar dzarrah,  dan Allah telah menurunkan petunjuk kepada manusia untuk dipatuhi. Bila manusia enggan belajar aturan-aturan Allah, dan kemudian membuta tuli, dan bahkan  terang-terangan memusuhi utusan-utusan Allah, maka bila batas-batas kejahatan manusia tersebut sudah melampaoi batas, maka Allah berkenan untuk mengadilinya. Apakah dengan hukuman yang dijatuhkan di dunia ini atau bahkan dimusnahkan. Karena dengan kemusnahan itu akan berakhirlah kezaliman yang terus menerus  dilakukan oleh orang-orang dzalim tersebut.

 

ذَلِكَ جَزَيْنَاهُم بِمَا كَفَرُوا وَهَلْ نُجَازِي إِلَّا الْكَفُورَ ﴿١٧﴾

Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka.Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir. (QS. 34:17)

 

وَالَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ نَارُ جَهَنَّمَ لَا يُقْضَى عَلَيْهِمْ فَيَمُوتُوا وَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُم مِّنْ عَذَابِهَا كَذَلِكَ نَجْزِي كُلَّ كَفُورٍ ﴿٣٦﴾

Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka Jahannam. Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir. (QS. 35:36)

 

Segala sesuatu yang ada dialam raya milik Allah SWT, sehingga Allah berhak berbuat terhadap apa yang dimilikinya. Kita manusia adalah umat yang sangat lemah dan sangat membutuhkan pertolongan dan perlindunganNya. Dan Allah sangat penyayang kepada umat manusia.

 

وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِالسَّيِّئَةِ قَبْلَ الْحَسَنَةِ وَقَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِمُ الْمَثُلاَتُ وَإِنَّ رَبَّكَ لَذُو مَغْفِرَةٍ لِّلنَّاسِ عَلَى ظُلْمِهِمْ وَإِنَّ رَبَّكَ لَشَدِيدُ الْعِقَابِ ﴿٦﴾

Mereka meminta kepadamu supaya disegerakan (datangnya) siksa, sebelum (mereka meminta) kebaikan padahal telah terjadi bermacam-macam siksa sebelum mereka. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai ampunan (yang luas) bagi manusia sekalipun mereka zalim, dan sesungguhnya Tuhanmu benar-banar keras siksa-Nya. (QS. 13:6)

هُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ عَلَى عَبْدِهِ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ لِيُخْرِجَكُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَإِنَّ اللَّهَ بِكُمْ لَرَؤُوفٌ رَّحِيمٌ ﴿٩﴾

Dialah yang menurunkan kepada hamba-Nya ayat-ayat yang terang (al-Qur’an) supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyantun lagi Maha Penyayang terhadapmu. (QS. 57:9)

 

إِنَّ اللَّهَ يُمْسِكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ أَن تَزُولَا وَلَئِن زَالَتَا إِنْ أَمْسَكَهُمَا مِنْ أَحَدٍ مِّن بَعْدِهِ إِنَّهُ كَانَ حَلِيماً غَفُوراً ﴿٤١﴾

Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorangpun yang dapat menahan keduanya selain Allah.Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (QS. 35:41)

 

إِنَّ اللّهَ لاَ يَظْلِمُ النَّاسَ شَيْئاً وَلَـكِنَّ النَّاسَ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ ﴿٤٤﴾

Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri. (QS. 10:44)

 

Allah menghendaki manusia untuk selalu taat dan tunduk patuh kepadaNya semata dan tidak megikuti syaitan yang durhaka. Apabila manusia mengikuti syaitan maka manusia akan masuk kedalam jalan-jalan sesat, jalan merusak diri, jalan celaka, serta jalan yang dimurkai oleh Allah SWT.

Allah yang menciptakan manusia Maha Tahu akan kelemahan manusia. Maka segala firman Allah yang mengetengahkan tentang batas-batas itu perlu mendapatkan perhatian manusia agar manusia tidak masuk juran-jurang kecelakaan dan kebinasaan. Allah memberitahu agar kita jangan mengikuti langkah-langkah syaitan, langkah-langkahnya licin, dan menawan.

 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُواْ مِمَّا فِي الأَرْضِ حَلاَلاً طَيِّباً وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ ﴿١٦٨﴾

Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan; karena sesungguhnya syaithan adalah musuh yang nyata bagimu. (QS. 2:168)

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ ادْخُلُواْ فِي السِّلْمِ كَآفَّةً وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ ﴿٢٠٨﴾

 Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagimu. (QS. 2:208)

 

وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً ﴿٣٢﴾

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (QS. 17:32)

 

Manusia diberi hati, didalam hati manusia ada dua bisikan, bisikan malaikat dan bisikan syaitan. Kita diperintah oleh Allah untuk meneguhkan bisikan malikat dengan membaca bimbingan Allah dan Rasulnya (Al-Qur’an dan Al-Hadist), dan membaca kebenaran-kebenaran yang ada disekitar kita. Dan Kita disuruh Allah untuk segera menghindari bisikan-bisikan, bujukan-bujukan syaitan yang memikat dan memukau yang biasanya disenangi oleh hawanafsu kita. Namun berakibat buruk bagi jiwa dan raga manusia, baik secara pribadi, masyarakat, bangsa atau dunia.

