Menyambut Kemuliaan Ibadah Puasa Ramadhan

icon-quran-mtaKejadian-kejadian besar terjadi disepanjang kehidupan umat Islam sering terjadi setelah manusia berpasrah diri kepada Allah Tuhan yang Maha Agung dan Maha Mulia. Bagaimana Rasulullah seorang diri dapat terhindar dari kepungan para tokoh-tokoh dan orang-orang kuat kabilah-kabilah bangsa Arab disaat awal-awal da’wah. Demikian pula kejadian Fathul Makkah yang penuh kedamaian di saat bulan Ramadhan, sehingga Kota Mekkah menjadi kota berpenduduk Islam tanpa terjadi pertumpahan darah.

Banyak kejadian-kejadian aneh dan ajaib dalam perjalanan sejarah umat islam terjadi pada bulan Ramadhan. Bulan dimana umat Islam memiliki fisik yang lemah namun memiliki keimanan yang meningkat. Sehingga ketika syarat-syarat turunnya pertolongan Allah telah ditempuh, maka segala puji bagi Allah, pertolongan Allah itu diberikan olehNya tanpa ada satu makhluqpun yang dapat menghalanginya.

Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 10:107)

Ibadah puasa dikatakan sebagai urusan pribadi antara seorang hamba dan Allah pencipta seluruh alam. Ibadah yang dipenuhi dengan jalan-jalan membangun keikhlasan seorang hamba yang dhoif untuk menta’ati Allah Tuhan yang Maha Agung.

Ketelatenan seorang hamba yang dhoif mencermati gerak batinnya, meningkatkan diri dalam membaca gerak hatinya dan kemudian segala aktifitas batin itu dituntun kepada segala sesuatu yang diridho’i dan dicintai oleh Allah Tuhan Pencipta Semesta Alam. Dan kemudian munculah amal-amal yang ikhlash dari diri-diri manusia. Amal yang diperuntukkan untuk Allah Tuhan semesta Alam. Keikhlasan seorang hamba yang patuh akan dibalas oleh Allah dengan balasan yang berlipat ganda

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. 2:186)

Allah mampu memberi balasan yang luas kepada seorang hamba, karena memang Dia Allah Tuhan yang Maha Kaya. Manusia memiliki kewajiban untuk selalu membangun jiwanya untuk tunduk patuh kepada Allah, agar muncul dalam dirinya kecintaan dan ketaqwaan kepada Allah.

Segala amal di bulan Ramadhan semua merupakan sarana untuk meningkatkan kemuliaan diri pribadi umat manusia, manusia yang lapar memiliki fisik yang lemah, namun dengan fisik yang lemah manusia lebih mudah untuk menerima nasehat, sehingga membaca Al-Qur’an merupakan amal yang bernilai tinggi di bulan romadhon. Al-Qur’an tidak hanya dibaca dan dikatamkan huruf-huruf arabnya, namun juga dipahami maknanya dalam bahasa yang dimengerti, kemudian membiasakan diri untuk diamalkan.

Tubuh yang lapar, hati yang ingin taqorub, jiwa yang ingin bertaubat tersalurkan dengan tuntunan-tuntunan ibadah, baik disiangnya maupun dimalamnya. Hati yang semakin suci dan bersih, dihujani dengan ayat-ayat Allah yang Suci dan Mulia, akan membentuk pribadi baru yang giat untuk selalu hidup dekat kepada Allah.

Kecintaan kepada Rasul, kehausan ingin mencontoh Rasulullah manusia suci, mendorong manusia untuk rajin membaca hadist-hadist Rasulullah SAW. Indahnya hati rasulullah yang dipenuhi dengan kasih sayang, menjadikan seorang manusia terbuka hatinya untuk juga memiliki kasih sayang.

Indahnya Bulan ramadhan, sesuatu yang sangat diharap-harapkan oleh setiap Muslimin dan Muslimat. Untuk dapat Beramal sholih di dalamnya dan kemudian mendapat ampunan dari Allah Tuhan Semesta Alam, sehingga keluar dari bulan Ramadhan dengan semangat yang baru, semangat manusia yang suci bersih yang ingin selalu dicintai Allah. Dengan amal-amal sholih yang tiada putus-putusnya, sehingga Allahpun membalas mereka dengan balasan yang tiada putus-putusnya di dunia dan di akherat.

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya. (QS. 95:6)

Segala Puji Hanya Bagi Allah, semoga Allah menetapkan kita sebagai hamba-hambanya yang disayangi di dunia dan diakherat kelak, Amien.


6 komentar pada “Menyambut Kemuliaan Ibadah Puasa Ramadhan

  1. semoga romadhon kali ini benar-benar kita mendapatkan kemuliaannya dan mendapatkan ridhonya amin

  2. ramadhan ini aku menemukan dan merasakan keindahan dan kenikmatan yang luar biasa,,, subhanAllah..Alhamdulillah..Allahu Akbar!!!

  3. Pertama kali dlm hidup, menjalankan puasa yg sebenarnya..dulu romadhon dtg seakan menyita kebebasan..skrg kuinginkan betapa bhgianya aku di dalamnya..alhamdulillah,

  4. mari kita sambut ramadhan ini dg kesungguhan dlm amalan ibadah yg LURUS…yg diridahi-Nya, krn ibadah PUASA ini langsung ALLAH yg “turun tangan” menilainya….perkuat kebersamaan…saling nasehat-menasehati dalam kesabaran…

  5. semoga keindahan ramadhan..pesonanya menyinari 11 bulan berikutnya dan kita bisa mempertahankan target dan planing ramadhan ini berkelanjutan dan lestari sepanjang tahun.amien.

Beri Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *