KULIAH INGIN NIKAH?

Majalah Al Mar’ah (edisi 5 th V). Assalamualaikum Wr.Wb. Ustadz, saya Vina  mau tanya, wanita itu dikatakan mampu menikah dipandang dan segi apa? Materi atau ilmu? Karena saya masih kuliah, tapi punya keinginan untuk menikah.

Jawab :

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.

Nanda Vina yang disayangi Allah, pada prinsipnya untuk mencapai kondisi rumah tangga yang ideal seorang wanita dikatakan mampu menikah bila telah memenuhi kesiapan dari segi fisik dan mental. Secara fisik setelah menikah seorang wanita diharapkan mampu melaksanakan tugas seorang istri, baik tugas-tugas rumah tangga maupun dalam rangka memenuhi kebutuhan biologis sang suami tercinta. Rasulullah saw menikahi Aisyah ra dalarn usia yang masih sangat muda. Beliau tidak segera membina rumah tangga tetapi masih menunggu dua tahun kemudian. Dari hadits tersebut dapat disimpulkan bahwa syarat di atas tidak merupakan satu keharusan. Yang penting adalah kerelaan sang suami menerima istri apa adanya.

majalah-almarah1

Syarat kedua adalah kesiapan mental dalam arti kesiapannya untuk hidup sesuai dengan aturan agama Islam. Dalam struktur organisasi keluarga, Allah SWT telah menetapkan bahwa suami menjadi pemimpin keluarga, maka seorang istri harus siap untuk dipimpin suaminya. Ketaatan dan kesetiaan istri kepada suami mutlak diperlukan demi menjaga keutuhan rumah tangga tersebut. Rasulullah SAW pernah memberitakan bahwa seandainya manusia diperbolehkan menyembah manusia lain, maka akan aku perintahkan istri menyembah suami. Bahkan untuk melaksanakan puasa sunnahpun seorang istri harus meminta izin kepada suami. Di samping itu seorang istri juga harus faham bahwa dia tidak boleh memasukkan ke dalam rumahnya orang yang tidak disukai oleh suami. Di sisi lain seorang istri adalah pemimpin rumah tangga, maka dia juga harus siap memimpin anak-anak dan anggota rumah tangga yang lain. Untuk itu seorang calon istri dikatakan siap menikah secara mental bila dia juga menguasai hak dan kewajiban seorang wanita dalam berumah tangga. Jangan sampai karena kebodohannya dalam agama dia memberikan contoh pola hidup yang bertentangan dengan agama kepada anak-anaknya. Sehingga generasi penerus yang lahir dari rahimnya tidak menjadi lebih baik, bahkan lebih buruk dari dirinya.

Kesiapan seorang istri untuk dipimpin suami dan memimpin anak-anak sangat ditentukan oleh kualitas, agamanya maka wajar kalau Rasulullah SAW memberitakan bahwa: “Wanita dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Utamakan wanita yang taat beragama niscaya karnu akan bahagia”. Hadits ini mengandung pengertian bahwa kalau ingin bahagia dalam berumah tangga, maka nikahilah wanita yang baik agamanya atau wanita yang shalehah. Wanita yang begitulah yang siap menikah secara mental. Akan tetapi hadits ini tidak menafikan adanya wanita yang dinikahi karena kekayaannya, kebangsawanannya, atau kecantikannya. Artinya wanita sebaiknya dinikahi karena agamanya akan tetapi kalau dia kaya, cantik, dan berasal dari keturunan orang baik-baik, maka hal itu layak diperhitungkan sebagai nilai tambah.

Nanda Vina yang berbahagia, MTA memiliki cara yang indah dalam pernikahan. Para pengurus cabang, pengurus perwakilan dan pengurus pusat akan membantumu mencarikan jodoh yang sesuai. Kalau nanda memang sudah merasa, ingin menikah meskipun masih kuliah, mengapa tidak melapor saja kepada ketua cabang dan minta tolong untuk dicarikan jodoh. Sehingga hari-harimu tidak lagi dirisaukan oleh kesulitan mencari pasangan. Sebaliknya kamu dapat memanfaatkan seluruh potensimu untuk menyelesaikan studimu.

Waspadai godaan yang datang dari sekitarmu. Berpuasalah kalau memang dirasakan perlu untuk mengendalikan hawa nafsu. Selamat berjuang semoga Allah SWT memberikan kemudahan dalam segala urusanmu, amin.

mar-ah-2009


20 komentar pada “KULIAH INGIN NIKAH?

  1. Kalau sdh ingin Menikah knp ragu,apakah stlah menikah kita boleh kuliyah?daripada terjerumus kedalam dosa besar (zina), segeralah menikan coz rizki itu sdh ada yang mengatur yaitu Allah SWT.

  2. Jika kita ingin nikah dan menghindari bahaya fitnah maka bersegeralah jika kita takut tidak mampu menghidupi,allah akan memudahkan/membantu kita rzki kita kok….!,dan janji allah itu pasti benar.

  3. janganlah kau memaksakan suatu kehendak hanya didasari hawa nafsu belaka…. serahkanlah semua hanya kepada ALLAH…. hidup karena ALLAH menikahpun hanya karena ALLAH……

  4. Sedangkan untuk laki-laki yang mempunyai keinginan untuk menikah tetapi masih kuliah bagaimana ya Ustadz? padahal saya masih akan menginjak semester 3. Dan InsyaAllah keinginan itu bukan hawa nafsu, karena saya pun sedang mencari pendamping hidup saya..

Beri Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *