Perselisihan Bukan karena Perbedaan Pendapat,TETAPI karena Kedengkian

ust-ahmad-sukinaSolopos (27/5/2011). Keberhasilan Rasulullah SAW menembus medan dakwah Yatsrib (sekarang Madinah) mengundang kedengkian Ahli Kitab. Seharusnya kedatangan beliau sebagai utusan Allah disambut dengan bahagia, karena sudah lama diberitakan oleh kitab suci mereka. Merekapun telah lama menantikan kedatangan nabi terakhir, tetapi ketika nabi terakhir yang diutus bukan dari golongan mereka, muncullah kedengkian mereka dan tidak mau menerimanya. Kedengkian telah menjauhkan mereka dari hidayah, dan kedengkian itu pula yang telah menyebabkan perselihan yang berkepanjangan. Alah SWT berfirman:

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الإسْلامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah Maka Sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. [QS Ali Imran : 19]

Perselisihan yang disebabkan karena kedengkian itu juga dapat dijumpai dalam QS Al-Baqarah : 213

كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ وَأَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ وَمَا اخْتَلَفَ فِيهِ إِلا الَّذِينَ أُوتُوهُ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ فَهَدَى اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا لِمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَاللَّهُ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Manusia itu adalah umat yang satu. (setelah timbul perselisihan), Maka Allah mengutus Para Nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. tidaklah berselisih tentang kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, Yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkann itu dengan kehendak-Nya. dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.

dan QS. Al-Jaatsiyah : 17

وَآتَيْنَاهُمْ بَيِّنَاتٍ مِنَ الأمْرِ فَمَا اخْتَلَفُوا إِلا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ إِنَّ رَبَّكَ يَقْضِي بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ

Dan Kami berikan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata tentang urusan (agama); Maka mereka tidak berselisih melainkan sesudah datang kepada mereka pengetahuan karena kedengkian yang ada di antara mereka. Sesungguhnya Tuhanmu akan memutuskan antara mereka pada hari kiamat terhadap apa yang mereka selalu berselisih padanya.

Dalam Qur’an surat Ali Imran : 120 Allah mensifatkan orang yang mendengki itu sebagai orang yang bersedih hati ketika orang lain memperoleh kebaikan dan orang yang bergembira ketika orang lain mendapat bencana.

إِنْ تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ وَإِنْ تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌ يَفْرَحُوا بِهَا وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ

Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.

Maka wajar kalau Rasulullah SAW menuntunkan ummat Islam untuk turut mengucapkan selamat atas keberhasilan saudaranya dan turut berempati kepada saudaranya yang sedang mendapatkan mushibah. Mestinya tertanam di dalam diri setiap orang Islam keyakinan bahwa keberhasilannya adalah keberhasilan saya, karena dia dan aku adalah saudara bagaikan satu bangunan yang saling menguatkan. Kegagalannya adalah kegagalan saya, karena dia dan aku adalah saudara bagaikan satu tubuh yang bila satu bagian sakit, maka bagian yang lain ikut merasakan sakit.

Dalam sejarah tercatat adanya satu kelompok ekspedisi yang diutus oleh Rasulullah SAW ke suatu tempat. Rasulullah SAW berpesan kepada mereka untuk shalat ‘Ashar di lokasi tujuan. Namun karena sulitnya medan mereka tidak bisa sampai lokasi tersebut di waktu ‘Ashar. Sebagian anggota ekspedisi shalat ‘Ashar di perjalanan, sedang sebagian yang lain shalat ‘Ashar di lokasi tujuan. Meskipun berbeda pendapat mereka tidak berselisih. Setelah berita itu sampai kepada Rasulullah SAW, beliau tidak menyalahkan satu kelompok dan membenarkan kelompok lain. Perbedaan pendapat tidak menyebabkan mereka berselisih.

Selama hidup berulang kali terjadi perbedaan pendapat antara ‘Umar bin Khaththab dengan Abu Bakar. Karakter mereka berbeda, beberapa kebiasaanpun berbeda. Tetapi perbedaan itu tidak menghalangi ‘Umar untuk menjadi orang yang pertama membai’at Abu Bakar sebagai khalifah. Tidak ada kedengkian di hati mereka. Mereka faham bahwa kedengkian akan menghanguskan amal mereka bagaikan api yang membakar kayu hinggga habis. Bahkan bila dicampur kebencian, maka kedengkian itu akan mencukur agama mereka hingga gundul.

