Hamba2 Allah Penghuni Gua (Ashhabul Kahfi)

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan pengikutnya yang senantiasa mengikuti jalan petunjuk-Nya. Salam untuk seluruh Nabi dan Rasul.

Rasulullah SAW telah menjelaskan kepada Umat Islam agar rumah-rumah mereka dapat menjadi surga-surga bagi mereka. Rumah yang dipenuhi dengan aktifitas ketaatan kepada Allah, Ibadah kepada Allah dan tempat yang selalu sejuk dan menyenangkan bagi segenap penghuninya untuk tetap dalam ketaqwaan kepada Allah.

Rasulullah memerintah agar berbagai macam ibadah dilakukan di dalam rumah dan menyingkirkan segala hal-hal yang dapat merusak suasana surgawi di dalam rumah-rumah keluarga Islam.

Bagaimana suasana surga dapat muncul dalam sebuah keluarga, seperti digambarkan oleh Allah sebagaimana firman-Nya

وَالَّذِينَ آمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ لاَ نُكَلِّفُ نَفْساً إِلاَّ وُسْعَهَا أُوْلَـئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ ﴿٤٢﴾ وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِم مِّنْ غِلٍّ تَجْرِي مِن تَحْتِهِمُ الأَنْهَارُ وَقَالُواْ الْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَـذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلا أَنْ هَدَانَا اللّهُ لَقَدْ جَاءتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ وَنُودُواْ أَن تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ ﴿٤٣﴾

 Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal didalamnya. (QS. 7:42)

 dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata:”Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran”. Dan diserukan kepada mereka:”Itulah surga yang telah diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan”. (QS. 7:43)

Ahli surga yang sesungguhnya akan merasakan bahagia yang kekal abadi di surga kelak di akherat. Bagaimana pula suasana surgawi tersebut sudah dirasakan oleh keluarga-keluarga muslim ketika mereka hidup di dunia ini dan akan berlanjut di akherat kelak. Dan itu semua telah terwujud di tengah-tengah keluarga Rasulullah Muhammad SAW, sahabat-sahabatnya dan pengikut-pengikut  Rasulullah yang selalu setia mengikuti jalan petunjuk-Nya.