 

2. Contoh Nyata Adzab Allah dalam Al-Qur’an

Allah SWT, telah menjadikan contoh-contoh masyarakat yang menyimpang, karena mereka telah memperbuat hal-hal yang membuat diri manusia menjadi makhluq yang tidak berguna dan pantas untuk dilenyapkan dari muka bumi, sebagaimana firman Allah

 

وَإِلَى عَادٍ أَخَاهُمْ هُوداً قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُواْ اللّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـهٍ غَيْرُهُ أَفَلاَ تَتَّقُونَ ﴿٦٥﴾

Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum ‘Aad saudara mereka, Hud. Ia berkata:”Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Ilah bagimu selain-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertaqwa kepada-Nya?”. (QS. 7:65)

 

وَإِلَى ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحاً قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُواْ اللّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـهٍ غَيْرُهُ قَدْ جَاءتْكُم بَيِّنَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ هَـذِهِ نَاقَةُ اللّهِ لَكُمْ آيَةً فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِي أَرْضِ اللّهِ وَلاَ تَمَسُّوهَا بِسُوَءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ ﴿٧٣﴾

Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka, Shaleh. Ia berkata:”Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Ilah bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhanmu. Unta betina Allah ini menjadi menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya, dengan gangguan apapun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih”. (QS. 7:73)

 

وَإِلَى مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْباً قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُواْ اللّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـهٍ غَيْرُهُ قَدْ جَاءتْكُم بَيِّنَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ فَأَوْفُواْ الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ وَلاَ تَبْخَسُواْ النَّاسَ أَشْيَاءهُمْ وَلاَ تُفْسِدُواْ فِي الأَرْضِ بَعْدَ إِصْلاَحِهَا ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ ﴿٨٥﴾

 

Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan saudara mereka, Syu’aib. Ia berkata:”Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Ilah bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Allah memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman”. (QS. 7:85)

 

ثُمَّ بَعَثْنَا مِن بَعْدِهِم مُّوسَى بِآيَاتِنَا إِلَى فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِ فَظَلَمُواْ بِهَا فَانظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ ﴿١٠٣﴾

Kemudian Kami utus Musa sesudah rasul-rasul itu membawa ayat-ayat Kami kepada Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya, lalu mereka mengingkari ayat-ayat itu. Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang membuat kerusakan. (QS. 7:103)

 

Contoh-contoh kehancuran kaum-kaum diatas disebabkan mereka semua telah berbuat menyimpang dari kebenaran, berbuat kerusakan dimuka bumi, serta melakukan kesombongan kepada Allah, Tuhan Pemelihara Semesta Alam, disebabkan mereka semua membangkang pada peringatan Nabi dan Rasul Allah pada mereka, dan mereka terus menerus berbuat menganiyaya diri mereka sendiri dengan terus berbuat kemaksiyatan, sehingga mereka dilenyapkan oleh Allah dari muka bumi, Na’udzubillah.

 

Jangan sampai kita dibinasakan oleh Allah karena perbuatan-perbuatan dosa yang telah menumpuk-numpuk dan telah menjadi sesuatu yang mencandui kita. Kita semua perlu terus menerus mengingatkan hati kita dengan cara mempelajari kisah-kisah nyata yang ada di dalam kitab suci Al-Qur’anul karim tersebut , dan kita berusaha tidak berbuat seperti mereka.   Wallahu  a’lam


4 Responses to “Menghindari Jalan-Jalan Yang Dimurkai Allah SWT”

  1. 4
    eka heru kusuma Says:

    semoga kta tetap istikomah dlm agama yg. hak ini. . dan bersatu menjadi panglima memerangi kemaksiatan yg merajalela di bangsa ini.

  2. 3
    Sutar Says:

    Namanya manusia…sudah tahu mana yang benar dan salah…karena setan tidak henti-hentinya berusaha membelokkan hati manusia agar sesat….ya kita bermohon perlindungan kepada-Nya agar selalu dilindungi dari godaan setan…dengan berpuasa salah satunya cara memprotek diri terhindar dari jalan yang dimurkai Allah swt.

  3. 2
    fade_juan@yahoo.com Says:

    allhamdulilah……

  4. 1
    wardana Says:

    Zaman yang penuh gemerlap, zaman yang penuh godaan… bila mengikuti bujukan nafsu sesat… siksa dan azab jasmani dan rokhani ….. sunatullah itu pasti datang…. semoga Allah menunjuki kita untuk menempuh jalan-jalan TAUBAT…. jalan TAAT… jalan TAQWA…. amien……. sirru fil ardhi…., semoga kita segera bertaubat dan kembali ke jalan taat kepada ALLAH SWT …. sebelum terbukanya…. NO POINT TO RETURN…..

Leave a Reply