عَنِ الزُّبَيْرِ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: دَبَّ اِلَيْكُمْ دَاءُ اْلاُمَمِ قَبْلَكُمْ. اَلْحَسَدُ وَ اْلبَغْضَاءُ. وَ اْلبَغْضَاءُ هِيَ اْلحَالِقَةُ. اَمَّا اِنّى لاَ اَقُوْلُ تَحْلِقُ الشَّعَرَ وَ لكِنْ تَحْلِقُ الدّيْنَ

Dari Zubair RA, ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Akan menjalar kepadamu penyakitnya ummat-ummat sebelummu, yaitu dengki dan kebencian yang sangat. Dan kebencian yang sangat itu adalah pencukur. Adapun saya tidak mengatakan mencukur rambut, tetapi mencukur agama”. [HR. Al-Bazzar]

Saudaraku, mari kita berusaha maksimal untuk membersihkan hati dari dengki, karena boleh jadi dengki menjadi penyebab kita masuk neraka, na’udzubillah. Semoga Allah memilih kita menjadi hamba-Nya yang bebas dari dengki, aamiin.
Al-Ustadz Drs. Ahmad Sukina
Ketua Umum Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA)

http://www.mta.or.id/wp-content/plugins/sociofluid/images/digg_32.png http://www.mta.or.id/wp-content/plugins/sociofluid/images/reddit_32.png http://www.mta.or.id/wp-content/plugins/sociofluid/images/stumbleupon_32.png http://www.mta.or.id/wp-content/plugins/sociofluid/images/delicious_32.png http://www.mta.or.id/wp-content/plugins/sociofluid/images/technorati_32.png http://www.mta.or.id/wp-content/plugins/sociofluid/images/google_32.png http://www.mta.or.id/wp-content/plugins/sociofluid/images/myspace_32.png http://www.mta.or.id/wp-content/plugins/sociofluid/images/facebook_32.png http://www.mta.or.id/wp-content/plugins/sociofluid/images/yahoobuzz_32.png http://www.mta.or.id/wp-content/plugins/sociofluid/images/twitter_32.png

About the Author

has written 253 stories on this site.

Tangan dari seorang Warga Colomadu Solo (yang ternyata Karanganyar) -----------------------******------------------------ “Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” [Ash-Shaf : 2-3]

6 Comments on “Perselisihan Bukan karena Perbedaan Pendapat,TETAPI karena Kedengkian”

  • zahra wrote on 27 May, 2011, 19:45

    sebenarnya semua ustad pasti ayat ayat tersebut…… tpi krn rasa dengki,iri krn org lain lebih sukses dalam dakwah islam dan takut kehilangan umatnya maka segala cara di tempuh termasuk melempar fitnah fitnah, mereka tdk merasa iblis telah merasuki hatinya.

  • Agnismoro Jalestri wrote on 31 May, 2011, 20:16

    karena rasa dengki semua makna tidak berarti. hati yang demikian hanya akan menyiksa diri-sendiri sampai mati.

  • A.K. Witikno wrote on 31 May, 2011, 20:29

    Dengki…? Wah… itu sifat yang tidak terpuji.
    Manusia macam ini nggak akan bahagia selama di dunia ini.
    Egonya selalu tidak ingin dikalahkan dan merasa paling wah (!).
    Dunia yang luas hanya mampu dilihatnya dalam sepetak hamparan.
    Nun jauh di sana masih ada hamparan yang luas yang belum terbahas.
    Dia bukan tak tau.
    Tapi nggak mau tau!!!
    Ingin hidup bahagiaaaa……?
    Jangan suka SOK!!!
    mBah-mbah kita bilang “OJO DUMEH”.

  • eko prasetyo wrote on 6 June, 2011, 11:14

    Jazakumullaj al ustadz atas penjelasannya….!

  • andik wrote on 18 September, 2011, 13:21

    Banyak skali dakwah2 yg selalu merasa paling benar sendiri.

  • Endro wrote on 20 September, 2011, 23:29

    Karena kedengkian dan kesombongan, iblis bekerja keras menjerumuskan Nabi Adam hingga di keluarkan Allah dari surga. Org2 kafir dari ahli kitab dan org2 musyrik adalah pengikut iblis bahkan iblis itu sendiri dari golongan manusia. Sampai akhir jaman, iblis akan berusaha menanamkan rasa dengki/sombong kepada kita yang mengaku sbg umat islam. Target iblis, menjadikan kita munafik yang siap mati dalam keadaan fasik (melanggar hukum Allah), dan lebih jauh lagi MURTAD (keluar dari jalur hukum Allah). Qur’an At-taubah (9) ayat 80/84, haram hukumnya mensholatkan jenazah munafikin, haram berdiri di atas kuburnya (mendo’akan) krn munafikin mati dalam keadaan fasik. Orang fasik tempatnya di neraka!




Write a Comments

Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!

MTA Surakarta

Copyright © 2014 MTA.OR.ID | Situs Resmi Majlis Tafsir Al-Qur'an. All rights reserved.