Antara Kaum Luth, Neraka dan Surga

icon-jihad-pagiJihad pagi, 15 Nop 2009. “Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan diantara hal hal yang aku khawatirkan terhadap umatku adalah perbuatannya kaumnya Nabi Luth (homoseks).” (HR. Tirmidzi)

Ahad pagi kali ini (15/11)membahas brosur tentang “ Larangan Homoseks & Menyetubuhi Binatang“.

Meskipun kaum Luth telah musnah dari peradaban manusia saat ini, namun meninggalkan warisan yang tak sepantasnya dijadikan endemik. Dan tetap saja masih ada yang melakukannya hingga sekarang yakni perilaku homoseksual. Perilaku yang dikategorikan sebagai penyimpangan seksual tersebut dipelopori kaum Luth sebagaimana terdapat dalam Al Qur’an Surah Al A’raf ayat 80

Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu [551], yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?” QS. Al A’raf ayat 80

Dalam era modernisasi, homoseksual dianggap sebagai sesuatu yang boleh dilakukan di beberapa negara pada belahan bumi ini. Bahkan menjelma menjadi kebiasaan, membekas menjadi tradisi bagi para pelakunya.

Namun janganlah kita sebagai umatnya Nabi Muhammad saw mengikuti warisan kaum Luth, sebab telah jelas peringatan dari Allah agar tidak melakukan perilaku homoseks yang bisa menjadikan kita sebagai orang orang yang melampaui batas.

Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. Qur’an Surah Al A’raf ayat 81

Tidak ada kata Surga nunut Neraka katut.

Dalam kisahnya Nabi Luth terdapat hikmah bagi kita agar tidak berpikir kalau surga dan neraka itu tidak tergantung pada suami atau istri. Buktinya istrinya Nabi Luth tidak bisa masuk surga, padahal dia itu khan istrinya seorang Nabi. Hal tersebut dijelaskan dalam Al Qur’an Surah Al A’raf ayat 83

Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). QS Al A’raf ayat 83

Demikian juga dengan anaknya Nabi Nuh as yang tidak bisa diselamatkan karena dia berada di jalan yang bertentangan dengan ayahnya. Karenanya sangatlah akan kecewa bagi kita di hari yang akan datang tatkala kita tak bisa membonceng menuju surga.

Surga bagi yang percaya

Amatlah berat bagi pengikut Nabi Luth saat itu karena menghadapi kaum yang sedemikian melampaui batas. Karena mengingkari hukumNya. Laki laki sepantasnya dengan perempuan demikian juga sebaliknya. Akan tetapi kaum Luth tidaklah demikian. Mereka suka sesama jenisnya atau bahasa sekarang homoseksual.

Karena bagi Allah hanya ada 2 pilihan bagi manusia, surga atau neraka. Neraka bagi mereka yang menolak tanda tanda kekuasaanNya sebagaimana ayat berikut ini…

Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu. QS Al A’raf ayat 84

Semoga Bermanfaat.

http://www.mta.or.id/wp-content/plugins/sociofluid/images/digg_32.png http://www.mta.or.id/wp-content/plugins/sociofluid/images/reddit_32.png http://www.mta.or.id/wp-content/plugins/sociofluid/images/stumbleupon_32.png http://www.mta.or.id/wp-content/plugins/sociofluid/images/delicious_32.png http://www.mta.or.id/wp-content/plugins/sociofluid/images/technorati_32.png http://www.mta.or.id/wp-content/plugins/sociofluid/images/google_32.png http://www.mta.or.id/wp-content/plugins/sociofluid/images/myspace_32.png http://www.mta.or.id/wp-content/plugins/sociofluid/images/facebook_32.png http://www.mta.or.id/wp-content/plugins/sociofluid/images/yahoobuzz_32.png http://www.mta.or.id/wp-content/plugins/sociofluid/images/twitter_32.png

About the Author

has written 4 stories on this site.

Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.

17 Comments on “Antara Kaum Luth, Neraka dan Surga”

  • farid wrote on 28 February, 2010, 0:07

    Kaum yang masih melakukan itu pasti nggak sholat, nggak pernah ngaji, n keseharianya hanya diisi dengan kemaksiatan saja. Gak mungkin kalo orang islam yag bnr2 mengamalkan agama melakukan itu. Pastinya hanya orang yang ingkar kepada Allah sajalah yang mau melakukan hal itu. Naudzubillahi min dzalik.

  • putra wrote on 30 March, 2010, 18:42

    masaallah smoga selepas ini , di dunia tiada lagi yang seperti di jaman kaum luth.

  • maman wrote on 11 November, 2010, 17:59

    alham saya bersykur atas adanya pengjian tapsir al qur’an ..mnambah kadr iman .smoga mta tetep trus berdakwah,,agar orang” desa mengrti mana yang btil

  • blacklady wrote on 22 December, 2010, 7:50

    @ Farid: bukan bermaksd SARA, tp kenyataanny banyak yg seperti itu meskipun yg bersangkutan pke jilbab, rajin solat dah nikah jg ma cowo.

  • narwo wrote on 24 July, 2011, 13:08

    Jujur terus terang saya salah satu pewaris kaum Luth, semua berawal dari rasa penasaran saya. saya googling mencari informasi, sampai pada akhirnya saya terjun dari 2007 sampai sekarang 2011. perasaan bingung, bersalah, namun saya tidak sanggup menahan diri, saat ini saya juga punya pacar ( maaf ) sejenis. hasrat yang selalu menggebu. aku ingin lari dari semua ini, namun pacar saya tidak mau, mengancam akan bilang kepada keluarga. apa yang harus saya lakukan…..????

  • dimas wrote on 10 November, 2011, 12:39

    ada kalanya kita harus berani mengakhirinya kalau kita memang bersalah….jadi buat narwo itu memang konsekuensi yang harus anda ambil,,,,toh belum tentu keluarga anda percaya dengan omongan (maaf) pasangan anda yang seperti itu,,,,mari bersama belajar untuk mengkaji hal yang lebih baik

  • muslimcyber wrote on 11 November, 2011, 15:23

    AStagfirullah…




Write a Comments

Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!

MTA Surakarta

Copyright © 2014 MTA.OR.ID | Situs Resmi Majlis Tafsir Al-Qur'an. All rights reserved.