MALU KARENA BELUM MENIKAH

Al Mar’ah (Edisi 8 th IV). Assalamu’alaikum Wr. Wb, Pengasuh yang terhormat, saya seorang ikhwan yang berumur 23 tahun. Saya berniat ingin menikah agar tidak terjerumus ke dalam maksiyat. Saya merasa frustasi karena sudah 4 kali gagal. Padahal saya sudah ikhtiar semaksimalnya ditambah dengan banyak orang menertawakan saya dan dikatakan tidak laku. Saya tidak kuasa lagi menahan malu. Terkadang saya merasa su’udhan kepada Allah. Lantas saya putuskan untuk meninggalkan kampung halaman karena malu. Mohon nasehatnya ustadz.

majalah-almarah3

Jawab:

Sebenarnya saudara tidak perlu merasa malu dengan orang kampung karena masalah tersebut. Apalagi merasa su’udhan kepada Allah, hal ini jelas merupakan kesalahan besar. Dalam keadaan apapun dan dimanapun jika su’udhan kepada Allah, maka tidak akan pernah menjadi baik. Apabila sudah empat kali gagal, yang pertama kali harus dilakukan adalah mawas diri.

“Mengapa saya melamar wanita kok sampai gagal?!”

Yang pertama, mungkin wanita yang Saudara lamar itu tidak “kufu” dalam artian tidak sejajar. Misal: seorang tukang kayu yang lulusan pendidikannya hanya SD melamar seorang wanita yang pendidikannya sarjana, maka tentu ia tidak mau.

Yang kedua juga harus melihat dirinya sendiri, apakah ketika ditolak itu sudah betul- betul siap menikah. Jangan-jangan dengan umur yang masih 23 tahun itu hanya sekedar pengen saja, tetapi belum ada kemampuan. Sehingga wanita yang dipinang belum mau.

Apalagi makan saja masih ikut orang tua, mungkin ia takut jika nanti jadi istrinya ia akan semakin menambah beban orang tua. Sebab biasanya bagi wanita yang paling penting dari laki-laki bukanlah rupa, tetapi tanggung jawabnya. Banyak wanita cantik yang suaminya biasa-biasa saja, tetapi ia bertanggung jawab.


60 komentar pada “MALU KARENA BELUM MENIKAH

  1. Sebenarnya tidak perlu malu kalau belum menikah, kalau memang sdh mampu (mampu mendidik diri sendiri untuk senantiasa beriman), mampu menafkahi, tinggal mohon saja pada Allah dengan bertahajud. Insya Allah jika sungguh-sungguh mengharap pertolongan Allah maka jodoh akan datang. Yang penting sabar dan berusaha (misal setor foto). Jadi keep istiqomah !!!

  2. assalamu’alaikum ikut share…
    QS (6) AL AN ‘AM
    151. Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar[518].” Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya).
    menurut jalalain
    { قُلْ تَعَالَوْاْ أَتْلُ } اقرأ { مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ أ } ن مفسرة { لا تُشْرِكُواْ بِهِ شَيْئاً و } أحسنوا { وبالوالدين إِحْسَاناً وَلاَ تَقْتُلُواْ أولادكم } بالوأد { مِنْ } أجل { إملاق } فقر تخافونه { نَّحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ وَلاَ تَقْرَبُواْ الفواحش } الكبائر كالزنى { مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ } أي علانيتها وسرّها { وَلاَ تَقْتُلُواْ النفس التى حَرَّمَ الله إِلاَّ بالحق } كالقَوَدِ وحدّ الردّة ورجم المحصن { ذلكم } المذكور { وصاكم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ } تتدبرون.

    151. (Katakanlah, “Marilah kubacakan yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu) an bermakna menafsirkan (janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia dan) berbuat baiklah (terhadap kedua orang tua sebaik-baiknya dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu) dengan menguburkan hidup-hidup (karena) sebab (takut kemiskinan) kemelaratan yang kamu khawatirkan (Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji) dosa-dosa besar seperti perbuatan zina (baik yang tampak di antaranya maupun yang tersembunyi) yang kelihatan dan yang tidak kelihatan. (Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah membunuhnya kecuali dengan sesuatu sebab yang benar.”) yaitu seperti hukum kisas dan hudud murtad serta rajam bagi yang pezina muhshan. (Demikian itu) apa yang telah disebutkan itu (adalah yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahaminya) supaya kamu memikirkannya.

    Sebagai referensi pemuda yang mau mencari pasangan
    QS (60) al Mumtahanah…12
    12. Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tiada akan menyekutukan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka[1472] dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
    menurut jalalain;
    012. (Hai nabi, apabila datang kepada kamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu pun dengan Allah, tidak akan mencuri tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya) sebagaimana yang biasa mereka lakukan di zaman jahiliah, yaitu mengubur hidup-hidup bayi perempuan mereka, karena takut tercela dan takut jatuh miskin (dan tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka) seumpamanya mereka memungut seorang anak, kemudian mereka mengaitkan anak itu sebagai hasil hubungannya dengan suami, lalu anak itu dipredikatkan sebagai anak kandungnya sendiri. Karena sesungguhnya seorang ibu itu apabila melahirkan anaknya, berarti anak itu adalah anak kandungnya sendiri yang keluar dari antara tangan dan kakinya, yakni dari perutnya (dan tidak akan mendurhakaimu dalam) pekerjaan (yang makruf) pekerjaan yang makruf artinya perbuatan yang sesuai dengan ketaatan kepada Allah, seperti meninggalkan niahah atau menjerit-jerit seraya menangis, menyobek-nyobek kerah baju, mengawut-awutkan rambut, dan mencakar-cakar muka, yang semuanya itu dilakukan di kala mereka ditinggal mati oleh suami atau keluarga mereka (maka terimalah janji setia mereka) Nabi saw. melantik janji setia mereka hanya melalui ucapan saja tanpa bersalaman atau berjabatan tangan dengan seseorang pun di antara mereka (dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang).

    wallahu a’lam
    semoga bermanfaat

  3. jodoh tdk usah selalu dipikirkan krn sdh sunatulloh jika sdh saatnya pasti datang yg penting ikhtiar dan berdoa

  4. Kalo Saya berkebalikan, sudah mapan secara ekonomi tapi belum nikah ini. Umur 29 Tahun. Tapi selalu berfikir positif mas bro. Semoga segera mapan ekonomi para pemuda Islam.

  5. belajar bertanggung jawab terlebih dahulu atau perbaiki ekonomi, mungkin ini salah satu yang terpenting. af1

Beri Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *