Bahaya Erupsi Debu-Debu Dosa

kurbanSegala puji bagi Allah, Shalawat dan salam untuk Rasulullah Muhammad SAW. Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, segala puji bagi Allah pujian yang banyak. Betapa Allah telah memberi nikmat dan rahmatnya kepada kita umat manusia, dengan nikmat-nikmat yang tiada tara besarnya. Manusia telah dilebihkan oleh Allah dari makhluq-makhluq yang lain dan untuk manusia yang telah ditundukkannya “alam semesta” ini agar manusia bersyukur kepada Allah, sebagamana firman-Nya yang artinya
.

Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus, dan di antara jalan-jalan ada yang bengkok. Dan jikalau Dia menghendaki, tentulah Dia memimpin kamu semuanya (kepada jalan yang benar). (QS. 16:9)

Dia-lah yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya menjadi minuman dan sebahagiannya menyuburkan tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. (QS. 16:10)

Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur, dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan. (QS. 16:11)

Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami(nya), (QS. 16:12)

dan Dia (menundukkan pula) apa yang Dia ciptakan untuk kamu di bumi ini dengan berlain-lainan macamnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran. (QS. 16:13)

Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur. (QS. 16:14)

Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk, (QS. 16:15)

dan Dia ciptakan) tanda-tanda (penujuk jalan). Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk. (QS. 16:16)

Maka apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa) Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran. (QS. 16:17)

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 16:18)

.

Segala puji bagi Allah, bermacam-macam fasilitas telah Allah tundukkan untuk dapat dinikmati oleh manusia. Sungguh kita tidak akan bisa menghitung-hitung nikmat Allah yang sedemikian besarnya. Segala puji bagi Allah.

Salah satu cara untuk menumbuhkan dan memelihara sifat-sifat mulia yang ada pada diri kita adalah dengan melihat betapa banyaknya nikmat-nikmat pemberian Allah yang telah Allah limpahkan kepada kita. Kemudian kita selalu menjaga kebersihan aqal dan hati kita dengan iman dan taqwa, maka nikmat-nikmat Allah yang sedemikian besar itu akan bisa terlihat dan terasa nyata di dalam aqal dan hati nurani kita.

Dan manusia akan semakin mudah dalam bersyukur kepada Allah dengan cara memelihara dan mempertahankan sekuat tenaga akan sifat-sifat mulia yang telah Allah berikan kepada mereka dengan cara menjauhi segala perbuatan dosa-dosa yang dapat merusakkan sifat-sifat kemuliaan manusia.

Pengalaman seorang relawan letusan Gunung Merapi ditengah-tengah evakuasi pemindahan pengungsi, akibat guyuran debu vulkanik yang sedang terjadi, mula-mula jarak pandang mobil evakuasi menjadi semakin pendek, lama kelamaan ketika debu menempel dikaca mobil dan semakin tebal maka pandangan kearah luar menjadi tertutup. Pandangan menjadi terbatas dan sempit.

Kenyataan dalam hidup keseharian disadari atau tidak disadari bahwa curahan nikmat Allah yang tak terhingga besarnya telah diberikan oleh Allah kepada manusia, di zaman modern ini, nikmat-nikmat tersebut sering dilupakan dan diremehkan oleh manusia-manusia, hal ini disebabkan oleh karena semakin tebalnya hujan debu-debu dosa yang berhamburan tersebar di tengah-tengah budaya masyarakat modern dan kemudian jatuh menempel dan menutupi mata hati nurani umat manusia.

Budaya modern yang dipenuhi dengan teknologi canggih. Namun banyak sekali kemajuan teknologi tersebut hanya digunakan untuk membuat hiburan-hiburan yang bersifat mengumbar, memperturutkan dan membebaskan serta meliarkan pemuasan hawanafsu. Sehingga dijaman modern ini ibarat manusia sedang berjalan di tengah hamburan hujan badai debu vulkanik imajiner yang kemudian dapat membatasi dan merusak keluasan pandangan mata hati. Bila kita mengkonsumsi budaya pemuasan hawanafsu tersebut maka pandangan mata hati kita akan semakin sempit dan bahkan bisa menjadi buta, gelap gulita.
.

Sebenarnya pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai (ke sana) malahan mereka ragu-ragu tentang akhirat itu, lebih-lebih lagi mereka buta daripadanya. (QS. 27:66)

Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar dibalasi tiap-tiap diri terhadap apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan. (QS. 45:22)

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai ilahnya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran (QS. 45:23)

Dan mereka berkata: “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa”, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja. (QS. 45:24)

.

Sebuah sunatullah, jika manusia membiarkan dirinya menuhankan hawanafsunya, maka manusia akan tertutup mata hatinya, sehinga petunjuk cahaya Allah tidak akan dapat menembus mata hatinya. Ibarat debu-debu dosa yang melekat kedalam mata aqal dan mata hati, menjadikan manusia bisa menjadi buta melihat tanda-tanda keagungan Allah Tuhan semesta Alam, kadang manusia lebih suka mendabik dirinya sebagai manusia atheis (tidak berTuhan).

Akibat buruk selanjutnya baik sengaja atau tidak sengaja tentu manusia kemudian mengabaikan agama, mengabaikan keimanan, mengabaikan keyakinan tentang adanya kehidupan di akherat, dan tentu tidak ada kemauan bersungguh-sungguh untuk mempersiapkan kebahagiaan hidup di akherat. Hidup hanyalah sekedar di dunia ini saja, untuk selalu bersenang-senang. Debu-debu dosa, debu vulkanik imaginer, debu debu budaya memperturutkan hawa nafsu telah menjadikan mata hati dan mata aqal manusia menjadi berpandangan sempit dan terbatas.

Manusia modern, sering manusia terbiasa dengan kehidupan bebas menerjang aturan moral mulia, manusia merasa lebih suka dengan melupakan aturan-aturan Allah Tuhan Pencipta Semesta Alam, Tuhan yang yang telah demikian besar jasanya kepada manusia. Keingkaran demi keingkaran bermunculan disana sini, semakin memekatkan dan menggelapkan suasana kejiwaan, dan menjadikan gelapnya keharmonisan kehidupan

Gelapnya keharmonisan hati manusia menjadikan hubungan antar manusia hanya dinilai dan diisi dengan berebut kenikmatan materi, berebut kenikmatan ragawi dan berebut keras dengan kekuasaan duniawi. Debu-debu vulkanik imaginer, debu-debu dosa telah membuat gelap suasana hati manusia. Disaat yang demikian siapakah yang bisa menjadi relawan-relawan korban keganasan debu vulkanik imaginer?

Debu-debu vulkanik dari gunung berapi, dimuntahkan oleh gunung berapi bisa saja menelan kurban, dan kadang menghasilkan kerugian materiil dan non meteriil yang sangat besar, namun sampai pada waktunya, debu-debu tersebut akan menjadi pupuk yang sangat berguna bagi ladang pertanian, atau ditambang menjadi pasir bahan-bahan bangunan.

Debu-debu vulkanik imaginer, banyak sarana hiburan dijaman modern ini yang digunakan untuk menyebarkan debu vulkanik imaginer. Banyak manusia yang tidak menyadari bahwa mereka telah berperan sangat-sangat besar dalam “ngabul-ngabul bledug imaginer”, menghambur-hamburkan debu vulkanik imaginer. Ikut beramai-ramai menghambur-hamburkan debu-debu budaya dosa ditengah-tengah masyarakat. Sehingga masyarakat telah mengkonsumsi budaya-budaya dosa tanpa terasa. Sehingga hati umat manusia semakin jauh dari Allah, hidupnya semakin jauh dari agama serta jalan hidupnya semakin jauh dari jalan-jalan yang ditunjuki oleh Allah.

Dibutuhkan relawan-relawan korban badai hujan debu volkanik imaginer, debu-debu dosa yang sedang berhamburan ditengah-tengah masyarakat. Korban letusan gunung Merapi perlu uluran langsung dan nyata dari para relawan-relawan pemberani untuk menyelamatkan kurban-kurban letusan.