1. Hamba2 Allah Penghuni Gua (Ashhabul Kahfi)

Allah berfirman dalam S Al-Kahfi ayat  9 s/d 26

أَمْ حَسِبْتَ أَنَّ أَصْحَابَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيمِ كَانُوا مِنْ آيَاتِنَا عَجَباً ﴿٩﴾ إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَداً ﴿١٠﴾ فَضَرَبْنَا عَلَى آذَانِهِمْ فِي الْكَهْفِ سِنِينَ عَدَداً ﴿١١﴾ ثُمَّ بَعَثْنَاهُمْ لِنَعْلَمَ أَيُّ الْحِزْبَيْنِ أَحْصَى لِمَا لَبِثُوا أَمَداً ﴿١٢﴾ نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُم بِالْحَقِّ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى ﴿١٣﴾ وَرَبَطْنَا عَلَى قُلُوبِهِمْ إِذْ قَامُوا فَقَالُوا رَبُّنَا رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَن نَّدْعُوَ مِن دُونِهِ إِلَهاً لَقَدْ قُلْنَا إِذاً شَطَطاً ﴿١٤﴾ هَؤُلَاء قَوْمُنَا اتَّخَذُوا مِن دُونِهِ آلِهَةً لَّوْلَا يَأْتُونَ عَلَيْهِم بِسُلْطَانٍ بَيِّنٍ فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ كَذِباً ﴿١٥﴾ وَإِذِ اعْتَزَلْتُمُوهُمْ وَمَا يَعْبُدُونَ إِلَّا اللَّهَ فَأْوُوا إِلَى الْكَهْفِ يَنشُرْ لَكُمْ رَبُّكُم مِّن رَّحمته ويُهَيِّئْ لَكُم مِّنْ أَمْرِكُم مِّرْفَقاً ﴿١٦﴾ وَتَرَى الشَّمْسَ إِذَا طَلَعَت تَّزَاوَرُ عَن كَهْفِهِمْ ذَاتَ الْيَمِينِ وَإِذَا غَرَبَت تَّقْرِضُهُمْ ذَاتَ الشِّمَالِ وَهُمْ فِي فَجْوَةٍ مِّنْهُ ذَلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ مَن يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ وَمَن يُضْلِلْ فَلَن تَجِدَ لَهُ وَلِيّاً مُّرْشِداً ﴿١٧﴾ وَتَحْسَبُهُمْ أَيْقَاظاً وَهُمْ رُقُودٌ وَنُقَلِّبُهُمْ ذَاتَ الْيَمِينِ وَذَاتَ الشِّمَالِ وَكَلْبُهُم بَاسِطٌ ذِرَاعَيْهِ بِالْوَصِيدِ لَوِ اطَّلَعْتَ عَلَيْهِمْ لَوَلَّيْتَ مِنْهُمْ فِرَاراً وَلَمُلِئْتَ مِنْهُمْ رُعْباً ﴿١٨﴾ وَكَذَلِكَ بَعَثْنَاهُمْ لِيَتَسَاءلُوا بَيْنَهُمْ قَالَ قَائِلٌ مِّنْهُمْ كَمْ لَبِثْتُمْ قَالُوا لَبِثْنَا يَوْماً أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ قَالُوا رَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَا لَبِثْتُمْ فَابْعَثُوا أَحَدَكُم بِوَرِقِكُمْ هَذِهِ إِلَى الْمَدِينَةِ فَلْيَنظُرْ أَيُّهَا أَزْكَى طَعَاماً فَلْيَأْتِكُم بِرِزْقٍ مِّنْهُ وَلْيَتَلَطَّفْ وَلَا يُشْعِرَنَّ بِكُمْ أَحَداً ﴿١٩﴾ إِنَّهُمْ إِن يَظْهَرُوا عَلَيْكُمْ يَرْجُمُوكُمْ أَوْ يُعِيدُوكُمْ فِي مِلَّتِهِمْ وَلَن تُفْلِحُوا إِذاً أَبَداً ﴿٢٠﴾ وَكَذَلِكَ أَعْثَرْنَا عَلَيْهِمْ لِيَعْلَمُوا أَنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَأَنَّ السَّاعَةَ لَا رَيْبَ فِيهَا إِذْ يَتَنَازَعُونَ بَيْنَهُمْ أَمْرَهُمْ فَقَالُوا ابْنُوا عَلَيْهِم بُنْيَاناً رَّبُّهُمْ أَعْلَمُ بِهِمْ قَالَ الَّذِينَ غَلَبُوا عَلَى أَمْرِهِمْ لَنَتَّخِذَنَّ عَلَيْهِم مَّسْجِداً ﴿٢١﴾ سَيَقُولُونَ ثَلَاثَةٌ رَّابِعُهُمْ كَلْبُهُمْ وَيَقُولُونَ خَمْسَةٌ سَادِسُهُمْ كَلْبُهُمْ رَجْماً بِالْغَيْبِ وَيَقُولُونَ سَبْعَةٌ وَثَامِنُهُمْ كَلْبُهُمْ قُل رَّبِّي أَعْلَمُ بِعِدَّتِهِم مَّا يَعْلَمُهُمْ إِلَّا قَلِيلٌ فَلَا تُمَارِ فِيهِمْ إِلَّا مِرَاء ظَاهِراً وَلَا تَسْتَفْتِ فِيهِم مِّنْهُمْ أَحَداً ﴿٢٢﴾ وَلَا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَلِكَ غَداً ﴿٢٣﴾ إِلَّا أَن يَشَاءَ اللَّهُ وَاذْكُر رَّبَّكَ إِذَا نَسِيتَ وَقُلْ عَسَى أَن يَهْدِيَنِ رَبِّي لِأَقْرَبَ مِنْ هَذَا رَشَداً ﴿٢٤﴾ وَلَبِثُوا فِي كَهْفِهِمْ ثَلَاثَ مِئَةٍ سِنِينَ وَازْدَادُوا تِسْعاً ﴿٢٥﴾ قُلِ اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا لَبِثُوا لَهُ غَيْبُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَبْصِرْ بِهِ وَأَسْمِعْ مَا لَهُم مِّن دُونِهِ مِن وَلِيٍّ وَلَا يُشْرِكُ فِي حُكْمِهِ أَحَداً ﴿٢٦﴾

Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan (QS. 18:9)

(Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdo’a:”Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”. (QS. 18:10)

Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu, (QS. 18:11)

kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal (dalam gua itu). (QS. 18:12)

Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk; (QS. 18:13)

dan Kami telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri lalu mereka berkata:”Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi, kami sekali-kali tidak menyeru Ilah selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran. (QS. 18:14)

Kaum kami ini telah menjadikan selain Dia sebagai ilah-ilah (untuk disembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka) Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-ada kebohongan terhadap Allah (QS. 18:15)

Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusan kamu. (QS. 18:16)

Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan,dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapat seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya. (QS. 18:17)

Dan kamu mengira mereka itu bangun padahal mereka tidur; dan kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka. (QS. 18:18)

Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya diantara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang diantara mereka:”Sudah berapa lamakah kamu berada (di sini)”. Mereka menjawab:”Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari”. Berkata (yang lain lagi):”Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lama kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah dia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah ia berlaku lemah lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seorangpun. (QS. 18:19)

Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melempar kamu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama-lamanya”. (QS. 18:20)

Dan demikian (pula) Kami mempertemukan (manusia) dengan mereka, agar manusia itu mengetahui, bahwa janji Allah itu benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika orang-orang itu berselisih tentang urusan mereka, orang-orang itu berkata:”Dirikanlah sebuah bangunan diatas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka”. Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata:”Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya”. (QS. 18:21)

Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) adalah tiga orang yang keempat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan:”(jumlah mereka) adalah lima orang yang keenam adalah anjingnya”, sebagai terkaan terhadap barang yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan:”(jumlah mereka) tujuh orang, yang kedelapan adalah anjingnya”. Katakanlah:”Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui (bilangan ) mereka kecuali sedikit”. Karena itu janganlah kamu (Muhammad) bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorangpun di antara mereka. (QS. 18:22)

Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu:”Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi, (QS. 18:23)

kecuali (dengan menyebut):”Insya Allah”. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah:”Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini”. (QS. 18:24)

Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi). (QS. 18:25)

Katakanlah:”Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua); kepunyaan-Nya-lah semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya; tak ada seorang pelindungpun bagi mereka selain daripada-Nya; dan Dia tidak mengambil seorangpun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan”. (QS. 18:26)

Kisah  hamba Allah penghuni gua, kenapa mereka menjadi penghuni gua, disebabkan mereka  telah berpegang teguh dengan Agama Allah SWT. Mereka hidup di tengah-tengah masyarakat yang berkubang dengan kemusyrikan dan kemaksiyatan. Dan Masyarakat tersebut enggan untuk menerima kebaikan dan kesholihan Agama Allah SWT.

Ketika mereka menyeru masyarakatnya untuk mengikuti Agama Allah yang lurus, maka mereka mendapatkan tentangan dan perlakuan yang buruk, bahkan masyarakatnya memaksa mereka untuk meninggalkan agama yang benar. Dan dipaksa untuk mengikuti agama masyarakat yang penuh dengan kemusyrikan.

Allah berkenan menyelamatkan pemuda-pemuda yang ingin menyelamatkan iman mereka, dan mereka masuk kedalam gua. Dan disana Allah telah menjadikan mereka sebagai tanda keagungan Allah. Allah telah menidurkan mereka selama 309 tahun. Dan ketika mereka bangun. Zaman telah berganti. Umat kebanyakan yang  dahulunya mencintai kemusyrikan dengan kegigihan dakwah TAUHID dan hidayah Allah SWT , maka umat kemudian mau menerima petunjuk Allah dan mereka taat dan tunduk patuh kepada Allah SWT, men tauhid kan Allah SWT.

Disampaikan disana, ketika para pemuda itu keluar dari gua, mereka tidak lagi mendapatkan penentangan dari masyarakatnya, bahkan mereka di terima oleh masyarakatnya dan karena masyarakatnya telah berubah menjadi masyarakat yang beriman kepada Allah dan menyembah hanya kepada  Allah SWT saja

Dalam penjelasan Allah tersebut diatas, biasanya manusia awam membicarakan hamba Allah penghuni gua hanyalah sekedar masalah-masalah yang lahir saja, tentang keadaan mereka, tentang jumlah mereka, tentang piaraan mereka. Dan tidak melihat esensi kenapa mereka telah menjadi hamba Allah penghuni Gua.

Para pemuda penghuni Gua, mereka telah lari dari masyarakat, disebabkan mereka tidak mampu menghadapi masyarakat dan mereka ingin menyelamatkan iman mereka. Dan Allah menerima keikhlasan mereka dalam memegang ke Tauhidan, dan Allah telah menjadikan mereka sebagai sebagian tanda-tanda keagungan Allah bagi orang-orang yang sungguh-sungguh dalam memegang kebenaran dari Allah SWT.

Segala puji bagi Allah, dengan membaca Surat Al-Kahfi  telah disabdakan  oleh Rasulullah Muhammad SAW dapat menyelamatkan orang beriman dari fitnah Al-Masih DAJJAL.  Bagaimana kehidupan Modern yang penuh dengan hal-hal yang dapat merusak iman dapat dikontrol dengan hal-hal yang termaktub dalam S Al-Kahfi.

Setidaknya bagi setiap Muslim dapat menjadikan rumah-rumah mereka sebagaimana rumah-rumah yang dipenuhi dengan aktifitas  iman dan amal sholih dan jangan sampai budaya-budaya DAJJAL dipertontonkan di dalam rumah-rumah orang beriman.

Zaman modern, zaman tanpa dinding dan tanpa batas celah. Semua informasi dapat menerobos masuk ke dalam hati setiap manusia. Yang dapat  mendinding manusia dari budaya DAJJAL hanyalah  TAQWA. Dan taqwa pula yang dapat digunakan untuk mengontrol segala perbuatan diri masing2 manusia,  baik ketika mereka berada di tengah-tengah orang banyak atau di kala sendirian.   Wallahu a’lam


6 Responses to “Hamba2 Allah Penghuni Gua (Ashhabul Kahfi)”

  1. 6
    AGUS Says:

    ITULAH SALAH SATU KEKUASAAN ALLAH SWT

  2. 5
    cholis Says:

    assallamualailkum.wr.wb
    tolong bantu saya daLam mempeLajari iLmu agama
    saya sudah banyak berbuat dosa
    semoga ada yang mau membantu saya

  3. 4
    Rahmat Basuki Says:

    Assalamualaikum wr wb.Saya izin share ke facebook supaya teman-teman saya tau,afwan

  4. 3
    SURADI Says:

    Ternyata kehidupan dakwah shohibul kahfi punya kemiripan dgn kehidupan dakwah sebagian warga mta.

  5. 2
    Abudulah bin auf Says:

    Assalamualaikum.wbr. Salam taqwa , saya tertarik dengan artikel yang di muat dalam website ini saya tunggu artikel terbarunya.

  6. 1
    agus multoyo Says:

    Saudaraku semua selamatkan diri kita, keluarga, dan sahabat dari siksa jahanam

Leave a Reply