Ibrahim Sebagai Uswah Hasanah

Harian SOLOPOS (Jumat, 27 Oktober 2012). Allah telah meridloi Islam sebagai agama bagi ummat manusia [QS Al-Maidah : 3]. Yakni agamanya nabi Ibrahim AS yang lurus dalam bertauhid dan tidak tercampur dengan syirik sedikitpun [QS Al-An’am : 161].

قُلْ إِنَّنِي هَدَانِي رَبِّي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ دِينًا قِيَمًا مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Katakanlah: “Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah Termasuk orang-orang musyrik” [qs.06:161].

Nabi Ibrahim AS adalah uswah hasanah bagi umat manusia dalam bertauhid [QS Al-Mumtahanah : 4]. Ajaran tauhid dalam Islam adalah yang dipraktekkan oleh nabi Ibrahim AS, sehingga dalam Qur’an surat Al-Hajj : 78 Islam dirujuk sebagai “agama bapakmu Ibrahim”.


وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ فَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلاكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ

Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan Jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang Muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, Maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, Maka Dialah Sebaik-baik pelindung dan sebaik- baik penolong. [qs.22:78]

 

Secara simbolik lurusnya tauhid nabi Ibrahim AS dilestarikan dalam ritual ibadah qurban yang diamalkan umat Islam sekali dalam setahun sepanjang jaman. Bahkan melebur menjadi satu dalam ritual ibadah hajji yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari rukun Islam.

Sebagai gambaran atas lurusnya tauhid nabi Ibrahim kita bisa mengingat sejarah betapa pemuda Ibrahim tidak takut bertentangan dengan ayahnya sendiri sebagai pembuat patung yang disembah oleh masyarakatnya.

Di jaman modern ini masih banyak pemuda yang takut dan taqlid kepada orang tua mereka meskipun mereka tahu bahwa orang tua mereka melakukan perbuatan syirik. Pemuda Ibrahim yang pemberani karena tauhidnya itu juga tidak takut menghadapi masyarakatnya. Dia hancurkan patung-patung untuk menyelamatkan masyarakatnya dari penyembahan terhadap berhala. Dia ingkari apa yang disembah oleh masyarakatnya [QS Az-Zuhruf : 26]

 

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌوَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لأبِيهِ وَقَوْمِهِ إِنَّنِي بَرَاءٌ مِمَّا تَعْبُدُونَ

Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu sembah.” [qs.43:26]

Dan dia tarik garis tegas bahwa antara dia dan para penyembah berhala itu ada kebencian dan permusuhan selama-lamanya, sampai mereka bertaubat dari syirik [QS Al-Mumtahanah : 4].

 

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ إِلا قَوْلَ إِبْرَاهِيمَ لأبِيهِ لأسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَا أَمْلِكُ لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya Kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, Kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara Kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. kecuali Perkataan Ibrahim kepada bapaknya: “Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah”. (Ibrahim berkata): “Ya Tuhan Kami hanya kepada Engkaulah Kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah Kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah Kami kembali.” [qs.60:04]

Tauhidnya telah menjadikan Ibrahim seorang pemuda yang pemberani luar biasa, karena keyaqinannya yang kokoh akan janji-janji Allah, termasuk janji untuk memberikan pertolongan kepada orang-orang yang beriman. Hal itu terbukti ketika orang-orang membakar Ibrahim di dalam api yang membara, tiba-tiba api menjadi dingin atas perintah Allah [QS Al-Anbiyaa’ : 68-69]

 

قَالُوا حَرِّقُوهُ وَانْصُرُوا آلِهَتَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ (٦٨)قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلامًا عَلَى إِبْرَاهِيمَ

Mereka berkata: “Bakarlah Dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak”. Kami berfirman: “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim” [qs.21:68-69]

Rasa takutnya hanya dia persembahkan untuk Allah semata, sehingga tidak takut sama sekali menghadapi raja Namrud. Tauhidnya menjadikan Ibrahim cerdas, sehingga mampu membuat Namrud, penguasa yang sombong yang mendabik diri bisa menghidupkan dan mematikan itu tidak berkutik ketika Ibrahim berkata,

“Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat”, Namrud terdiam keheranan tidak mampu menjawab tantangan Ibrahim.

Lurusnya tauhid nabi Ibrahim juga digambarkan oleh peristiwa penyembelihan putra kesayangannya Isma’il. Cintanya kepada Allah melebihi segala-galanya, sehingga satu-satunya putra yang sangat dicintainyapun dia relakan untuk disembelih atas perintah Allah.

Di jaman modern ini betapa banyak orang tua yang melanggar aturan Allah demi menuruti kehendak anak dan istrinya. Agar lamaran pekerjaan anaknya diterima, maka orang tua rela melakukan penyuapan. Padahal Rasulullah SAW memberitakan bahwa orang yang menyuap dan yang disuap di neraka. Untuk memuaskan gaya hidup istrinya yang borjuis, seorang suami rela melakukan korupsi alias mencuri uang rakyat, na’udzubillaahi min dzaalik.

Saudaraku, mari kita jadikan Iedul Qurban 1433 H ini sebagai tonggak sejarah untuk kembali ke millah Ibrahim, bertauhid dengan lurus. Kalau semua umat Islam Indonesia ini lurus dalam bertauhid dengan menghambakan diri hanya kepada Allah dan bertawakkal hanya kepada-Nya semata, niscaya Allah akan melimpahkan berkah dari langit dan bumi kepada bangsa ini, aamiin.

Al-Ustadz Drs. Ahmad Sukina
Pimpinan Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA)


5 Responses to “Ibrahim Sebagai Uswah Hasanah”

  1. 5
    Black_Cryptonite Says:

    Barokallahu….semoga ummat Islam selalu berjaya,tidak saling benci dan kebenaran Islam senantiasa bisa berkibar di Indonesia khususnya dan diseluruh dunia,amiiin….semangat warga MTA!!kebenaran memang harus ditegakkan dengan pengorbanan….

  2. 4
    Muhammad zulfitar Says:

    Subhanallah..
    Buat sodara2ku di mananapun kalian berada.. Smoga kita tetap dlm keistikhomahan dlm menuntut ilmu.. Dan berjalan di jalan Allah..

    Sekalipun banyak orang yg memusuhi kita karna agama kita.. Smoga tak menjadikan hati kita gentar.. Apalagi goyah.. Dan smoga tulisan panjang di atas bisa memupuk dan menambah keimanan kita.. Salam fastabiqul khoirat

  3. 3
    Muhammad Al-Vachno Says:

    Semoga warga MTA binaan Penanggungan tetap istiqomah dalam mengamalkan Al-Qur’an dan Sunnah, amin.

  4. 2
    Jembar S. Waluyo Says:

    Subhanallah, sungguh Nabi Ibrahim AS sebagai tauladan tauhid dan keberaniannya.

  5. 1
    Hanafi Sanggau Kalbar Says:

    Amin ya rabbal alamin, Smg Allah Swt menjadikan diri kita menjadi orang yang selalu ingat dengan perintahNya dan menjauhi laranganNya dan bertambah ketaqwaan kita kepadaNya. Amin.

Leave a Reply