Sudah saat-nya-kah di hari ini ?, mestikah da’wah di hari ini harus dilakukan sebagaimana da’wah di zaman Rasulullah SAW. Da’wah terbuka yang di gelar di tempat-tempat umum dan keramaian untuk menyadarkan manusia agar kembali kepada hidup selamat, hidup dengan meminimalkan dosa, hidup mengikuti jalan Allah, hidup dengan mengendalikan hawa nafsu…. Kurban-kurban debu vulkanik imaginer makin berjatuhan terkapar-kapar, tersengal-sengal dalam pengapnya kekacauan budaya modernisasi…..kemerosotan akhlaq dan moral….. siapakah yang bisa menjadi relawan-relawan zaman yang dapat menolong kurban-kurban debu vulkanik imaginer yang sedang berhamburan di sekitar kita ???

Segala puji bagi Allah, Al-Qur’an dan As-Sunnah, agama Islam bukan agama penghambat kemajuan umat manusia, namun Islam adalah agama pengendali aqal dan hati manusia agar hidup selalu mengendalikan hawanafsunya , hidup dengan mengikuti petunjuk Allah Tuhan Sang Pencipta Alam, hidup untuk beribadah dan tunduk patuh kepada Allah Tuhan semesta Alam, hidup untuk melihat tanda-tanda keagungan Allah di segenap penjuru bumi dan penjuru alam raya dengan teknologi super ultra modern.

Hidup untuk melihat keagungan Allah di dunia dan diakherat, hidup dengan menjauhi dosa dan kemudian bertasbih mengagungkan Allah di dunia dan di akherat. Bukan sebaliknya hidup untuk memuja hawanafsu, hidup bersenang-senang tanpa batas, hidup melupakan kebenaran yang datang dari Allah SWT. Hidup terbelenggu oleh kecanduan memuaskan hawanafsu, bahkan hidup dengan giat merusak alam lingkungan.

Semoga Allah menumbuhkan generasi relawan-relawan penyelamat akhlaq umat manusia, yang dapat menyelamatkan kurban-kurban hujan badai debu debu dosa yang tanpa disadari terus menerus sedang dihambur-hamburkan di tengah-tengah kehidupan Global, dan telah mengacaukan keharmonisan kehidupan dengan moral mulia. Semoga Allah mengampuni dan menunjuki kita semua untuk kembali kepada jalan-jalan selamat dan mulia, amien, Wallahu a’lam


3 komentar pada “Bahaya Erupsi Debu-Debu Dosa

  1. Kerugian materi akibat banjir lahar dingin terhadap perikanan berkisaar 50 M, berapa ya kerugian manusia akibat debu-debu dosa ?, kehilangan Allah dan kehilangan surga di akherat, betul-betul kerugian yang tak terhingga besuuuuarnya………mari kita hentikan tersebarnya debu dosa, banjiri hati dan rumah kita dengan Islam, ibarat hujan air menghapus debu, rahmat Allah, ampunan Allah pembawa keuntungan yang yaqiqi di dunia dan akherat

  2. sesuatu yang imaginer memang butuh perenungan……dan tidak banyak yang bisa menangkap isyarat-isyarat Allah kecuali para manusia yang peka…. debu dosa… debu imaginer yang lebih fatal kerugian yang ditimbulkannya dibanding debu vulkanik yang riil, tks

  3. memang erupsi debu-debu dosa bisa mengakibatkan kerugian yang besar, hati menjadi keras dan tidak bisa lagi ditanami dengan iman, banyak yang terkena inveksi akibat debu debu dosa, sehingga imannya lemah dan , awan panas membuat tanaman tidak tumbuh, demikian pula dosa-dosa besar, membuat hati manusia tidak bisa ditumbuhi iman, ..butuh waktu lama untuk tumbuh…. setelah hujan bertahun-tahun…. sungguh erupsi debu dosa-dosa besar, menjadikan umat manusia sulit memelihara iman……adakah ini semua merupakan tanda-tanda…….zaaaaman ……akhir…..menuju …Qiyamat Kubro

Beri Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *