Tanda-Tanda Kehancuran Bangsa

Harian SOLOPOS (Jumat, 28 Desember 2012). Silang pendapat dalam perdebatan yang panjang diantara pakar hukum dan politisi di layar televisi tentang hukuman yang layak bagi para koruptor menunjukkan bahwa pengetahuan agama telah hilang dari benak mereka. Maka wajar kalau yang mereka dukung adalah kejahilan. Padahal Allah memerintahkan untuk memotong tangan pencuri.

وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوا أَيْدِيَهُمَا جَزَاءً بِمَا كَسَبَا نَكَالا مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. [QS Al-Maidah : 38]

Rasulullah SAW seperti diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim menuntunkan untuk memotong tangan pencuri yang mencuri barang senilai 1/4 dinar atau lebih. Kalau satu dinar itu senilai 4 gram emas, maka 1/4 dinar sama dengan 1 gram emas. Artinya pencuri barang senilai sekitar Rp 600.000,- (enam ratus ribu rupiah) layak untuk dipotong tangannya.

Bila hukuman seperti ini diberlakukan, sudah pasti akan memberikan efek jera kepada koruptor, sehingga tidak ada lagi koruptor yang berani ketawa-ketiwi di depan layar televisi. Hilangnya pengetahuan agama dan didukungnya sifat jahil merupakan 2  tanda dari 4 tanda kehancuran suatu bangsa seperti yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari bahwa Rasulullah SAW bersabda:

اِنَّ مِنْ اَشْرَاطِ السَّاعَةِ اَنْ يُرْفَعَ اْلعِلْمُ وَ يَثْبُتَ اْلجَهْلُ وَ يُشْرَبَ اْلخَمْرُ وَ يَظْهَرَ الزّنَا. البخارى

Sesungguhnya diantara tanda-tanda datangnya kehancuran suatu bangsa ialah diangkatnya pengetahuan agama dan didukungnya sifat jahil (bodoh) tentang agama, diminumnya minuman keras secara terang-terangan dan dilakukan perzinaan secara meluas dan terang-terangan. [HR. Bukhari juz I, hal. 28]

Tanda kehancuran yang ke tiga adalah diminumnya minuman keras secara terang-terangan. Saat ini banyak hotel dan restoran yang secara legal menjajakan minuman keras. Toko dan warung di seluruh pelosok tanah air lebih banyak lagi menjajakan minuman keras secara illegal. Tidak hanya minuman keras, sarana mabok telah diperkaya dengan narkoba.

Ribuan kilogram sabu berhasil diselundupkan ke dalam negeri setiap tahun. Jutaan pil ekstasi berhasil meracuni anak bangsa tidak pandang bulu, kaya atau miskin, tua atau muda, pria atau wanita. Seorang wanita muda pengemudi minibus yang menabrak 8 orang pejalan kaki hingga tewas di dekat tugu Tani, Jakarta beberapa waktu lalu ternyata juga dalam keadaan mengkonsumsi narkoba.

Menurut data dari BN, 50 orang mati setiap hari karena narkoba. Miras dan narkoba telah menjadi ancaman serius yang menghancurkan masa depan bangsa. Kemampuan akal pengguna narkoba melemah, semangat juang menjadi loyo, keinginan mereka hanya bersenang-senang sampai tanpa mereka sadari malaikat maut datang menjemput.

Tanda kehancuran suatu bangsa yang ke empat adalah zina yang dilakukan dengan terang-terangan. Tidak lagi menjadi rahasia umum tentang adanya lokalisasi prostitusi di berbagai daerah. Pria hidung belang tanpa malu-malu datang memilih sendiri wanita untuk berzina.

Belum lagi perzinaan yang dilakukan di losmen, motel, hotel, dan di tempat-tempat lain. Maka tidak mengherankan kalau angka aborsi di Indonesia yang saat ini sudah mencapai lebih dari 2,3 juta per tahun terus menunjukkan peningkatan.

Yang sangat memprihatinkan adalah adanya para pelajar yang melakukan arisan pelacur. Mereka mengumpulkan uang jajan, lalu mengundi siapa diantara mereka yang menang akan mendapatkan uang itu untuk membayar pelacur. Na’udzubillah.

Saudaraku, kita tidak ingin bangsa ini hancur.

Untuk itu mari kita angkat kembali kemuliaan bangsa ini dengan memasyarakatkan ilmu agama. Karena sumber agama Islam adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah, maka kita dukung sepenuhnya dakwah yang sesuai dengan keduanya.

Presiden Republik Indonesia Dr. Soesila Bambang Yudhoyono dalam shilaturahim dengan peserta Musabaqah Hafalan Al-Qur’an dan Hadits di Istana Negara pada Selasa, 28 Juni 2011 yang lalu beliau menyampaikan pesan,

“Berbagai pergeseran nilai norma dan perilaku kemanusiaan menjadi bahan introspeksi ummat untuk kembali ke Al-Qur’an dan Sunnah. Ummat Islam berkewajiban meningkatkan kwalitas pemahaman, perenungan dan pembelajaran dari kitab Suci Al-Qur’an, baik yang berupa ayat-ayat qouliyah maupun kauniyah. Ummat Islam juga harus terus menggelorakan semangat dalam mempelajari nilai-nilai keteladanan yang tertuang dalam hadits-hadits Nabi serta mengaktualisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Al-Qur’an dan Hadits harus dijadikan rujukan utama, baik di lingkungan keluarga, lingkungan sosial maupun pada tataran kehidupan berbangsa dan bernegara”.

Semoga Allah selamatkan bangsa ini dari kehancuran melalui upaya perbaikan yang bersama-sama kita lakukan, aamiin.

Harian SOLOPOS (Jumat, 30 Nopember 2012).


6 Responses to “Tanda-Tanda Kehancuran Bangsa”

  1. 6
    ujang Says:

    semoga Mta semakin jaya brda’wah ,dan sbgai pelopor utk perbaikan bngsa (salam hormat tuk smua ustad2 dan seluruh warga mta,dari pendengar radio dipadang),ijin share.

  2. 5
    Abu Rizqy Says:

    kita ngakunya Orang Islam. Cita-citanya masuk Surganya Alloh. Tapi giliran diminta memakai Hukum2 Alloh kita ndak mau. Yang dipilih hanya yg cocok dengan nafsunya belaka.

  3. 4
    adhi Says:

    tabayun tabayun tabayun ….. agar kita faham tentang kebenaran

  4. 3
    Abdul Wakhien Al-Jabarin Says:

    tkutlah kita pd azdab Allah yg sangat pdih

  5. 2
    Moch Rifai Sutikno Says:

    Bangsa ini kiranya sudah diujung tanduk , karena ulah oknum yang tidak ngerti perjalanan bangsa ini , mereka hanya memanfaatkan kesempatan untuk memperkaya diri dan tidak pernah ingat akan perjuangan pendahulu ,kalau sudah begini ya sudah tunggu aja Allah akan memberikan adzab berikutnya , apa kita nggak takut ??????????????????????

  6. 1
    Sahr bin Auk Says:

    ya,,,mari kita kembali ke basis…AlQuran dan Assunnah

Leave a Reply